Perkembangan Industri Timah Pada Pulau Bangka

Pulau Bangka Belitung adalah salah satu kota penghasil komoditas timah terbesar di Indonesia. Perkembangan timah pada pulau ini berawal pada abad ke lima. Pada saat itu dalam pengolahannya menggunakan alat yang sangat sederhana. Salah satu alat yang digunakan pada waktu itu adalah linggis kayu. Linggis ini digunakan untuk membuat sumur sedangkan untuk mencuci timah menggunakan batok kelapa dan juga diulang dari bahan kayu. Untuk mengetahui mengenai berbagai perkembangan industri timah tersebut tak ada salahnya untuk mengetahui mengenai beberapa informasi berikut ini:

1. Letak timah yang mudah
Pada awak perkembangannya biji timah zaman dahulu sangat mudah didapatkan. Hal ini karena biji timah berada dipermukaan tanah. Akan tetapi pada perkembangannya biji timah saat ini berada dibawah permukaan tanah. Sehingga dibutuhkan tindakan yang benar untuk mengambil timah. Seperti halnya pengambilan dengan cara pengeboran yang dilakukan hingga ke lapisan tanah yang dalam.

2. Bor tusuk
Pada abad ke 18 diperkenalkan bor tusuk yang dibuat oleh pedagang yang berasal dari Cina. Saat itu bor jenis ini dinamakan dengan ciam yang dikenal dengan arti yang memiliki arti ujung runcing. Hingga pada tahun 1885 pengambilan biji timah dengan metode bor yang mulai digunakan. Jenis metode seperti ini diciptakan oleh J.E. Akkeringa oleh ahli geologi.

3. Alat bor yang ditemukan
Jenis alat bor yang ditemukan ini memiliki fungsi untuk mengebor lapisan aluvial. Pengeboran menggunakan alat ini hanya dapat untuk kedalaman kurang dari empat puluh meter. Dengan menggunakan metode tersebut alat bor kota ini dikembangkan hingga sedemikian rupa. Menggunakan metode bor tersebut tentu saja akan mudah mendapatkan metode penggali timah yang memiliki kedalaman yang maksimal.

4. Keahlian dari pekerja Tiongkok
Dalam menambah timah ini pekerja asli dari negara Tiongkok sangat ahli saat melakukan penambangan tersebut. Untuk itu asal mula mengapa banyak warga Tiongkok banyak berdatangan ke kota Bangka Belitung. Dengan kedatangan orang Tiongkok ini memiliki perkembangan yang cepat dari penambangan yang dilakukan:

• Perkembangan pada pertambangan yang dilakukan bukan hanya didaerah dataran saja. Namun perkembangannya berada di kawasan lepas pantai. Penambangan jenis ini menggunakan jenis kapal yang bisa digunakan untuk mengeruk.
• Saat ini perkembangan dari pengambilan timah sudah mencapai hingga tujuh puluh persen yang ada di laut.
• Jenis kapal pengeruk tambang ini dioperasikan sejak tahun 1910 dengan area pantai Dabo Singkep. Sedangkan pada abad ke 21 jenis kapal yang digunakan ini terus berkembang.

5. Komoditas andalan
Melihat dari kekayaan sejarah yang dimiliki yang menyatakan bahwa timah yang ada di kota Bangka Belitung ini merupakan komoditas utama yang dimiliki. Dalam perkembangannya di masa sekarang diketahui bahwa telah berevolusi menjadi industri kreatif. Salah satu produk yang dihasilkan antara lain gantungan kunci. Pada pembuatannya satu hari biasanya pengrajin mampu menghasilkan sepuluh gantungan kunci. Biasanya gantungan kunci ini akan dijadikan sebagai oleh – oleh yang banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung. Tak hanya gantungan kunci bahwa replica kabel bisa dijual hingga lima belas juta rupiah.

Sehingga pada masa ini banyak para penduduk Bangka Belitung yang menghasilkan uang dengan cara tersebut. Dengan demikian tak hanya menjadikan produk tersebut menjadi produk ekspor saja. Namun saat ini produk tersebut menjadi salah satu produk yang dapat diolah sendiri. Meskipun kebutuhan untuk mengekspor menjadi salah satu penyumbang devisa yang besar.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.