Keindahan dan Keunikan Seni Ukir Suku Asmat Papua

Salah satu daya tarik yang dimiliki Tanah Papua bagi kalangan wisatawan adalah kesenian ukir suku Asmat yang sarat akan nilai seni dan budaya. Keberadaan seni ukiran kayu yang dipahat dengan tangan oleh Suku Asmat di Merauke menjadi magnet bagi wisatawan. Tak pelak daya tariknya tidak hanya mengundang kedatangan wisatawan lokal namun juga dari berbagai negara. Hal ini sesuai dengan ungkapan Bapak David Pagawak selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua.

Keindahan Ujung Timur Indonesia

Dahulu Papua memiliki nama Irian Jaya, yang memang dikenal kaya akan keindahan alam sekaligus keragaman budaya yang beragam. Sehingga dengan keberagaman yang ada membuat Tanah Papua dikenal pula dengan beberapa kebudayaan dan kekayaan alam yang tersimpan rapi. Beberapa bisa dinikmati oleh semua masyarakat bahkan di tingkat dunia. Salah satunya merupakan kerajinan tangan yang dibuat oleh salah satu suku terbesar di Papua, yakni Suku Asmat. Keindahan seni ukir kayu ini pun menjadi salah satu ciri khas dan daya tarik dari Papua.

Sebagai suku asli terbesar yang berdiam di Tanah Papua, Suku Asmat ternyata memiliki berbagai sub – etnis kebudayaan. Dari sekian hasil kebudayaan Suku Asmat, ukiran sebatang kayu menjadi salah satu kerajinan yang paling terkenal. Ukiran kayu dikerjakan dengan tangan dan sudah diturunkan dari generasi ke generasi sehingga semua kaum pria bisa membuat ukiran khas Suku Asmat ini. Keunikan dan daya tarik yang dimiliki ternyata tidak hanya disebabkan kerumitan motif yang tercipta dari tangan – tangan masyarakat Suku tersebut.

Melainkan ada unsur spiritual yang tersirat dengan apik dari hasil ukiran tangan tersebut sebab Suku Asmat sendiri merupakan penganut Animisme yang tinggi. Semua hasil ukiran kayu tersebut menggambarkan roh leluhur yang mereka sangat hormati. Konon Suku Asmat mampu membuat ukiran yang indah secara spontan tanpa terlebih dahulu membuat sketsa atau motif dasar. Mereka percaya dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa dalam proses pembuatan kerajinan ukir. Akan mendapatkan bantuan dari para leluhur sehingga menciptakan kesenian yang bernilai spiritual tinggi.

Semua masyarakat Suku Asmat menjadikan kerajinan ukiran tersebut sebagai media berkomunikasi dengan para leluhur. Sehingga tidak sekedar difungsikan sebagai hiasan dinding saja sebagaimana masyarakat diluar suku kebanyakan. Selain tersirat nilai spiritual, dalam hasil kerajinan ukir ini pun mencerminkan nilai filosofi kehidupan Suku Asmat. Kebanyakan hasil ukiran menggambarkan kehidupan keseharian masyarakat yang memberikan pemahaman akan nilai kesederhanaan dan juga bersyukur sebesar – besarnya.

Keunikan dapat terlihat dari setiap hasil kerajinan ukir Suku Asmat yang berbeda antara satu ukiran dengan ukiran lain. Bahkan yang lebih unik lagi sub-etnik dari suku asli Tanah Papua ini juga memiliki motif yang berbeda – beda. Satu bentuk ukiran tidak akan bisa dibuat yang sama untuk kedua kalinya sehingga hanya terdapat satu buah atau satu macam saja. Motif yang digunakan pun beragam, biasanya diambil dari alam seperti bentuk daun, manusia, perahu, hewan di sekitar lingkungan, dan lain sebagainya.

Keinginan pemerintah dalam memperkenalkan seni ukir khas Suku Asmat kemudian mengadakan Pesta Budaya Asmat. Dalam acara tersebut pengunjung yang mayoritas wisatawan dari luar daerah dan luar negeri bisa melihat keunikan seni ukir khas Suku Asmat. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan kunjungan wisata meningkat sekaligus membuat perekonomian masyarakat, khususnya Suku Asmat membaik. Apabila mampir ke Papua maka jangan lupa untuk melihat aneka kesenian ukiran tangan suku terbesar ini.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.