Wisata Religi Semarang dengan Bertandang ke Sam Poo Kong

Liburan tahun baru Imlek tinggal menghitung hari, lalu apakah kamu sudah menyiapkan rencana akan bertandang kemana untuk menikmati saat-saat kosong tersebut, jika belum maka ada satu akomodasi untuk Anda, yaitu datang ke kota Semarang. Kawasan yang ada di Jawa Tengah ini memang bukan sebuah tempat wisata yang terkenal akan kemeriahan imleknya, namun ada sesuatu yang baru untuk kamu coba, yaitu dengan mengunjungi Sam Poo Kong, merupakan sebuah klenteng legendaris yang ada di Semarang.

Mungkin beberapa diantara Anda hanya populer dengan obyek-obyek wisata semarang berupa bangunan dengan seribu pintu (lawang sewu) atau yang populer enggan nama lawang sewu, namun jangan salah karena ternyata Semarang masih menyimpan sejuta pesona yang lainnya, mulai dari hamparan pasir nan Indah dengan pesona wisata kota tua juga ada. pastinya tak cukup jika hanya menggunakan liburan Imlek Anda saja untuk datang kesini, kapan-kapan kamu beserta dengan keluarga bisa berkunjung lagi.

Lalu sebenarnya seperti apakah pesona klenteng tua tersebut. Sam Poo Kong merupakan sebuah wisata religi bagi umat beragama Konghuchu disini, kawasan yang satu ini bahkan banyak dijadikan sebagai lokasi syuting film, diantaranya adalah jika Anda pernah menyaksikan film berjudul ku kejar cinta ke negeri Cina maka sebenarnya latar dari klenteng tersebut adalah Sam Poo Kong ini.

Selain dengan nama Sam Poo Kong sebenarnya klenteng tua yang satu ini juga dikenal dengan nama gedong batu, tak lain karena asal mula pembangunan tempat ini sebenarnya merupakan sebuah gua batu besar yang dulunya berada di bukit batu, cerita lain menyebutkan bahwa sebenarnya gedong batu tersebut merupakan tumpukan batu-batu yang digunakan untuk membendung aliran sungai, apapun itu pastinya klenteng ini juga dikenal dengan nama gedong batu.

Pernah dijadikan sebagai tempat singgah laksamana cheng hoo

Nama yang satu ini memang sudah sangat populer ia merupakan seorang pelaut mulia yang berasal dari Tiongkok dengan misi damai ke seluruh negara, ia dulunya juga pernah singgah selama beberapa saat selama berada di Indonesia di kawasan tersebut. Karena dalam perjalanan ada salah satu awak kapal yang sakit kemudian laksamana tersebut menyuruh awaknya untuk menepi ke pantai utama Semarang, disini jugalah ia mendirikan sebuah masjid Semarang yang hingga sekarang masih ada di pinggir pantai.

Selain sebuah masjid nyatanya sebagai penghormatan masyarakat juga membangun sebuah bangunan untuk mengingat Cheng Ho, ada juga sebuah patung Cheng Hoo dengan pengawal-pengawalnya, untuk itulah kebanyakan diantara wisatawan yang datang adalah untuk berziarah ke tempat tersebut.

Arsitektur dengan balutan warna merah

Kawasan yang satu ini dikenal sebagai klenteng merah, mengingat sebuah bagian bangunan dibalut dengan warna merah, bahkan untuk ornamen-ornamen penghias sekalipun, setidaknya sudah dilakukan berbagai renovasi untuk mempercantik klenteng yang satu ini, dana sebesar 20 milyar dikeluarkan pada tahun 2005 oleh pemerintah, hasilnya bisa kamu lihat sekarang ia, ia merupakan salah satu destinasi wisata yang paling menarik perhatian masyarakat.

Hanya saja bagi kamu yang ingin berkunjung tak bisa sembarangan masuk kesini, karena seluruh area digunakan sebagai tempat sembahyang jadi tak semua orang dapat masuk kesini, kecuali dengan izin dari pihak pengelola, sebenarnya banyak hal unik yang bisa kamu jumpai, mulai dari segi arsitektur bangunan hingga banyaknya patung unik, namun sayangnya ada batasan bagi pengunjung untuk memasuki area tersebut.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.