Wisata di Kaldera Bromo Dibuka Kembali Secara Terbatas

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru saat ini telah kembali membuka kawasan wisata di Gunung bromo tetapi hanya terbatas. Gunung bromo memiliki ketinggian hingga mencapai 2.300 meter ini sudah diturunkan informasinya menjadi status waspada. Perihal ini disampaikan oleh kepala taman nasional ketika di hubungi dari probolinggo sabtu Februari 2016 tanggal 27 kemarin.
Gunung Bromo berada di daerah perbatasan antara Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang. Status waspada level kedua ini telah diturunkan setelah menghadapi statu siaga level ketiga sebelum-sebelumnya yang terindikasi aktifitas gunung merapi tersebut sangat berbahaya baik secara seismik ataupun secara visual. Akhirnya masyarakat maupun wisatawan bisa melakukan kegiatan kembali di daerah Kaldera Tengger tersebut, namun masih tidak diperbolehkan untuk berada di kawah bromo.
Kepala bagian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan membuka secara penuh kawasan objek wisata Bromo pada 12 Maret tahun 2016 nanti. Dengan perihal tersebut, maka kendaraan bermotor sudah bisa melewati daerah Tengger Laut Pasir seperti biasanya. Tetapi, ada tembahan beberapa peraturan yang akan diberlakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diduga dari gunung Bromo tersebut. Sehingga, setidaknya untuk para pengguna kendaraan bermotor, jalur kuda maupun jalur pejalan kaki dibuat untuk beberapa jalur yang dimana semuanya harus mematuhinya.
Penurunan status siaga menjadi waspada adalah sebuah perhitungan yang tidak sembarang, badan pengamatan dan penyelidikan PVMBG telah menganalisa beberapa keadaan yang terjadi dari aktifitas gunung bromo tersebut. Dikarenakan visual dan seismik telah stabil, akhirnya status tersebut di turunkan dan pada akhirnya masyarakat serta para wisatawan bisa berkunjung kembali ke objek wisata di Kaldera Bromo tetapi dengan terbatas dan bersyarat.
Terbatas disini salah satunya adalah jarak aman untuk para wisatawan ataupun masyarakat setempat telah dipersempit dengan jarak hingga 1 kilometer, terhitung dari puncak yang ada di kawah Bromo tersebut. Jika mengamati pada status sebelumnya yaitu siaga, jarak yang tidak boleh didekati sekitar 2,5 kilometer terhitung dari puncak kawah Bromo. Dengan perihal tersebut, setidaknya para wisatawan sudah tidak perlu lagi merasa khawatir untuk berkunjung ke daerah Kaldera Gunung Bromo.
Tambahannya pula, pemerintah setempat sudah mempersiapkan berbagai rencana operasi untuk puncak Bromo jika memang terjadi erupsi. Koordinasi dari berbagai pihak serta simulasi terus dilakukan jika memang dampak dari abu vulkanik yang keluar dari gunung tersebut menyelimuti berbagai macam daerah. Kemudian untuk tempat pengungsianpun sudah dipersiapkan dengan terencana secara baik dan terarah.
Oleh karena itu, untuk Anda yang sudah merencanakan untuk mengunjungi gunung bromo, saat ini status siaga level ketiga sudah turun menjadi status waspada level dua. Dengan demikian, Anda sudah tidak perlu khawatir untuk berlibur bersama keluarga ataupun teman merasakan indahnya kawasan wisata gunung Bromo yang ada di perbatasan Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang ini.
Demikian ulasan singkat di atas mengenai wisata Kaldera Gunung Bromo, yang saat ini telah dibuka kembali. Walaupun secara terbatas, tetapi segala fasilitas disana bertujuan untuk menjaga semua keselamatan masyarakat ataupun para wisatawan dari segala perhitungan di luar kendali. Dengan terbukanya tempat wisata ini, menjadikan sebuah kesempatan besar bagi Anda yang ingin merasakan nuansa erupsi gunung Bromo yang belum tentu bisa Anda nikmati diberbagai tempat manapun. Apalagi pemerintah setempat disana memberikan beberapa paket wisata serta jaminan keamanan yang akan menambah kenyamanan dari setiap wisata Anda.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.