Sensasi Baru Belajar Pembuatan Senjata Tradisional Selama Liburan

Kini berkunjung ke tempat wisata tidak hanya bisa dilakukan dengan sekedar bersenang-senang dan berfoto – foto saja, namun saat sekarang ini kegiatan wisata memang semakin beragam sehingga memanjakan bagi siapa saja yang hendak berwisata. Selain banyak lokasi yang menarik ternyata ada beberapa tempat wisata yang sifatnya lebih edukatif. Menghabiskan liburan tidak harus menghabiskan tabungan namun bisa menikmati kegiatan yang bermanfaat. Berlibur sambil belajar bisa menjadi pengganti rutinitas liburan yang terasa menjemukan.

Belajar di Sentra Kerajinan Tradisional

Bagi yang merasa memerlukan sensasi baru dalam liburan bisa berkunjung ke Dusun Banyusumurup yang merupakan sentra kerajinan senjata tradisional. Dusun Banyusumurup sendiri berada di Desa Girirejo, Bantul, DIY Yogyakarta. Memang sudah sejak lama kawasan yang satu ini selalu menjadi magnet bagi wisatawan bahkan turis asing tak segan menjelajahi Kota Pelajar ini. Selain kaya obyek wisata yang seru dan indah, Yogyakarta juga menyajikan lokasi wisata yang edukatif. Pilihannya pun banyak, dan salah satunya berkunjung ke Dusun Banyusurup di Bantul, Yogyakarta.

Datang kesini sangat cocok bagi siapa saja yang tertarik untuk belajar dan melihat langsung pembuatan kerajinan tradisional. Mengajak anak – anak juga menjadi pilihan yang cukup cerdas untuk menanamkan kecintaan pada budaya tanah air. Banyusumurup memang sudah lama dikenal sebagai pusatnya kegiatan pembuatan kerajinan tradisional. Disini para pengunjung bisa melihat kerajinan apa saja yang sudah ada sejak zaman dulu, dan menjadi warisan leluhur. Disini pula pengunjung bisa melihat langsung pembuatan senjata tradisional yang diakui UNESCO yakni keris.

Keris merupakan senjata tradisional sejak zaman kerajaan besar masih memegang kekuasaan di berbagai wilayah di nusantara. Konon pembuatan keris hanya bisa dilakukan oleh orang – orang pilihan sehingga mampu menciptakan keris yang maha dahsyat. Seiring berjalannya waktu keris seolah mulai tersisihkan mengingat senjata tergantikan dengan yang lebih modern. Terlebih proses pembuatan yang panjang dan rumit membuat pengrajinnya semakin langka saja. Maka tatkala singgah ke Banyusumurup Kita bisa melihat lagi proses pembuatan keris.

Sebagai senjata keris ternyata dibuat dengan beberapa bagian yang berbeda, dan bagian utamanya adalah bilah keris. Bilah keris dibuat dari logam pilihan yang kemudian di tempa sedemikian rupa agar menjadi tajam dan membuat keris sebagai senjata mematikan. Selain itu juga terdapat bagian lain seperti warangka, dedek, pendok, dan juga mendak. Bagian warangka merupakan sarung yang membungkus dan melindungi senjata tradisional tersebut. Sarung keris ini terbuat dari kayu dan biasanya memakai kayu pohon sonokeling, timoho, asem, dan cendana.

Sementara untuk bagian deder merupakan pegangan dari keris itu sendiri yang juga menjadikan keris sebagai senjata yang artistik. Deder pun terbuat dari kayu pilihan, dan secara umum memakai kayu dari pohon yang sama untuk membuat warangka. Bagian lain juga terdapat mendak, bentuknya seperti cincin yang terletak diantara deder dan bilah keris. Sementara untuk pendok merupakan hiasan yang melekat pada warangka sehingga memperindah sarung keris tersebut.

Pembuatan pendok ternyata tidak boleh sembarangan ada pakem tersendiri yang harus dipatuhi oleh pembuatnya. Pendok sendiri bisa bergaya Solo atau Yogyakarta yang masing-masing memiliki motif yang berbeda dan menjadi ciri khas. Kerumitan motif dan pemilihan bahan baku yang sesuai membuat proses pembuatan keris secara utuh memakan waktu yang panjang, per bagiannya bahkan membutuhkan waktu berhari – hari terutama untuk bilah keris dan pendok. Tidak heran jika kerajinan senjata tradisional ini juga dikenal cukup mahal, paling murah Rp 75.000 dan beberapa bisa ratusan hingga jutaan.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.