Tut..Tut…Tut… Lori Jember-Banyuwangi Meluncur

Jika kamu pernah berwisata dengan menggunakan kereta, tidak ada salahnya kamu juga mencoba kereta kecil atau yang disebut dengan lori. Dengan menggunakan lori, kamu dapat berkeliling di tempat wisata tersebut dengan lebih menyenangkan. Jika kamu berada di wilayah Jember atau Banyuwangi, kamu dapat mencoba lori wisata lintas Jember-Banyuwangi yang baru saja diluncurkan oleh PT KAI.

Tepatnya pada 20 Maret 2016, PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI meluncurkan lori wisata atau kereta kecil wisata yang melintasi perbatasan antara Banyuwangi dengan Jember. Tidak hanya berjalan di atas rel kereta api biasa, namun, lori ini juga melintasi perkebunan kopi dengan melewati terowongan kereta api yang dibangun di tahun 1901 yang memiliki panjang hingga 690 meter.

Peluncuran tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan dari PT KAI yaitu Didik Hartantyo dengan Bupati Banyuwangi yaitu Abdullah Azwar Anas. Menurut Bupati Banyuwangi, lori ini diluncurkan dengan tujuan untuk dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Banyuwangi khususnya untuk Banyuwangi di bagian barat. Untuk memaksimalkan tujuan tersebut, Bupati Anas menyebutkan jika nantinya akan dikembangkan destinasi atau tujuan wisata perkebunan di Banyuwangi barat. Perkebunan tersebut meliputi perkebunan kopi dan coklat. Perkebunan tersebut menjadi alternatif selain destinasi wisata ke pantai dan gunung.

Peluncuran kereta mini untuk wisata atau lori Jember-Banyuwangi, pemerintah Banyuwangi telah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Jember. Sehingga keduanya dapat saling mendukung dan tetap bekerja sama. Kedepannya, tidak hanya akan dikembangkan destinasi wisata namun, wisata dengan lori yang diberangkatkan dan berhenti di Stasiun Kalibaru ini nantinya dapat dipaketkan bersama dengan wisata dari hotel. Hal tersebut diperkuat karena terdapat beberapa hotel yang berada di sekitar Stasiun Kalibaru.

Menurut Didik Hartantyo selaku Direktur Keuangan PT KAI, peluncuran lori wisata tersebut merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia dan bekerja sama dengan daerah mana saja atau dengan BUMN yang lain untuk dapat menghidupkan destinasi wisata yang ada di daerah. Nantinya, lori wisata ini tidak hanya dilakukan di Jember-Banyuwangi namun juga akan ada beberapa jalur dari kereta api yang lama yang akan di buka kembali. Misalnya seperti di Bondowoso dan Jember yang akan digunakan sebagai jalur pariwisata.

Jika kamu ingin mencoba lori wisata Jember-Banyuwangi, lori ini dapat mengangkut sekitar 16 orang dan memiliki harga paket yaitu sebesar Rp 1,2 juta. Nantinya, kamu kana berangkat dari Stasiun Kalibaru tujuan Stasiun Mrawan kemudian kembali lagi ke Stasiun Kalibaru. Lama perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan lori wisata ini kurang lebih 50 menit.

Tidak hanya akan mengantarkan para wisatawan untuk berkeliling Jember-Banyuwangi dengan melintasi terowongan kereta namun juga nantinya wisatawan dapat berfoto misalnya untuk selfie di dalam terowongan karena lori tersebut akan berhenti di tempat tersebut. Walaupun lori ini hanya akan dijalankan setiap akhir pekan atau sabtu dan minggu, akan tetapi jika terdapat permintaan atau memesan di hari kerja (Senin-Jumat) tetap akan dilayani.

Dengan menggunakan lori wisata Banyuwangi-Jember, akan melintasi perkebunan kopi yang letaknya atau berada di ketinggian 400 mdpl (meter di atas permukaan laut). Kamu juga akan menikmati hawa yang sangat sejuk yaitu dengan suhu kurang lebih 20-25oC di antara Gunung Raung dan Gunung Gumintir. Tidak hanya akan mendapatkan pemandangan yang indah, namun kamu juga akan dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan sejarah dari perkeretaapian Indonesia.

Hasil Limbah Bambu Primadona Para Bule

Bambu atau dalam bahasa Jawa disebut juga dengan nama pring merupakan tumbuhan yang identik dengan negara China. Namun, tumbuhan yang juga banyak tumbuh di Indonesia ini memiliki alur pertumbuhan tang tercepat karena terdapat sistem rhizoma-dependen unik sehingga tidak heran jika dalam 1 hari, tumbuhan makanan panda ini dapat tumbuh hingga 24” atau 60 cm. Alhasil, tumbuhan yang dapat juga digunakan sebagai pagar rumah ini, digunakan sebagai bahan bangunan.

Akan tetapi, biasanya bambu yang sudah selesai digunakan, sisanya akan dibuang atau menjadi salah satu bahan bakar untuk memasak lantaran harga jual yang murah. Namun, di tangan seorang alumnus dari jurusan Desain ITB (Institute Teknologi Bogor) yang bernama Singgih Susilo, bambu dirancang dan dibuat menjadi sesuatu yang bernilai tinggi sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Menurut Singgih, Bambu dapat bernilai jual tinggi jika ditangani di tangan orang yang tepat. Hasil dari olahan limbah bambu tersebut dapat dijual di beberapa tempat misalnya di pasar seni seperti yang ada di Pasar Papringan. Pasar yang berada di bawah rerimbunan bambu tersebut memiliki luas hingga 1.000 m2 dan digunakan tidak hanya untuk menjual berbagai macam produk seperti makanan, minuman, kerajinan dan souvenir namun juga digunakan untuk tempat pementasan seni seperti musik.

Hal yang unik di pasar ini adalah, jika kamu biasanya menggunakan uang resmi atau rupiah, entah dalam bentuk koin atau kertas, untuk membeli suatu barang, namun di tempat ini, Anda tidak menggunakan mata uang Rupiah. Uang yang kamu miliki, dalam bentuk rupiah, akan ditukarkan terlebih dahulu di stan yang ada di depan dan tengah pasar, karena di tempat ini menggunakan mata uang yang berbentuk potongan bambu.

Terdapat 2 jenis bentuk mata uang yaitu bulat dan kotak. Untuk bentuk bulat dan terdapat tulisan ’50 pring’ artinya nilai tersebut sebanding dengan Rp 5000. Jika berbentuk kotak dan terdapat tulisan 1 pring, artinya 1 pring sebanding dengan harga Rp 1000. Mata uang ‘pring’ tersebut dipapah halus dengan menggunakan bahan dasar bambu sehingga tidak melukai tangan.

Dari mata uang ‘pring’ tersebut, Kamu dapat membeli berbagai macam souvenir dan kerajinan tangan yang di jual di pasar seni ini. beberapa kerajinan tangan tersebut yaitu tas bambu dan keranjang bambu. Uniknya, pasar yang hanya dibuka setiap hari Minggu Wage atau setiap 36 bulan sekali yang berada di Temanggung, Jawa Tengah ini, baru 3 kali diselenggarakan namun sudah ramai pengunjung terutama yang berasal dari luar kota.

Tidak hanya dimanfaatkan oleh Singgih, namun bambu seperti bambu yang berada di Dusun Kelingan yang dijaga dengan baik, digunakan juga oleh Burhanudin yang berasal dari Kashmir, India. Pria yang menjadi alumnus dari NID atau National Institute of Desain, Gujarat, India, mengembangkan bambu dari Dusun Kelingan sejak Februari 2016. Hasilnya, Burhanudin mampu untuk membuat keranjang bambu yang dipadukan dengan batik kelingan.

Design dari bambu yang diproduksi oleh Singgih, tidak hanya menarik perhatian di Indonesia namun juga di Malaysia, Thailand, Jepang dan dilihat juga oleh wisatawan asal Amerika Serikat. Salah satu hasil kreasi dari Singgih adalah kursi redesign dan menjadi ikon dari perusahaan Santai Furniture, Jerman. Menurut Singgih, kursi yang berbahan jati yang dihargai Rp 7 juta tersebut, digunakan ketika festival buku yang diselenggarakan di Frankurt, Jerman. Singgih berharap jika pemerintah mampu memberikan perlindungan agar warga desa kreatif lewat seperangkat aturan.

‘Superman’ Penyu Dari Banyuwangi

Laut merupakan salah satu ekosistem yang dihuni oleh berbagai macam hewan dan tumbuhan, salah satunya adalah penyu. Penyu atau yang disebut juga dengan kura-kura laut memiliki kemampuan untuk berenang dan mampu menempuh jarak 3.000 km selama 58-73 hari. Penyu akan datang ke pantai untuk bertelur dan salah satunya terjadi di pesisir di Banyuwangi, Jawa Timur. Perburuan telur penyu sebagai salah satu makanan yang enak membuat banyak orang tertarik sehingga akhirnya banyak terjadi pencurian telur.

Di Banyuwangi terdapat ‘Superman’ penyu yang rela datang ke pesisir setelah mendapati kabar jika terdapat penyu yang baru saja bertelur untuk mencegah terjadinya pencurian telur dan tentunya dapat mengurangi jumlah penyu. Bernama Wiyanti Haditanojo, yang menjadi penggerak di Pesisir Banyuwangi, Jawa Timur termasuk saat kejadian pencurian telur marak di tahun 2013.

Di Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 90 km yang menjadi arena perburuan dari telur penyu namun hanya sekitar 19 km yang mampu disambangi oleh para penyelamat telur. ‘Pertempuran’ akan dimulai sekitar bulan April-Oktober dimana para pemburu telur penyu akan muncul dan kemudian menjual telur tersebut di pasar atau dijual di kedai jamu tradisional sehingga tidak heran jika di pasar Banyuwangi banyak ditemukan telur penyu. Mirisnya, para pedagang tidak sungkan untuk memajangnya dan mematok harga sekitar Rp 2.000 per butirnya.

Dari bulan Juni-Oktober, Yayasan Penyu yang didirikan oleh Wiyanti Haditanojo atau yang biasa disapa Wiwid, seakan pindah ke pantai agar dapat menyelamatkan cikal bakal penyu walaupun tidak selalu berhasil karena kalah cepat dengan para pemburu. Untuk melakukan aksi penyelamat telur, Wiwid juga mengajak warga termasuk anak-anak untuk mau peduli terhadap telur misalnya dengan tidak mencuri telur penyu.

Yayasan penyu tersebut tidak selalu berjalan mulus karena terdapat berbagai halangan misalnya telur penyu yang hilang di tempat perlindungan penyu yang ada di Pantai boom, hilangnya pompa air untuk penetasan telur. Karena hal tersebut, akhirnya polisi turun tangan dan kini telur penyu tidak dapat diperdagangkan secara bebas walaupun beberapa menjualnya secara sembunyi-sembunyi.

Aktivitas penyelamatan telur penyu tidak dapat terhitung murah karena setidaknya Wiwid harus mengeluarkan kurang lebih Rp 12 juta/bulan dari keuntungan berbisnis peralatan elektronik. Uang tersebut digunakan tidak hanya untuk imbalan bagi para nelayan yang membantunya berjaga walaupun para nelayan tidak membantu berjaga, membeli makanan dan kopi saat mencari berjaga dan telur.

Telur yang sudah menetas biasanya akan langsung di lepaskan ke laut. Akan tetapi, Pak Wiwid akan membesarkannya hingga dirasa cukup untuk dapat bertahan di laut menghadapi para predator. Wiyanti Haditanojo akan membeli berkilo-kilo sarden sebagai makanan tukik-tukik yang dirawat. Walaupun cara ini pernah disalahkan karena menyalahi aturan, namun, dengan cara ini, Pak Wiwid dapat membantu untuk melindungi telur. Tidak hanya dibantu oleh nelayan yang didekati dan diajak untuk bergabung selama 3 tahun, Pak WIwid juga dibantu oleh Kuswaya yang merupakan seorang mantan dari Kepala Taman Nasional Batang Gadis yang berada di Sumatra Utara.

Wiyanti Haditanojo dan Ksuwaya saling berbagai pekerjaan dan memberikan semangat untuk tetap dapat melindungi telur penyu yang berada di pesisir Banyuwangi. Hasil kerja keras yang dilakukan Pak Wiwid bersama dengan para relawan dan yang termasuk ke Yayasan Penyu di Banyuwangi perlahan namun pasti membuahkan hasil. Pantai Boom yang 5 tahun lalu terabaikan dan yang menjadi singgahan penyu untuk bertelur saat ini menjadi daya tarik wisatawan untuk datang.

Wisatawan ke Derawan Terus Meningkat

Derawan merupakan salah satu kepulauan di Indonesia yang letaknya di provinsi Kalimantan Timur. Pada awalnya tempat wisata ini mungkin saja kurang terkenal. Akan tetapi seiring perkebangan zaman, tempat wisata ini semakin terkenal saja. Tentunya ini akibat adanya teknologi. Terkenalnya kepulauan Derawan sebagai tempat wisata tentu bisa dilihat dari semakin banyaknya turis yang datang ke kepulauan yang satu ini. Bahkan jumlah wisatawan yang datang ke pulau ini juga terus meningkat tiap tahunnya.

Tentu saja kenaikan jumlah turis ini disambut baik oleh pemerintah setempat. Bahkan pemerintah setempat juga tak segan membentu gerakan sadar wisata yang ditujukan kepada warga Derawan. Tujuan pembentukan gerakan sadar wisata ini tentu saja untuk melatih para warga agar mampu mengelola tempat wisata di Derawan sehingga bisa berkembang dan memberikan kontribusi tersendiri bagi mereka. Adanya gerakan ini ternyata disambut baik oleh para warga. Bahkan warga di sekitar tempat wisata tersebut menjadi lebih paham bagaimana cara mengelola tempat wisata tersebut. Sehingga pada akhirnya tempat wisata Derawan menjadi seperti sekarang ini.

Selain diajarkan cara mengelola tempat wisata Derawan sehingga bisa memberikan hasil, para warga juga diajarkan bagaimana cara melestarikan lingkungan setempat. Jadi meskipun ada turis yang datang, kondisi lingkungan setempat tetap asri dan terlindungi. Jika tempat wisata Derawan terus terjaga tentu saja para wisatawan akan semakin banyak berkunjung bukan? Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian tempat wisata ini adalah dengan membangun rasa sadar tentang cara menangani sampah dari turis.

Apakah yang menarik di Derawan?

Setelah membicarakan tentang gerakan sadar wisata diatas, tentu Anda akan bertanya-tanya apakah yang menarik dari Derawan ini. Derawan merupakan sebuah tempat wisata dimana Anda bisa menikmati panorama alam yang masih bersih dan natural secara langsung. Untuk Anda yang suka menyelam, tempat wisata yang satu ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Di kepulauan ini Anda bisa melakukan penyelaman di bawah lautnya yang masih bersih. Di bawah permukaan laut Anda bisa melihat aneka biota laut yang berenang dengan damai. Contoh biota laut yang bisa ditemukan di lokasi penyelaman Derawan adalah lumba-lumba, kura-kura, ubur-ubur dan aneka ikan.

Tak suka menyelam? Anda bisa melakukan kegiatan berjemur di pantainya. Tak perlu khawatir karena pasir di Derawan masih bersih, putih dan halus. Bahkan di sekitar pantainya juga bersih. Jadi kegiatan berjemur Anda bisa berjalan dengan lancar. Jika Anda menyukai tantangan, disarankan untuk bermain dengan aneka permainan pantai. Misalnya saja mengendarai speed boat, banana boat dan sebagainya. Dibayangkan saja semua kegiatan di tempat wisata Derawan sangat menyenangkan bukan?

Berlibur ke kepulauan Derawan ini tentu saja tak cukup hanya sehari saja. Jadi sebaiknya Anda menginap saja ke tempat penginapan yang disediakan. Seperti hotel ataupun home stay. Tak perlu khawatir tarif per malam yang ditetapkan sangat terjangkau. Tempatnya pun juga sangat nyaman. Jadi cocok sekali untuk Anda jadikan sebagai tempat istirahat dan melepas lelah. Hari selanjutnya barulah Anda memulai petualangan seru di kepulauan Derawan ini. Hal yang perlu diingat ketika berlibur di Derawan adalah membawa kamera. Karena akan sayang sekali jika Anda tidak mengabadikan momen-momen indah dan seru di kawasan ini. Jadi setelah membaca ulasan ini apakah Anda tertarik untuk berkunjung dan berlibur ke kepualauan Derawan?

Pesona Taman Gajah di Bali

Gajah merupakan salah satu binatang yang lucu dan juga sering menjadi sebuah ikon dari sebuah kota. Selain itu ada juga banyak hal yang bisa kita dapatkan jika melihat gajah tentunya akan membuat kita bisa rekreasi. Biasanya melihat gajah sangat identik sekali dengan wilayah Lampung yaitu terdapat sebuah taman khusus yaitu Way Kambas. Di taman tersebut kita bisa melihat kawanan gajah yang hidup dengan tenang dipenangkarannya. Kini ketika kita ada di Bali juga bisa melihat kawanan gajah ini tentunya.

Objek wisata yang ada di kawasan Bali ini memang sudah menjadi salah satu yang cukup menarik perhatian wisatawan. Beberapa gajah di kawasan ini juga berasal dari Lampung tepatnya dari Way Kambas. Nama tempat wisata ini adalah Elephant Safari Park yang jika melihat dari letaknya tepatnya berada di Desa Taro, Kabupaten Gianyar Bali.

Banyak orang yang mungkin belum tahu mengenai keberadaan taman ini yang memang sering kali membuat orang bertanya berada dimanakah taman ini. Menurut petugas yang ada pada kawasan taman wisata ini, bisa dibilang ini merupakan salah satu taman gajah satu – satunya yang ada di Bali. Banyak orang yang mungkin tidak akan menyangka bahwa taman ini berada di Bali, di taman ini juga kita bisa melihat kawanan gajah yang hidup bebas tidak di dalam kandang dan bisa berinteraksi dengan pengunjung secara langsung.

Pada tempat wisata ini terdapat beberapa kawanan gajah yang memang sangat baik dan bisa berinteraksi dengan baik dengan petugas dan juga pengunjung. Untuk mencapai tempat wisata ini kita bisa juga menggunakan kendaraan umum, namun akan lebih disarankan menggunakan kendaraan pribadi yang bisa kita sewa. Hal ini akan semakin mempermudah kita yang akan menuju ke tempat wisata tersebut.

Di tempat wisata tersebut kita bisa menemukan beberapa hal yang sangat baik yaitu seperti museum gajah yang akan menampilkan banyak sekali replica gajah dan juga beberapa fosil gajah. Selain itu ada juga beberapa souvenir yang bisa kita beli dan juga ada beberapa kerajinan yang sangat berhubungan sekali dengan gajah. Tentunya ini akan semakin membuat kita ingin tahu mengenai dunia gajah.

Jika sudah merasa puas berputar di kawasan museum khusus gajah ini maka kita bisa langsung saja beranjak ke lapangan gajah. Ini berupa sebuah lapangan luas dimana ada banyak sekali gajah yang akan menemui kita dan akan membuat kita lebih bahagia pastinya. Ada anak gajah juga yang pastinya sangat menggemaskan.

Di lokasi wisata ini para pengunjung bisa berinteraksi dengan langsung bersama para gajah, aktivitas yang bisa dilakukan seperti menyentuh gajah, memberi makan dan juga akan menunggangi gajah untuk berputar. Jika sudah melakukan beberapa aktivitas tersebut kita bisa melihat pentas gajah dimana pada pentas ini akan ditampilkan gajah menari dan juga bermain basket.

Untuk Anda yang ingin bersama keluarga mengunjungi tempat ini tidak perlu ragu karena sudah ada paket yang akan membantu kita untuk mengunjungi tempat ini. Selain itu di wilayah ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai penginapan yang akan membuat kita lebih mudah dalam menjangkau beberapa daerah. Selain itu sudah ada juga tempat makan dengan suasana yang sangat unik bisa kita nikmati. Berlibur di tempat ini merupakan salah satu alternatif terbaru bagi Anda yang ingin merasakan liburan di Bali.

Berpetualang Seru di Negeri Laskar Pelangi

Semua orang pasti tahu dengan film fenomenal yang pernah hadir di Indonesia yaitu Laskar Pelangi. Kesuksesan film tersebut nampaknya juga memberikan dampak positif bagi lokasi syuting film tersebut di Belitung. Latar cerita di kawasan Belitung ternyata memang memiliki banyak sekali pesona, ternyata ini merupakan salah satu tempat paling bersejarah untuk penulis buku ini yaitu Andrea Hirata. Ada banyak sekali tempat yang turut ditampilkan dalam film tersebut, beberapa tempat tersebut seperti pantai yang eksotis dan juga sekolah tertua yang ada di Belitung. Tempat syuting yang berada di kawasan Belitung Timur, Kepulauan Belitung ini memang menjadi salah satu pilihan terbaik bagi mereka yang akan mengunjungi beberapa tempat tersebut yang sudah menjadi objek wisata.

Continue reading

Budaya Ngopi di Manggar, Belitung dan 1001 Warung Kopinya

Minum kopi sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari – hari orang di Indonesia. Kamu sendiri mungkin saja juga salah satu dari sekian banyak pecinta minuman berkafein ini. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbesar di dunia, tidak mengherankan jika kopi sudah jadi bagian hidup sehari-hari buat banyak orang. Namun di Belitung, budaya minum kopi ini ternyata sudah sangat mengakar, bahkan mungkin melebihi segala yang pernah kamu lihat di bagian lain Indonesia. Kamu bisa menyaksikan ini dengan mata kepalamu sendiri di Kota Manggar, Belitung Timur. Kalau kamu mengunjungi jalan utamanya, kamu pasti bakal takjub melihat warung – warung kopi berjejeran di kanan kiri jalan.

Continue reading

Menikmati Secangkir Kopi Biji Salak Unik dari Salatiga

Kamu pasti sudah tahu bahwa Indonesia adalah rumah bagi banyak jenis kopi nikmat yang diekspor ke mancanegara. Mungkin kamu sendiri adalah penikmat kopi yang sudah mencicipi segala jenis minuman yang bikin melek ini, dari yang kelas internasional, sampai dengan kelas kaki lima di pinggir jalan. Tapi sudah pernahkah kamu mencoba kopi dari biji salak?

Sensasi Kopi Biji Salak yang Unik

Biji salak atau dalam bahasa Jawanya disebut dengan kentos, adalah biji dari buah salak yang bentuknya khas, hitam kecoklatan dan keras. Biji buah ini biasanya dibuang begitu saja oleh orang-orang. Alasannya jelas, soalnya sudah tak berguna lagi (kecuali beberapa yang memang suka buat mainan). Tapi buat Laili Musyarofah dari Salatiga, Jawa Tengah, biji salak ternyata bisa menjadi sumber kesuksesannya. Beliau yang awalnya hanya menjadi pedagang soto ayam di rumahnya mendirikan Warung Kebon Salak (WKS), yang menyajikan suguhan kopi nikmat dari biji salak, dan juga kreasi makanan lain yang memanfaatkan biji dari buah yang bentuknya unik dan kulitnya bersisik seperti ular ini.

Kopi dari biji salak yang dijual di Warung Kebon Salak ini rasanya nikmat, dan terlebih lagi, tak memberikan efek samping negatif bagi kesehatan. Ini karena kopi biji salak yang dijual di WKS tak mengandung kafein. Jadi kamu yang punya sakit maag, hipertensi, ataupun penyakit asam urat bisa tenang saja meminumnya. Bahkan kalaupun kamu bukan penggemar kopi sekalipun, bisa jadi kamu akan menyukainya. Banyak pengunjung WKS yang menyatakan bahwa mereka ketagihan dengan rasanya yang mantap.

Pemanfaatan Biji Salak Langsung Dari Kebun

Biji salak yang menjadi bahan dari kopi unik ini diambil langsung dari kebun salak milik Laili dan dari petani salak setempat, sehingga bisa dipastikan kesegarannya. Awalnya, Laili hanya mencoba – coba saja untuk eksperimen, setelah melihat apa saja kegunaan biji salak dari internet. Hasilnya lalu dicoba, dan ternyata disambut dengan antusias. Cara membuat kopi ini pun dituturkan oleh Laili. Cukup jemur dan bersihkan biji salak sampai kering, lalu biji di sangrai sampai warnanya menjadi hitam. Baru kemudian biji yang menghitam ini ditumbuk sampai jadi bubuk yang halus seperti kopi. Inilah yang menjadi bahan minuman lezat kopi biji salak.

Tak hanya kopi saja yang ditawarkan di WKS, lho. Kamu juga bisa mencicipi rasa dari nasi goreng salak, yaitu nasi goreng yang diberi potongan-potongan buah salak nan segar, langsung dipetik dari kebun. Rasanya tak kalah dahsyat, dan bisa kamu nikmati bersama-sama dengan kopi unik ini.

Mensejahterakan Masyarakat

Usaha yang dimulai oleh Laili Musyarofah di tahun 2015 ini sekarang telah berhasil membuatnya menjadi pengusaha Usaha Kecil dan Menengah yang berhasil. Tapi yang lebih istimewa lagi adalah kenyataan bahwa usahanya mampu menaikkan kesejahteraan para petani salak yang ada di desanya. Dengan membeli langsung dari para tetangganya tersebut, maka beliau bisa menjaga agar harga salak tak terlalu jatuh, dan mencegah mereka berurusan dengan tengkulak. Tertarik untuk merasakan nikmatnya kopi biji salak ini? Silahkan datang langsung ke Warung Kebon Salak di Jl. Srikandi, Kelurahan Grogol, Salatiga. Kamu yang tak sempat ke Salatiga bisa membeli bubuk kopi yang sudah dikemas di UMKM Center Semarang.

Harganya sendiri sangat murah, per gelasnya dihargai Rp 5.000,00 saja namun sementara jika kamu membeli yang sudah dikemas maka kamu tinggal membayar Rp 10.000,00 untuk setiap 30 gram (6 gelas). Sedangkan untuk nasi goreng salak sendiri, kamu cukup membayar Rp 7.000,00 per porsi. Ayo, coba sekarang juga!

Soto Djancuk Rasa Blitar di Rumah Makan Bantul

Nama yang unik merupakan salah satu yang akan membranding sebuah produk, termasuk diantaranya adalah makanan, namun bagaimana jika nama tersebut merupakan umpatan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah kuliner. Apakah kamu sanggup mencobanya?. Bertandang ke kawasan Yogyakarta ada sebuah rumah makan yang menyajikan menu utama adakah soto, tentunya banyak yang sudah tak asing dengan makanan satu ini, namun bagaimana jika yang santap adalah soto Djancuk, sebagai orang tentu menganggapnya biasa saja, namun bagi beberapa dengan latar belakang Jawa, khususnya orang Surabaya tentunya nama yang satu ini sedikit nyeleneh.

Continue reading

Rencana Pelestarian Kawasan Telaga Merdada

Dieng merupakan kawasan dataran tinggi terkenal di Pulau Jawa yang sering kali menjadi destinasi wisata andalan. Di dataran tinggi ini Anda bisa menikmati keindahan alam sembari merasakan dinginnya udara. Untuk mencapai Dieng juga tak sulit dan bahkan bisa dilakukan dengan perjalanan darat. Medan jalan selama perjalanan juga tidak ada yang berat. Tentu ini akan membuat Anda semakin menikmati perjalanan. Sesampainya disana, Anda akan disuguhi dengan bentang alam yang memukau dan sayang sekali jika Anda tidak mengabadikan momen yang indah ini.

Di kawasan Dieng ini ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. Antara lain:

• Menikmati sejuknya udara.
• Camping.
• Piknik ria bersama keluarga.

Selain kegiatan tersebut masih ada kegiatan menarik lainnya yang bisa Anda lakukan di kawasan ini. sedikit saran saja saat Anda berada di kawasan Dieng ini hendaklah bersama teman atau keluarga. Karena akan sayang sekali jika Anda menikmatinya seorang diri. Sembari melakukan kegiatan menarik diatas, tak ada salahnya jika Anda menikmati kuliner lokal yang disajikan oleh para pedagang sekitar.

Salah satu kawasan Dieng yang patut dikunjungi adalah Telaga Merdada. Telaga yang satu ini merupakan telaga alami yang memiliki daya tarik tersendiri. Dahulu telaga ini banyak dikunjungi karena suasananya yang masih alami dan segar. Berbeda dengan sekarang ini, kondisinya mulai mangkrak dan tidak terurus. Akibatnya tentu saja para wisatawan enggan berkunjung kesini dan lebih memilih untuk mengunjungi tempat wisata lain yang ada di kawasan Dieng. Namun apakah sudah ada tanggapan dari pihak terkait?

Tentu saja kisah ini sudah mendapatkan tanggapan dari Gubernur Jawa Tengah. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan sedikit perbaikan pada sekitar kawasan Telaga Merdada. Menurut Gubernur Jawa Tengah, beliau juga tak segan untuk mengundang dan bekerja sama dengan ahli lanskap yang handal. Sehingga impian untuk mewujudkan Telaga Merdada bisa terwujud. Nantinya ahli lanskap ini akan membuat desain dari kawasan Telaga Merdada agar kembali terlihat alami dan indah.

Rencananya di kawasan Telaga Merdada ini akan dibangun taman bunga dan berbagai wisata air yang menarik. Harapannya dengan adanya aneka tempat indah ini Telaga Merdada bisa banyak dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan keberadaan spot menarik di sekitar telaga diharapkan juga menjadi tempat yang bagus sekali untuk selfie para pengunjung. Sedangkan contoh wisata air yang akan dibangun di kawasan telaga ini adalah perahu air. Keberadaan perahu air nantinya diharapkan bisa membuat Anda lebih mudah mengelilingi dan menikmati keindahan Telaga Merdada.

Apakah itu saja langkah yang akan dilakukan Gubernur Jawa Tengah? Tentu saja tidak. Rencananya disekitar telaga ini juga akan ditanami ribuan pohon. Tak hanya bermaksud untuk penghijauan saja. Adanya pepohonan yang mengelilingi telaga diharapkan membuat habitat ikan asli telaga Merdada bisa berkembang. Beberapa contoh pohon yang akan ditanam adalah pohon kopi, pohon kayu putih dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun sebagai langkah awal untuk mewujudkan langkah ini, rencananya akan dilakukan penyodotan sampah dan gumpalan yang ada di telaga tersebut. Adanya sampah dan gumpalan tersebut ternyata juga menjadi salah satu penyeybab hilangnya keindahan Telaga Merdada. Selain itu gumpalan dan sampah ini ternyata juga membuat kedalaman telaga menjadi berkurang. Untuk itulah langkah terbaik untuk memperbaiki telaga ini adalah dengan melakukan penyedotan kotoran yang menjadikan telaga ini mendangkal. Semoga saja semua rencana ini bisa terwujud dan keindahan Telaga Merdada bisa dinikmati kembali.