Pindang Patin Berkuah Asam Segar yang Kaya Akan Bumbu Rempah – Rempah

Berkunjung ke daerah Lampung tak lepas dari kegiatan aktivitas untuk mengenal beragam wisata kulinernya yang lezat dan sangat khas. Nah, untuk Anda pecinta kuliner mungkin sudah tak asing lagi mendengar kuliner yang satu ini yaitu Pindang Patin. Salah satu rumah makan yang menawarkan menu Pindang Patin tersebut adalah Pondok Musi Way Lima yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi No. 102, Pengajara – Bandar Lampung atau tepatnya berada di seberang Hotel Grand Praba. Rumah makan ini terbilang baru karena pasalnya baru berdiri tiga bulan yang lalu. Meskipun baru, rumah makan yang satu ini selalu ramai pengunjung setiap harinya, karena disini menyediakan paket promo yang terdiri dari pindang patin, nasi dan teh botol. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau yaitu Rp. 20 ribu saja per porsinya maka Anda sudah bisa menikmati sajian kuliner khas Palembang.  

Jika ada pengunjung yang berminat memilih menu selain pindang patin bisa diganti dengan lauk lainnya seperti pindang ayam, pepes patin, atau mungkin dengan pepes ayam. Rumah makan tersebut juga melayani pemesanan paket dengan jumlah minimal 30 orang. Jadi, untuk Anda yang ingin mengadakan acara – acara seperti arisan, kumpul – kumpul atau event bisa memanfaatkan paket promo dari Pondok Musi Way Lima. Tak hanya menyajikan menu paket dengan harga Rp. 20 ribu saja, namun disana juga terdapat menu lainnya yang bisa Anda pilih mulai dari Pindang Ikan Baung dengan harga Rp. 30 ribu, Pindang Iga, seharga Rp. 40 ribu, Asam Pade Ikan Simba seharga Rp. 25 ribu dan Pindang Kepala Simba seharga Rp. 50 ribu. Semua menu yang disajikan di rumah makan ini menggunakan ikan segar, kuah, dan bumbu rempah – rempah lebih banyak dibandingkan dengan rumah makan Palembang lainnya. Rumah makan ini pun menyediakan fasilitas penunjang seperti Wi – fi dan karaoke keluarga. Tujuannya adalah supaya para pengunjung yang datang ke tempat ini merasakan kenyamanan disaat menyantap makanan.

Untuk jam operasionalnya, rumah makan ini buka dari pukul 11.00 hingga pukul 21.00. Tersedia berbagi pilihan meja lesehan serta meja dan kursi. Belum sampai di meja pun, aroma gurih disertai semerbak wangi kemangi telah menggoda. Asap putih tipis dari mangkuk tampak seperti jampi – jampi, siap menghipnotis lidah tak lama lagi. Benar saja. Baru menyeruput kuahnya, saraf pengecap di lidah mulai terlena. Segarnya ikan patin yang cukup berlemak memang amat cocok diolah menjadi masakan pindang patin yang berkuah segar. Paduan kesegaran dengan gurihnya lemak ikan inilah yang menjadi keistimewaan pindang patin.

Apabila Anda perhatikan, kuah pindang patin memiliki warna yang cenderung kekuningan. Warna kuning tersebut di dapati dari buah nanas yang diparut serta asam jawa yang memberikan rasa asam namun segar ketika dinikmati. Secara keseluruhan, kolaborasi rasa yang tercipta hanya gurih, asin, manis yang samar, pedas, dan diselimuti oleh rasa asam – asam segar, sementara daun kemangi menambah sedap harum masakan. Bumbu rempah – rempah yang digunakan kurang lebih ada sepuluh macam seperti sereh, laos, cabai, dan lain sebagainya sehingga memberikan rasa hangat pada tubuh setelah menikmatinya.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.