Destinasi Religi: Ketika Ibadah dan Wisata Bergandengan Di Kota Medan

Destinasi Religi: Ketika Ibadah dan Wisata Bergandengan Di Kota Medan
Medan adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota yang menjadi ibukota Provinsi Sumatera Utara itu memiliki banyak pesona wisata. Salah satunya adalah wisata religi antar agama. Sebagai kota yang terkenal sangat majemuk, Kota Medan kental dengan nuansa beragam budaya. Mulai dari budaya melayu (budaya asli), budaya Tionghoa, budaya India (Keling), budaya Jawa (pendatang), budaya Batak (suku asli) hingga berbagai corak tradisi lainnya komplit menyatu di kota yang satu ini. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila di kota tersebut terdapat banyak tempat wisata bernuansa religi antar agama.

Keagungan Masjid Raya Al Mashun Di Simpang Yuki Medan
Ini adalah masjid yang berada tepat di jantung Kota Medan. Nama masjid ini diambil dari nama pemimpin Kesultanan Deli yang sangat masyur yakni, Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam. Masjid ini dibangun pada 21 Agustus 1906, tepatnya pada masa penjajahan Belanda. Masjid ini dibangun selama 3 tahun. Rancangan arsitektur masjid ini mengadopsi seni bangunan khas Timur Tengah, Spanyol dan India. Masjid ini dulunya pernah dijadikan tempat konsolidasi para pejuang selama menghadapi Belanda. Saat ini, Masjid Raya Al Mashun menjadi salah satu masjid bersejarah di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Medan mewarisi kebudayaan Islam melayu yang sangat kental. Dan, keberadaan Masjid Raya ini adalah representasi dari warisan budaya tersebut. Masjid ini berbentuk segi delapan. Masjid ini memiliki sayap di empat penjuru mata angin. Setiap harinya, Masjid ini tidak pernah sepi, apalagi bila Ramadhan tiba. Bila Anda berkunjung ke Kota Medan, jangan lupa mampir ke masjid yang megah ini.

Maha Vihara Maitreya: Nuansa Budha ala Kota Medan
Vihara ini adalah Vihara terbesar di Indonesia. Keberadaan Vihara Maitreya sekaligus menandakan bahwa dulunya Kota Medan sempat menjadi pusat kebudayaan Budha (cuplikan sejarah Sriwijaya). Bahkan hingga kini, masyarakat Tionghoa yang tinggal di Kota Medan khususnya penganut agama Budha masih memelihara ajaran tersebut secara turun-temurun. Vihara cantik ini merupakan tempat peribadatan untuk umat Budha dengan spesifikasi ajaran Maitreya. Ajaran ini menjadikan cinta kasih semesta sebagai inti kehidupan yang harus dipahami dengan baik.

Vihara Maitreya dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektar. Vihara ini berada di dalam Kompleks Perumahan Cemara Asri yang berada di Jl. Boulevard Utara, Kota Medan. Di dalam Vihara nan megah ini, terdapat banyak ornamen berbalut warna emas. Saat ini, keberadaan Vihara Maitreya telah menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi oleh berbagai umat. Sisi menariknya adalah tidak dipungutnya biaya untuk masuk ke dalam Vihara ini, alias gratis. Bila Anda penasaran dengan Vihara ini, Anda dapat mengunjunginya sewaktu-waktu,dengan syarat tidak berisik pada saat ada umat Budha yang melakukan sembahyang di dalamnya.

Gereja Graha Maria Velangkani: Gereja Khatolik Bernuansa Kuil
Ya, gereja ini memang unik. Pasalnya, tampilan luar maupun dalam gereja ini sama sekali tidak seperti tampilan gereja pada umumnya. Bila dilihat sepintas, gereja yang selesai dibangun pada 2001 itu lebih mirip kuil Hindu yang banyak ditemukan di India. Bila ditelisik alur sejarah pendiriannya, Gereja Maria Ana di Kota Medan ini sebetulnya memang dibuat oleh seorang Pasteur (pemimpin agama dalam Kristen) yang berasal dari India. Namanya adalah Pasteur Jesuit. Dikarenakan sang pasteur sangat menyukai pernak-pernik India, dia meletakkan beberapa relief dan patung yang mirip dengan patung-patung pemujaan umat Hindu di India.

Sang Pasteur juga dikenal sebagai pengagum Bunda Maria yang konon kabarnya sempat berada di Desa Velangkanni, Tamil Nadu, India selama pengejaran oleh tentara Romawi dulu kala. Selanjutnya, gereja yang cantik itu dipoles dengan cat dan ornamen-ornamen terbaru yang dilakukan oleh umat Khatolik di Kota Medan.  Gereja Maria Annai Velangkanni berada di sekitar Kompleks Perumahan Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan. Salah satu keajaiban gereja ini adalah keberadaan mata air yang menyembul di bawah patung Bunda Maria sesaat setelah peletakan batu pertama.

Kuil Shri Mariamman: Nuansa Hindu Di Pusat Kota Medan
Kuil Shri Mariamman dikenal sebagai kuil tertua yang ada di Kota Medan. Kuil ini berada di Kampung Keling. Kuil ini dibangun pada 1884 dalam rangka mengkultuskan Dewa Kali. Saat ini, Kuil Shri ini juga menjadi tempat pemujaan 5 dewa lainnya yakni Dewa Kali, Dewa Wisnu, Dewa Siwa, Dewa Ganesha dan Dewi Aman. Keberadaan kuil ini sekaligus menandai besarnya populasi orang India di Pulau Sumatera. Warna kuil ini didominasi oleh warna kuning keemasan. Pada pintu gerbangnya terdapat Gopuram (gapura) berupa menara bertingkat yang biasa terlihat pada pintu gerbang kuil-kuil Hindu di India Selatan. Pada dinding-dindingnya, dihiasi banyak patung dewa-dewi khas Hindu.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.