Ritual Unik Sebelum Membersihkan Patung Dewi Samudera

Hanya menunggu beberapa hari saja sebelum Imlek tiba, namun serangkaian persiapan sudah dilakukan berjauh-jauh hari. Jika persiapan menjelang lebih kepada kostum, makanan dan juga barang-barang yang akan digunakan sebagai hiasan atau ornamen Imlek, hal serupa sebenarnya tak jauh berbeda dengan kelenteng-kelenteng yang akan menyambut datangnya tahun baru China ini. Sebagai tempat utama yang akan di datangi untuk memanjatkan doa mereka yang ikut merayakan tentunya berbagai hal sudah mulai dilakukan, tak hanya sebatas memasang ornamen saja, melainkan juga membersihkan patung-patung yang tersimpan di dalamnya.

Pada salah satu Vihara yang ada di kota Pontianak, tepatnya adalah Vihara Dewi Samudera, proses pembersihan patung juga mulai dilakukan, patung-patung yang ada disini memang dianggap sesuatu yang paling tinggi dan keramat sehingga untuk prosesinya saja ada serangkaian hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah dengan berpuasa. Sama halnya dengan orang muslim yang melakukan puasa sebagai ibadah sebelum menuju ke bulan yang sangat suci yaitu hari raya Idhul Fitri maka sebelum prosesi pembersihan patung di Vihara ini pihaknya juga harus melakukan pensucian terlebih dahulu dengan tradisi pantangan juga puasa.

Beberapa orang pria sudah mulai mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya, karena menjadi hal yang sakral biasanya saat prosesi dilakukan Vihara akan ditutup sejenak, sebenarnya patung dewa dewi yang ada di sini menjadi perlambangan kita juga, diantaranya adalah pada saat patung sudah mulai kusam maka itu tandanya keadaan kota yang sudah mulai kusam, begitu juga dengan baju yang dikenakan, pada saat bajunya mulai kotor dan rusak jika tak segera diganti maka sangat berbahaya bagi keadaan kota, untuk itulah berbagai ritual pemberian haru dilakukan secara rutin, apalagi guna menyambut tahun yang baru.

Vihara Dewi Samudera ini sendiri merupakan sebuah bangunan yang sudah sangat tua, setidaknya di bangun pada tahun 1906 dan sudah berusia sekitar satu abad. Sebagian patung memang buatan masyarakat dalam negeri sendiri, namun ada 3 diantaranya yang paling dikeramatkan, mengingat patung tersebut dibawa secara langsung dari Tiongkok sekitar 100 tahun yang lalu. Tak sembarangan orang yang boleh ikut dalam prosesi pencuciannya. Sebelumnya dilakukan beberapa pantangan dan pensucian.

Hanya saja tentunya puasa yang dilakukan berbeda dengan puasa umat muslim, dimana harus menahan lapar dan haus selama 12 jam, puasa sebelum ikut membersihkan patung ini adalah tidak mengonsumsi daging sama sekali, artinya hanya buah dan sayur saja yang boleh dimakan. Dengan melakukan puasa dan menjalankan pantangan-pantangan tersebut diharapkan perekonomian masyarakat khususnya kota Pontianak akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain itu beberapa orang yang melakukan pekerjaannya dalam sana juga tak boleh banyak bicara, mereka terus fokus melakukan pekerjaannya tanpa candaan sama sekali, hal ini dimaksudkan agar perekonomian masyarakat Pontianak akan lebih baik.

Beberapa orang yang menyumbang disini juga akan dituliskan namanya menggunakan aksara mandarin di atas sebuah kertas berwarna merah, nantinya kertas tersebut akan ditempel pada lampion-lampion agar orang lain dapat melihat nama-nama penyumbang tersebut, selain itu juga agar rezeki mereka selalu mengalir. Banyak hal unik yang memang bisa dilakukan menjelang tahun baru Imlek.

Selain prosesi pembersihan patung dewa-dewi beberapa daerah lain mungkin juga melakukan hal serupa, namun dengan ketentuan yang berbeda. Lalu bagaimana dengan yang ada di daerah Anda, apakah memiliki tradisi unik juga?

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.