Rencana Pembangunan Desa Wisata Baru di Bali Sepanjang Tahun 2016

Pulau Bali memang menjadi incaran wisatawan dari banyak negara yang tentunya membuatnya setiap saat selalu penuh pengunjung. Perkembangan wisata di Pulau Bali memang sudah terjadi sejak lama dan terus berkembang hingga saat ini. Ada banyak destinasi wisata baru yang digagas oleh pemerintah kota Denpasar, Bali untuk memanjakan wisatawan yang datang. Pengembangan wisata dengan membangun Desa Wisata pun dilakukan yang tercatat hingga sekarang ada sekitar 53 desa yang diubah menjadi Desa Wisata.

Pembangunan Desa Wisata Baru

Adanya 53 Desa Wisata ini sudah mulai dinikmati oleh para wisatawan sepanjang tahun 2015 lalu, perkembangan yang pesat ternyata tidak membuat pemerintah kota mudah puas. Hal ini ditunjukkan melalui rencana untuk membangun 11 Desa Wisata baru di sepanjang tahun 2016. Pembangunan perkampungan yang syarat akan budaya dan adat istiadat daerah masing-masing di Bali tentu bukan tanpa maksud. Kepala Dinas Pariwisata Bali, yakni AA Gedhe Yuniartha Putra, mengungkapkan akan membuka atraksi baru yang ditujukan kepada wisatawan.

Sebab berdasarkan data wisatawan yang datang ke Pulau Bali, nyaris semuanya berkunjung untuk ke sekian kalinya. Artinya wisatawan yang datang jika tidak mendapatkan destinasi kunjungan baru akan mengurungkan niat berkunjung lagi. Siapapun tentu akan bosan jika datang ke Bali hanya mengunjungi obyek wisata itu-itu saja dengan atraksi budaya yang tidak kalah monoton. Maka kemudian muncul ide membangun Desa Wisata, dan menuai kesuksesan. Sebab dengan 53 desa yang selesai digarap di tahun 2015 minat pengunjung semakin tinggi.

Banyak daerah di Bali yang memiliki daya tarik tersendiri dari segi adat dan budayanya sehingga sayang jika tidak diperkenalkan kepada dunia. Pembangunan Desa Wisata baru juga bertujuan untuk meratakan destinasi wisata di semua daerah tanpa harus terpusat di Bali Selatan dan Tenggara. Wisatawan yang datang setiap tahunnya selalu dalam jumlah yang fantastis dan harus menjadi pemacu untuk mengembangkan sektor pariwisata di Bali. Jika hanya terpusat di satu wilayah nantinya kondisinya akan terlalu sesak dan mengurangi kenyamanan wisatawan itu sendiri.

Keadaan masyarakat pun tidak akan merata dengan pembangunan sektor wisata yang tidak merata sehingga perekonomiannya jomplang. Mencegah hal tersebut maka pengembangan wisata dan membangun wisata baru dengan atraksinya yang khas di setiap daerah. Akan menjadikan Pulau Bali selalu menyuguhkan sesuatu yang baru dan segar sehingga wisatawan tertantang untuk menikmatinya. Pembangunan pariwisata yang menyeluruh akan mampu mendapatkan peningkatan penghasilan masyarakat di daerah tersebut.

Jika semua daerah sudah memiliki potensi wisata yang tergarap dengan baik maka masyarakat pun akan mendapatkan manfaat darinya. Rencananya oleh AA Gedhe Yuniartha Putra pada tahun 2018 mendatang sudah ada sekitar 100 Desa Wisata. Apabila memungkinkan bisa lebih sehingga membuat Bali tidak hanya terkenal akan obyek wisata pantainya. Namun juga akan beragam Desa Wisata yang menyuguhkan wisata budaya semakin tertata rapi dan nyaman untuk dipelajari wisatawan.

Menurut Menteri Pariwisata, yakni Arief Yahya, menuturkan bahwa Indonesia memiliki tiga segmen produk wisata yang disukai turis asing. Yakni segmen budaya atau cultur yang mencapai 60%, disusul segmen alam atau nature yang berada di presentasi 30%, yang terakhir segmen buatan manusia atau manmade sekitar 20%. Indonesia memang di mata dunia memiliki kekayaan budaya lokal yang menarik dan menjadi magnet utama kunjungan wisata. Pulau Bali dengan beragam atraksi budayanya mampu memberikan 60% kunjungan wisata dunia.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.