Menyantap Gudeg di Warung Paling Terkenal di Yogyakarta

Salah satu ikon kuliner yang terkenal di Yogyakarta adalah Gudeg, yang merupakan sejenis sayur berbahan nangka muda. Masyarakat Jawa terutama di Yogyakarta menyebut nangka muda sebagai gori yang diolah dengan bumbu manis kemudian dikenal sebagai gudeg. Banyak penjual nasi gudeg yang bisa dijumpai di Yogyakarta terutama di lokasi obyek wisata. Kota Yogyakarta sendiri bahkan dikenal pula dengan sebutan Kota Gudeg yang merupakan menu tradisional khas disana.

Continue reading

Makanan Tradisional yang Dirombak Lebih Modern di Orange Resto

Beberapa orang lebih tertarik untuk mencicipi masakan barat sebab dipandang lebih enak sekaligus tampilannya menarik. Meskipun mayoritas hidangan ala barat yang dijajakan di tanah air kaya akan pengawet, lemak, dan zat tidak bermanfaat bagi tubuh lainnya. Pamor makanan tradisional memang sedikit tergeser meskipun penggemarnya tetap ada namun terbatas. Kabar baiknya, ada salah satu tempat makan di Bogor yang melakukan modifikasi pada makanan tradisional.

Continue reading

Masakan Italia Sedap Menggoda dengan Nama yang Nyeleneh

Kebanyakan orang yang berkunjung ke Jambi pasti menikmati hidangan khas seperti Nasi Pecel, Nasi Padang, dan juga menu Sate Padang. Jika setiap kali mampir ke Jambi harus menyantap semua menu tersebut bergantian. Mungkin secara alamiah rasa bosan akan hinggap, sehingga perlu alternatif menu lain yang bisa memberikan sentuhan lain di lidah. Hendak memberikan jeda untuk makanan khas Jambi tersebut ada baiknya mencoba mampir ke Pasta Kangen Frostbite.

Continue reading

Makan Malam Romantis di Atap Gedung Namun Tetap Hemat

Ada banyak tempat makan menarik di Bali, namun keunikan yang diberikan oleh The Light House bisa dijadikan pilihan menikmati suasana yang romantis. The Light House berada di rooftop Aston Kuta Hotel yang memberikan tempat makan outdoor. Konsep luar ruangan ini menjadi daya tarik tersendiri yang diberikan oleh tempat makan yang menyatu dengan Aston Hotel. Berkunjung kemari akan memberikan pengalaman menikmati santapan makan malam di suasana yang romantis dan memikat.

Continue reading

Berburu Waktu Romantis ke Tangerang dengan Menyusuri Tepian Sungai Cisadane

Memang cukup sulit untuk menemukan kawasan wisata alam di kota besar, semua lahan hijaunya sudah mulai habis untuk dijadikan sebagai pemukiman warna. Hal ini juga berlaku dengan animo masyarakat terhadap jenis wisata alam juga berkurang, kebanyakan lebih senang mengunjungi tempat wisata bermain yang lebih banyak tawarkan sebuah tantangan. Paling-paling hanya taman kota kawasan hijau nan sejuk yang masih bisa kamu jumpai. Sama halnya dengan yang berlaku di Tangerang.

Kawasan yang berada tak terlalu jauh dari Ibukota Indonesia ini juga merupakan daerah padat penduduk, kebanyakan merupakan areal industri, sangat jarang menemukan sesuatu yang lain, utamanya adalah keindahan alam jika kamu tak ingin menepi. Namun sekarang ada sesuatu yang cukup menarik, tentunya kamu sudah tak terlalu asing dengan sungai Cisadane bukan, salah satu sungai besar yang alirannya ternyata juga melewati kota Tangerang, nah ada sesuatu yang berbeda dengan kawasan pinggiran dari sungai tersebut.

Nampak sangat berbeda karena bukan tumpukan sampah dengan aliran air yang kotor lagi, kamu justru akan menemukan pemandangan yang sangat menarik disini. Tepian dari sungai Cisadane ini sekarang sudah disulap menjadi sebuah tepat wisata keluarga, mengapa demikian karena memang kamu dapat menikmati beraneka jenis kegiatan yang menarik selama disini, termasuk diantaranya kamu yang senang dengan olahraga memancing.

Kawasan sungai yang cukup luas dipenuhi oleh jajaran orang yang sedang memancing, nyatanya habitat ikan yang ada di dalamnya juga cukup besar, tak hanya tawaran ikan-ikan kecil saja yang dapat kamu jumpai, melainkan tak jarang yang bisa membawa pulang ikan dalam ukuran besar, bahkan dengan berat mencapai 3 kg, nah bagi yang memburu ketenangan dan ingin sejenak melepas diri dari stress, nampaknya ini adalah alternatif terbaik yang dapat kamu coba.

Di kala pagi menjelang kamu akan menemukan jajaran warga sekitar baik itu anak-anak atau orang dewasa dengan celana training dan kaos santai, untuk apalagi jika tidak lakukan kegiatan pagi, hal ini akan jauh lebih ramai saat weekend tiba. Nah untuk kamu pasangan yang mengidam-idamkan tempat nan romantis dalam kencan, namun tak ingin keluar uang dalam jumlah banyak pinggiran dari sungai Cisadane ini juga dapat dijadikan sebagai pilihan. Setidaknya kamu bisa menikmati waktu romantis sambil memandang matahari tenggelam.

Nah petang menjelang keramaian juga tak berhenti disana, nyatanya di saat malam hari tempat ini akan lebih ramai dengan pengunjung, anak muda akan nongkrong sambil menikmati sajian kuliner yang ada disini, beragam jenis panganan bisa kamu nikmati, baik itu lokal maupun sajian mancanegara. Salah satu yang cukup diminati adalah olahan yang berasal dari ikan segara hasil tangkapan langsung dari tepian sungai tersebut.

Di kawasan jembatan pelangi yang juga menjadi ikon dari sungai tersebut ada beragam penjual jajanan keliling, hanya tak hanya yang gerobakan saja, melainkan juga yang stay, paling tidak lumayan untuk mengganjal perut kamu selama berkunjung kesini. Sore hari juga adalah tempat yang paling pas menyaksikan ratusan burung walet yang tengah terbang ingin kembali kedalam sangkarnya.

Di salah satu wilayah kamu akan menjumpai sebuah taman bermain, lahan kecil yang dikelilingi dengan pohon akasia dan beberapa jenis nan rindang, di siang hari banyak orang dewasa yang berteduh atau sekedar duduk santai disana, menariknya disini ada sebuah cafe yang mengusung tema travelling dimana pengunjung bukan menempati sebuah meja makan, namun ditaruh dalam sebuah tenda-tenda kemah kecil.

Mengintip Keindahan Air Terjun Tirta Rimba di Baubau Yuk!

Kepulauan Indonesia memang memiliki jumlah gung terbanyak yang ada dunia, tak hanya yang sudah mati melainkan juga yang masih aktif, tak jarang hal ini menciptakan tawaran wisata tersendiri yang menarik perhatian turis mancanegara, apalagi yang hobby menjelajah gunung dan menaklukkan puncaknya. Jumlah antara dataran rendah dan tinggi memang dikatakan cukup merata untuk tiap wilayahnya sehingga tak sulit bagi Anda menemukan hal-hal baru yang akan memanjakan mata.

Selain dengan mendaki masih banyak lagi tawaran obyek wisata yang menarik untuk disinggahi, termasuk diantaranya bagi kamu yang menggila air terjun. Jatuhnya aliran air dari dataran tinggi menuju ke kawasan yang lebih rendah, apalagi pada daerah yang berbatu memang sering kali menciptakan fenomena alam indah yang satu ini, yaitu air terjun. Kamu akan menemukan sensasi berbeda saat mengunjungi beberapa kawasan wisata tersebut, nah selain Malang dan juga Bandung yang terkenal dengan beragam curuknya, ada sebuah kawasan di Sulawesi Tenggara yang nyatanya juga tawarkan keindahan air yang jatuh ke dataran rendah tersebut, tepatnya berada di Taman Wisata Alam Tirta Rimba, Kota Baubau.

Terdapat sebuah air terjun dengan ketinggian 12 meter dari tanah yang sangat indah, bahkan kebanyakan pengunjung yang datang juga bukan hanya dari dalam kota Baubau saja, melainkan luar kota yang penasaran dengan keindahan obyek tersebut. Nah kamu akan menjumpai pepohonan yang tumbuh subur di sepanjang kawasan tersebut, tak hanya itu, daerah sekitar juga merupakan aliran sungai, sehingga cukup sepi, jauh dari keramaian kota besar.

Perlu diketahui bahwa kawasan wisata yang juga dijadikan sebagai taman nasional tersebut memiliki aliran sungai yang cukup deras, pada saat musim hujan tiba tingkat ketinggian sungai yang ada di bawahnya bahkan cukup besar sehingga cukup jangan pengunjung yang berani untuk mandi atau berenang, namun juga tak perlu khawatir karena cukup dengan melihat keindahannya dari bawah saja kamu akan merasa sangat termanjakan, kebanyakan yang datang tak segan untuk menggelar tikar dan duduk-duduk santai, suasana cukup sejuk bahkan damai untuk sekedar beristirahat.

Datang kesini juga tak lengkap jika kamu tak ikut serta dalam mengabadikan gambar, pemandangan daerah sekitar sangat indah, penuh dengan pepohonan hijau dan gemericik air sungai. Ah bentuk dari air terjun yang satu ini juga cukup unik karena meski tak terlalu tinggi namun melebar, jika umumnya air yang jatuh dari pegunungan juga akan berwarna sangat putih nan bening maka tidak dengan air terjun Tirta Rimba, ia justru nampak cukup gelap, apalagi saat kamu berkunjung di kala musim hujan tiba, maka warna airnya sangat kecoklatan, seperti ada campuran lumpur di setiap butiran air yang jatuh, mungkin itu juga menjadi salah satu alasan kurang banyak masyarakat yang tertarik mendaki di bawahnya.

Untuk mencapai ke kawasan tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi baik itu mobil atau juga motor, mengingat memang belum ada angkutan umum yang akan secara langsung membawa Anda kesana, namun karena pemerintah sendiri sudah meresmikannya sebagai salah satu destinasi wisata alam yang ada disini, jalanan yang digunakan juga cukup mudah untuk dilalui kendaraan, membutuhkan waktu 40 hingga 60 menit untuk menuju ke lokasi, akan cukup ramai dengan pengunjung kala weekend dan liburan sekolah tiba.

Ratusan Pasang Gagang Bayam Menyerbu Danau Limboto di Bulan Juni Hingga Juli

Bagi yang menyukai jenis fotografi binatang tentunya merasa kesulitan untuk dapatkan gambar yang masih alami di alam terbuka terkait dengan hewan, mengingat kebanyakan wilayah di Indonesia sudah banyak yang dijadikan sebagai pemukiman padat penduduk sehingga habitat asli dari beberapa satwa mulai punah, berbeda dengan beberapa kawasan yang ada di diluar negeri yang memang memperhatikan keseimbangan hidup satwanya. Namun tidak jika kamu sekali-kali main ke Gorontalo, Sulawesi. Sebenarnya tak jauh berbeda dengan daerah yang ada di Sumatera masih ada beberapa kawasan lindung.

Pemerintah secara langsung memang sudah meresmikannya sebagai kawasan yang dilindungi dan dijadikan sebagai obyek wisata. Nah saat kamu berkunjung kesini salah satu kawasan yang tak boleh untuk dilupakan dalah Danau Limboto, namanya mungkin sudah tak terlalu asing bagi Anda, danau dengan luas 2500 hektar ini sangat menarik untuk disinggahi, di sepanjang sungai yang nantinya akan bermuara disini memiliki lumpur yang tebal namun tak akan pernah kering di sepanjang tahun, inilah yang menarik perhatian beberapa satwa untuk singgah, diantaranya adalah beragam jenis burung.

Kamu akan menemukan beberapa ekor Gagang Bayam, sebutan untuk salah satu jenis burung dengan kaki dan juga leher yang panjang, tak hanya berwarna putih namun juga banyak diantaranya tang memiliki warna hitam legam, umumnya mereka datang secara berpasangan, bahkan di bulan-bulan tertentu tempat yang satu ini akan dipenuhi dengan kawanan burung tersebut dalam jumlah ratusan, tepatnya adalah pada tengah-tengah tahun yaitu bulan Juni hingga Juli, tak hanya di sepanjang danau saja, melainkan juga sawah dan aliran sungai yang mengandung lumpur guna mendapatkan makan.

Danau limboto memang dikenal cukup kaya akan habitat ikan-ikan kecil inilah yang menarik bagi kawanan burung tersebut untuk berburu mangsa disini, mengapa hanya di bulan Juni dan Juli saja segerombolan Gagang Bayam menyerbu kawasan ini?, karena pada bukan tersebut daerah ini cukup kering, banyak air yang mulai menyusut sehingga hanya menyisakan lumpur tempat beberapa jenis ikan masih mempertahankan diri untuk hidup, sangat mudah bagi satwa tersebut untuk mencari makan.

Tak hanya ikan-ikan kecil, beberapa jenis kepiting juga dapat dengan mudah dijumpai, burung yang satu ini memang menyukai habitat yang cukup basah dan umum mencari makan dalam lingkungan yang berlumpur tak jauh berbeda dengan burung kuntul. Nah untuk kawasan Indonesia sendiri yang paling populer adalah Gagang Bayam timur, dimana ia memiliki kriteria yaitu satu warna dalam tiap burung, mengingat jenis lainnya juga ada yang belang, biasanya dapat dengan mudah ditemukan pada kawasan Sunda Besar, Sulawesi dan Filipina, apalagi saat benua Australia memasuki musim dingin maka mereka akan bermigrasi kesini.

Nah untuk kamu yang penasaran dalam mengabadikan secara langsung ratusan kawanan Gagang Bayam yang tengah mencari makan tak terlalu sulit untuk datang kesini, lokasinya cukup dengan pusat kota Gorontali, setidaknya hanya memakan 10 menit saja menggunakan kendaraan roda 2, namun jika ingin menjepret pastikan untuk berhati-hati mengingat ia sangat peka, paling tidak kamu harus sembunyi agar kawanan burung tersebut tak berhamburan terbang.

Selain keindahan dari ratusan burung tersebut kamu juga akan menikmati suguhan view dari danau limboto ini, kawasan yang sangat sejuk nan berlumpur. Beberapa pengunjung bahkan tak jarang datang untuk memancing, mengingat ada banyak jenis ikan di dalamnya, jika beruntung kamu bahkan bisa membawa pulang kepiting sawah.

List 7 Barang yang Harus Ada dalam Tas Traveler

Hari libur tiba tentunya menjadi saat yang membahagiakan bagi Anda semuanya, mengingat di sepanjang tahun kamu mungkin hanya akan dapatkan 1 hingga 2 kali waktu liburan panjang, saatnya untuk travelling, menggunakan waktu senggang yang ada dengan mengunjungi beberapa kawasan yang menarik perhatian, sebelumnya kamu sudah memiliki list mana saja kota yang nampaknya menarik untuk dituju. Nah mendapatkan suasana yang baru dengan beragam hal menarik tentunya akan mengisi pengalaman Anda bukan, namun sayangnya persiapan liburan tetap membutuhkan waktu yang lama.

Kamu tak bisa sekarang merencanakan lalu besok langsung pergi, pasti ada sesuatu yang nantinya kurang dalam persiapannya, melakukan kunjungan ke tempat yang baru, jika kamu seorang travelling sejati tak hanya membutuhkan persiapan ongkos saja, melainkan juga barang bawaan. Nyatanya banyak orang yang merasa kebingungan setelah di list barang yang mereka bawa kurang. Nah untuk lebih cermatnya berikut ini ada beberapa daftar barang wajib yang harus ada dalam tas selama kamu melakukan traveling, diantaranya adalah:

1. Sikat gigi
Tak memungkiri bahwa di setiap mini market terdekat kamu akan banyak menjumpainya, namun tak ada jaminan bahwa Anda akan dengan mudah menemukan minimarket mana yang akan dituju, nah untuk lebih hematnya kamu bisa langsung membawa dari rumah, agar tak menganggu perjalanan, kapanpun butuh nantinya tinggal ambil dari dalam tas saja, apalagi ini adalah kebutuhan penting untuk menjaga penampilan dan senyum tetap cerah.

2. Tisu sanitasi
Bagi yang menghabiskan waktu perjalanan dengan berada dalam kendaraan sangat penting membawa perlengkapan yang satu ini, paling tidak meskipun kamu tak mandi selama perjalanan namun ada tisu basah yang dapat digunakan untuk menyeka badan. Karena nantinya Anda juga akan berbagi kamar mandi umum tak ada jaminan kebersihan disana penting menyiapkan hal yang satu ini, bawalah satu pak.

3. Dry shampo
Keramas merupakan hal langka yang bisa kamu lakukan selama melakukan perjalanan di dalam kendaraan, untuk itu sedia shampo kering atau dry shampo, paling tidak pemakaiannya tanpa menggunakan air sehingga tak harus menggunakan di dalam kamar mandi.

4. Syal tebal
Nah untuk yang sudah berangan-angan untuk lakukan perjalanan ke dataran tinggi maka selain baju hangat syal juga harus masuk ke dalam tas yang kamu bawa, selain dapat digunakan dalam menghangatkan leher Anda juga bermanfaat sebagai selimut karena pasti akan sangat kerepotan jika kamu harus membawanya selama perjalanan.

5. Power bank yang sudah terisi penuh
Jangan hanya membawa yang memiliki daya setara dengan ponsel kamu, melainkan juga kapasitas besar, sehingga nantinya tak perlu takut jika ponsel yang digunakan kehabisan daya, di tempat yang menyediakan aliran listrik nantinya kamu juga dapat rutin mencharge sebagai cadangan.

6. Headset
Bagi yang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang ini adalah alat penting yang dapat digunakan saat pesawat akan tembang maupun landing karena dapat menjaga keseimbangan dalam telinga kamu.

7. Pelembab kulit dan bibir
Pelembab ini adalah bahan paling penting bagi kaum wanita, dalam kondisi lingkungan yang baru kamu tentunya tak bisa memprediksi keberadaan suhu yang ada disana, apakah bagus untuk kulit atau tidak, sehingga jaga-jaga agar kulit dan bibir Anda tetap sehat maka gunakan bahan pelembab.

Sekarang semua perlengkapan kamu sudah di pack, uang juga sudah disiapkan maka selanjutnya nikmati waktu liburan kamu.

Bangka Belitung yang Indah Namun Sepi Pengunjung

Bangka Belitung memang menjadi daerah indah di Indonesia yang masih belum begitu dikenal oleh wisatawan dunia. Momentum gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 kemarin membuat Bangka Belitung mulai diketahui turis asing. Sebab dengan kejadian alam yang tidak terjadi sepanjang tahun tersebut membuat turis asing datang ke beberapa daerah di Indonesia untuk menyaksikan fenomena tersebut. Ternyata semua turis dari berbagai negara tidak hanya menyaksikan gerhana matahari total namun juga menjelajahi daerah yang dikunjungi.

Bangka Belitung yang Indah Namun Sepi

Beberapa turis yang ingin melihat gerhana matahari total bisa berkunjung ke tujuh provinsi di Indonesia, dan Bangka Belitung masuk ke dalamnya. Tidak heran jika beberapa daerah berhasil menyedot perhatian wisatawan asing yang berasal dari berbagai negara. Serentak beberapa daerah yang dilalui gerhana matahari total dipenuhi oleh orang luar negeri. Hal yang sama juga terjadi pada Bangka Belitung yang selama dua sampai tiga hari dari tanggal 8-10 Maret 2016 dipenuhi turis asing.

Beberapa turis yang singgah ke Bangka Belitung kemudian menyempatkan diri untuk menjelajahi isi pulau yang cantik dan memikat ini. Beberapa turis juga pernah berkunjung ke Indonesia sebelumnya, mereka mengaku berkunjung ke Pulau Bali. Setelah singgah di Bangka Belitung kebanyakan turis mengungkapkan rasa heran. Menurut pengamatan mereka, Bangka Belitung memiliki keindahan yang boleh dibilang sama menariknya dengan yang dimiliki Bali. Sayangnya keindahan tersebut tidak diketahui dan menjadikan pulau ini nyaris sepi oleh wisatawan.

Steve yang merupakan wisatawan dari Australia sengaja datang ke Bangka Belitung menyaksikan gerhana matahari. Ia mengatakan bahwa pantai indah yang ada disini masih sangat asri dan tidak banyak orang yang berada disana. Keindahan pantai berpasir putih dengan kondisi sepi seperti ini terlihat tanpa cela dan sempurna. Steve juga mengaku bahwa selama disini ia sering dimintai berfoto bersama dengan masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa kedatangan turis asing berkulit putih pucat masih sangat jarang.

Menurut pendapatnya jika ia berkunjung ke Bali atau Jakarta sudah tentu tidak ada orang yang berminat berfoto dengannya. Meski ia juga mengakui bahwa banyak wisatawan Australia memilih datang ke Bali karena biaya kunjungan yang murah. Pulau Bali sebagai destinasi wisata semua turis dari berbagai penjuru dunia memberikan kemudahan akses dan biaya untuk singgah. Meski begitu keindahan yang disuguhkan Bangka Belitung baginya melebihi keindahan alam yang ditawarkan oleh Pulau Dewata.

Hal senada juga diungkapkan oleh turis asal Jerman, yang berujar sudah berkunjung ke Bali beberapa kali. Ia datang bersama pasangannya dan sudah menikmati keindahan Pantai Kuta dan Legian yang terlalu penuh oleh wisatawan. Baginya dan sang pasangan berlibur ke Bali memang menyenangkan sayangnya tidak terlalu cocok dengan suasananya yang sudah ramai. Melihat keindahan alam di Bangka Belitung yang sempurna dan masih sepi membuatnya tertarik datang lagi untuk liburan ke Indonesia ke sekian kalinya.

Memang perlu diakui bahwa moment gerhana matahari total menjadi salah satu momentum penting bagi dunia pariwisata di Indonesia. Berbagai daerah yang kaya akan obyek wisata indah dan sebelumnya tidak dikenal turis asing kini mulai dikenali sedikit. Keingintahuan turis asing untuk menikmati lebih dalam keindahan Bangka Belitung memberikan dorongan bagi pemerintah. Memajukan dunia pariwisata di daerahnya sehingga lebih dikenal dunia dan mampu memperbaiki perekonomian daerah.

Kesenian Tari Bungko Asal Cirebon yang Mulai Dilupakan

Seni tradisi yang berasal dari pesisir utara Jawa, tepatnya di Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat, mulai tergerus oleh zaman. Kecamatan Kapetakan merupakan daerah pesisir yang berdekatan dengan laut dan termasuk daerah pinggiran. Perlu menempuh perjalanan sepanjang 26 kilometer dari kota Cirebon sebelum bisa masuk kecamatan ini. Akses jalan menuju ke Kapetakan dan desa Bungko sendiri jauh dari kata mulus, berdebu dan nyaris tidak terlihat pernah tersentuh aspal.

Kondisi Desa Bungko

Sebagai desa yang berada di kawasan pesisir utara, mayoritas penduduk desanya berprofesi sebagai nelayan. Pendapatan sehari-hari diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang melaut pada malam hari dan pulang saat subuh tiba. Perekonomian masyarakat setempat memang belumlah semuanya berada di kondisi mapan. Rumah penduduk setempat terbuat dari anyaman bambu tanpa cat dan tercium aroma amis khas daerah dekat pantai atau laut.

Meski beberapa orang sudah memiliki rumah yang cukup besar dan dindingnya terbuat dari susunan batu bata yang di semen. Kondisi perekonomian para nelayan semakin mengenaskan karena terbentur dengan para tengkulak. Semua modal berlaut seperti jaring, perahu, dan sebagainya diperoleh dari hasil meminjam kepada tengkulak. Harapan untuk hidup lebih makmur pun terasa jauh sebab hutang tersebut sangat sulit mencapai kata lunas. Keinginan untuk mendapatkan harga ikan yang lumayan juga sangat sulit karena di pasar harga pun ditekan tengkulak.

Salah satu nelayan yang menikmati semua hal yang berhubungan dengan jaring dan laut, Adina bin Lamiko (65). Berujar bahwa ia sudah puluhan tahun menjalani profesi sebagai nelayan dan juga sebagai penari Tari Angklung Bungko. Selain kesibukannya menebar jala dan memilah ikan yang layak dijual, ia pun menjalankan profesi sebagai penari tradisional. Adina memiliki sebuah angklung tua yang diperkirakan berumur berabad-abad. Sebab dipercaya oleh warga setempat angklung tersebut berasal dari KI Gede Bungko.

Ki Gede Bungko merupakan Sesepuh di desa Bungko, yang dulunya beliau juga menjadi Panglima Perang Angkatan Laut Kesultanan Cirebon pada abad ke-15 silam. Angklung tua yang berusia ratusan tahun tersebut kini sudah tidak bisa dimainkan lagi sebagaimana mestinya. Sebab kondisinya sendiri sudah rapuh termakan oleh usia sehingga hanya bisa dilihat secara fisik saja. Warga masyarakat setempat meyakini bahwa angklung yang disimpan Adina merupakan angklung dengan kekuatan magis.

Adina mengungkapkan bahwa dulunya ia memiliki empat buah angklung Bungko, namun satu per satu pun menghilang. Beberapa hilang karena termakan oleh usia sehingga rapuh dan rusak secara total tanpa bisa dilihat fisiknya lagi. Keluarga Adina mengatakan pula bahwa kepemilikan angklung magis tersebut hanya boleh disimpan mereka. Berbagai kisah yang mengandung nilai mistis pun beredar menyertai keberadaan angklung tua tersebut.

Masa Depan Angklung Bungko

Kesenian daerah memang beberapa mampu dilestarikan dengan mudah dan beberapa sulit bahkan nyaris tidak mungkin. Keberadaan generasi penerus yang mampu menari Tari Bungko sendiri sudah tidak ada. Adian sendiri merupakan penari Bungko yang sudah sepuh dan hanya ada beberapa orang saja yang juga menguasai tarian tersebut. Tidak menutup kemungkinan tarian khas Desa Bungko ini akan punah jika tidak ada generasi muda yang tertarik mempelajari dan melestarikannya.

Diungkapkan pemerintah Cirebon, bahwa mencari penerus penari Bungko sangatlah sulit sebab semua penari merupakan nelayan. Kesempatan untuk mengajari anak dan cucu tarian khas ini pun terbentur oleh jadwal nelayan yang melaut sepanjang hari. Kondisi perekonomian yang terjepit tengkulak membuat nasib nelayan dan penari Bungko sama susahnya.