Mengubah Danau Toba Menjadi “Bali” Baru Bagi Indonesia

Demi meningkatkan angka kunjungan wisata dari mancanegara, Presiden merencanakan melakukan pengembangan di berbagai obyek wisata strategis. Salah satunya ialah keinginan untuk mengembangkan Danau Toba di Kepulauan Sumatera. Danau Toba diharapkan bisa menjadi “Bali” baru bagi Indonesia yang menyedot perhatian wisatawan asing. Tujuan ini ternyata tidak hanya menjadi rencana diatas kertas saja namun dibuktikan secara bertahap. Kesadaran dari perwujudan impian ini mulai dirasakan setelah kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa kali.

Kesungguhan Mengembangkan Danau Toba

Danau Toba memang menjadi danau terbesar di Indonesia, berbagai keindahan alami dan cerita rakyat tersimpan di balik danau tersebut. Danau tersebut menjadi sekian daya tarik yang cukup progresif dalam mengundang wisatawan kelas dunia. Pengembangan dilakukan oleh Presiden dengan sebaik mungkin, kunjungan pun dilakukan untuk memantau pengembangan yang dilakukan. Diharapkan dengan kunjungan rutin dari Presiden, perbaikan dan pengembangan infrastruktur bisa dikebut menjadi lebih cepat. Kepada Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata, Presiden meminta untuk melakukan branding.

Artinya menteri diharapkan tidak hanya memusatkan fokus kepada pengembangan infrastruktur yang ada namun juga mulai merancang promosi. Presiden mengharapkan branding yang dilakukan dikemas seapik mungkin sehingga mencakup berbagai nilai nusantara di dalamnya. Selain promosi yang menarik, diharapkan lokasi wisata di Sumatra ini juga digarap kembali agar semakin menarik. Penambahan atraksi budaya, koreografi yang kreatif dan menarik, dan juga desain tempat pementasan yang tidak kalah menarik dilakukan segera.

Sejak awal tercetusnya ide untuk mengembangkan sektor pariwisata di tanah air, kemungkinan ada sepuluh tempat wisata yang akan mendapatkan perhatian Presiden. Danau Toba diharapkan mampu menjadi magnet yang kuat untuk mengajak turis asing mampir ke Sumatera. Sehingga fokus dunia wisata Internasional tidak terpusat di Pulau Bali yang seolah menjadi negara bagi wisatawan dunia. Selain Danau Toba ada sekian tempat yang juga akan mengalami proses serupa, diantaranya adalah:

1. Borobudur di Jawa Tengah,
2. Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur,
3. Mandalika di Nusa Tenggara Barat,
4. Bromo-Tengger-Semeru yang ada di Jawa Timur,
5. Tanjung Lesung di Banten,
6. Kepulauan Seribu di Jakarta,
7. Wakatobi di Sulawesi Tenggara,
8. Morotai di Maluku Utara, dan
9. Tanjung Kelayang di Bangka Belitung.

Rapat yang digelar oleh Presiden dan melibatkan para menteri yang terkait dengan pengembangan Danau Toba pun memberikan instruksi penting. Proses pengembangan yang dilakukan sebaiknya dipikirkan dan dikerjakan bersama antar menteri dari berbagai sektor. Pembangunan berbagai akses penting untuk kemudahan wisatawan pun menjadi perhatian penting. Setelah ini diharapkan pembangunan yang menyentuh perbaikan jalan, perbaikan bandara dan layanannya dan pelabuhan yang diperbaiki menjadi dukungan kenyamanan para wisatawan.

Berbagai lokasi wisata yang menjadi 10 destinasi yang dibangun secara maksimal tentu memiliki kekuatan tersendiri sehingga bisa masuk ke dalam daftar tersebut. Seperti halnya Danau Toba yang sebenarnya sudah tersohor sejak zaman dahulu. Sayangnya fokus pemerintah yang kurang menjadikan infrastruktur dan akses menuju ke wisata ini tidak begitu mendukung. Dampaknya perkembangan nama besar Danau Toba merosot dan nyaris tidak dikenal oleh negara tetangga. Melihat potensi yang sudah dimiliki ini mengubah dan mengangkat kembali nama Danau Toba menjadi keputusan yang tepat.

Rencananya Presiden akan berkunjung ke obyek wisata lain di Sumatera selama tiga hari dengan tujuan yang sama. Kunjungan akan dilakukan secara berkala demi menjamin proses pengembangan dan perbaikan berjalan sesuai dengan rencana awal.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.