Pengembangan Sektor Pariwisata di Ternate

Gerhana matahari total yang terjadi pada 9 Maret 2016 beberapa waktu lalu ternyata memberikan dampak positif dalam dunia pariwisata di Indonesia. Gerhana matahari yang terjadi 350 tahun sekali ini bisa disaksikan di 7 provinsi di tanah air. Salah satunya ialah di Ternate Provinsi Maluku Utara, yang pada hari tersebut dipenuhi wisatawan dari luar daerah hingga luar negeri. Momentum gerhana tersebut menjadi salah satu ajang untuk memperkenalkan aset pariwisata di tanah air.

Ternate Mempesona Turis Asing

Pada tanggal 9 Maret ketika gerhana matahari terjadi wisatawan memenuhi kota Ternate, terhitung ada sekitar 4.000 wisatawan yang berkunjung. Seribu lebih merupakan turis asing yang sengaja datang ke Ternate untuk menyaksikan peristiwa alam yang langka tersebut. Pemerintah pun menjadikan moment tersebut untuk melakukan pengembangan obyek wisata di berbagai daerah. Kunjungan wisatawan dari berbagai negara ternyata tidak hanya menikmati keindahan gerhana matahari total yang terjadi.

Turis asing yang hendak pulang ke negaranya pada keesokan harinya, tanggal 10 Maret, ketika ditemui di Bandar Udara Sutan Babullah. Mengungkapkan bahwa selama sehari penuh di Ternate mereka terpesona dengan obyek wisata yang ada. Obyek wisata yang membuat decak kagum para turis adalah obyek pantai, obyek dengan berbagai peninggalan sejarah, obyek wisata bernilai warisan budaya. Beberapa turis bahkan juga mengaku kagum dengan keberadaan lokasi bekas aktivitas vulkanin dari Gunung Gamalama yang meletus.

Salah satu wisatawan asal negeri Kincir Angin, Belanda, mengungkapkan bahwa selama seharian berkeliling kota Ternate. Perjalanan sepanjang 42 kilometer tersebut menghadirkan pemandangan pantai yang indah dan masih sangat alami. Kemudian mendapati keindahan jejak peristiwa meletusnya Gunung Gamalama dalam bentuk Danau Tolire dan juga Batu Angus. Kemudian masih belum selesai kekaguman turis dari Belanda masih disuguhkan pemandangan lokasi dengan nilai sejarah tinggi.

Sebab di kota Ternate terdapat banyak bukti sejarah, peninggalan sejarah dari masa Kerajaan Kedaton Sutan Ternate. Sekaligus benteng-benteng perlindungan yang dibangun dan ditinggalkan oleh para tentara kolonial yang sempat menguasai Ternate. Bagi penilaian para turis, datang ke Ternate merupakan kunjungan ke sebuah pulau kecil. Namun siapa sangka di dalam pulau yang terbilang kecil ini tersedia banyak hal berharga untuk dinikmati kala liburan. Mayoritas turis mengatakan merasa bangga dan senang bisa mampir ke pulau indah ini.

Turis asing yang datang dari Inggris pun mengungkapkan hal yang serupa, dimana kota kecil Ternate menyimpan banyak hal menarik. Kemudian didukung pula oleh pengelolaan pemerintah yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan mancanegara. Sebab disediakannya peta jalan untuk mencapai berbagai obyek wisata menarik yang terdapat disini. Turis dari Inggris pun berujar bahwa tidak mengalami kendala atau perlu bertanya ke banyak orang untuk bisa sampai ke salah satu obyek wisata. Wisatawan tentu merasa sangat terbantu dengan fasilitas ini sehingga semua kunjungan bisa dilakukan dengan mudah dan juga cepat.

Suguhan yang menarik memang sudah ada sejak lama, sayangnya belum begitu tergarap dengan sempurna karena berbagai kendala. Adanya peristiwa alam gerhana matahari total yang tidak terjadi setiap tahun dan dalam jangka yang berdekatan. Menjadikan peristiwa tersebut menjadi magnet tersendiri untuk turis asing masuk ke tanah Ternate. Efek samping yang diberikan cukup positif sebab pemerintah daerah Ternate bisa sekalian memperkenalkan kekayaan obyek wisata yang saat ini tengah dalam proses pengembangan besar-besaran.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.