Nikmatnya Suguhan Malam Gudeg Generasi Ketiga Warung Bu Djoyo

Kota Yogyakarta merupakan satu dari sekian banyak daerah yang ada di Indonesia dengan tingkat kunjungan tertinggi oleh wisatawan baik itu yang ada di dalam maupun luar negeri. Tak heran jika semisalnya banyak sarana dalam hal pariwisata yang terus ditingkatkan dari sini. Keunggulan yang ditawarkan juga tak main-main apalagi dari sektor budaya. Yogyakarta merupakan salah satu yang masih kuat adat budaya jawanya, dari bangunan, bahasa hingga panganan yang disajikan. Nah untuk melengkapi wisata Anda ke daerah tersebut jangan lupa juga untuk mencicipi salah satu sajian kuliner khas yang pastinya akan menggoyang lidah yaitu Gudeg.

Makanan yang satu ini merupakan ikon khas yang wajib untuk kamu rasakan, mengingat hampir setiap rumah makan yang ada disini pasti tawarkan menu utama berupa gudeg. Namun tak adab yang seenak gudeg dengan resep legendaris yang ada di Bantul yaitu Gudeg Bu Djoyo. Bagi beberapa orang tentunya sudah tak begitu asing dengan warung gudeg yang satu ini, mengingat setiap harinya selalu ramai dengan pengunjung, meskipun menu yang ditawarkan hanya sebagai gudeg saja, dari waktu ke waktu resep yang digunakan tak pernah berubah, inilah yang menjadi nilai tambah dari warung tersebut.

Sudah berdiri sejak zaman penjajahan Jepang warung gudeg yang satu ini berada tepatnya di desa Banguntapan, Kabupaten Bantul, kawasan yang juga dikenal dengan sektor penghasil gudeg, pemasarannya bahkan tak hanya secara langsung di warung – warung saja, beberapa merupakan produsen yang juga mengelola gudeg untuk dijual dalam bentuk kalengan layaknya makanan instan, rasanya tetap enak namun tahan lebih lama, sehingga selain bisa menikmatinya secara langsung bagi yang tak berada di kawasan Jawa Tengah ini juga dapat membelinya di pasaran, ini menjadi oleh – oleh khas yang tahan lama.

Warung gudeg yang satu ini sekarang sudah dikelola oleh generasi yang ketiga, namun Anda tak perlu lagi meragukan rasa masakannya, karena resep yang didapatkan sudah turun temurun mulai dari penjualan yang pertama di zaman penjajahan Jepang dulu. Satu yang membedakan gudeg ini dengan yang lainnya adalah cara memasak yang masih sangat tradisional mengandalkan tungku dengan bahan bakar kayu, hal inilah yang membuat rasa masalah menjadi lebih khas dengan aroma yang sedap.

Tak hanya itu, rasa lebih enak juga ditawarkan karena bahan dasar daging yang digunakan adalah ayam kampung, rasanya lebih empuk dan gurih. Untuk mendapatkan satu porsi gudeg tersebut kamu juga tak harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Cukup 9 ribu rupiah untuk menu nasi putih dan gudeg dengan lauk telur ayam, namun bagi Anda yang menginginkan sajian dengan tambahan suwir ayam tinggal menambah seribu lagi, sangat murah bukan.

Sebelum disajikan ke tangan pelanggan, menu masakan yang satu ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengolahan, mulai dari memasak nangka, hingga pengolahan daging ayam juga telur, hal unik dari warung yang satu ini adalah ia hanya bukan dari sore yaitu sekitar jam 4 hingga pagi menjelang yaitu pukul 7 pagi ini adalah menu yang sangat cocok bagi kamu untuk makan di malam hari, kapan lagi bisa mendapatkan warung yang selalu buka bahkan dini hai kecuali warung tersebut dan akan lebih nikmat saat menu tersebut disantap di tempat secara langsung ditemani dengan menu wedang hangat.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.