Pembangunan Danau Toba Sambut Wisatawan Dunia

Masa pemerintahan presiden Joko Widodo, terbentuk suatu rencana untuk membangun 10 Bali baru di Indonesia. Melalui keinginan tersebut kebutuhan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan di banyak obyek wisata daerah dilakukan. Sudah setahun penuh ini presiden melakukan kunjungan dan menilai secara langsung bagaimana kondisi obyek wisata yang akan dibangun dan dikembangkan. Mewujudkan impian untuk membuka 10 Bali baru memang menjadi tantangan tersendiri agar Indonesia semakin dikenal oleh negara dunia.

Continue reading

Wisata Pantai yang Menawan Meski Musim Penghujan

Berkunjung ke pantai kerap dijadikan pilihan untuk menghabiskan akhir pekan atau libur panjang agar lebih maksimal. Menikmati liburan tentunya memiliki tujuan untuk keluar dari tekanan yang dirasakan nyaris seminggu penuh. Berlibur memang akan semakin mudah terhindar dari stress berkepanjangan ketika mengunjungi pantai indah. Beberapa pantai dengan segala keindahannya bahkan bisa tetap mempesona meski dinikmati ketika musim penghujan. Berikut beberapa deretan pantai indah di Indonesia yang keindahannya tidak berkurang meski musim kurang bersahabat bagi wisatawan:

Continue reading

Menghabiskan Liburan Di Bandung, Jangan Lupa Mampir ke Bandung Culinary Night

Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang menyediakan banyak destinasi liburan yang mengasyikan. Selain itu bandung juga menjadi salah satu kota fashion, sehingga banyak anak muda hingga orang tua yang mengunjungi kota ini hanya untuk menghabiskan waktu liburannya.
Ternyata selain banyak tempat untuk wisata dan berbelanja, terdapat juga banyak tempat makan atau tempat untuk nongkrong. Banyak pilihan tempat tentu membuat Anda bingung sendiri mau kemana, terutama di malam minggu yang pastinya menjadi malam yang banyak orang menghabiskan waktu diluar. Nah, bagi Anda yang mengahabiskan malam minggu di kota Bandung dan bingung mau memutuskan pergi kemana terutama untuk mengisi perut. Kami sarankan untuk mampir berkunjung ke Bandung Culinary Night.
Di Bandung Culinary Night ini Anda sebagai pengunjung akan disughi berbagai ragam makanan China seperti seafood dan menu lain khas kota Bandsung yang tentunya halal. Jika Anda mampir ke tempat ini, Anda akan disuguhi nuansa khas Chinede New Year.
Bandung Culinary Night menyediakan 25 stan yang akan manawarkan atau menjajakan makanan serta minuman dari berbagai kafe, hotel, restoran serta pedagang musiman. Dari 25 stand tersebut diantaranya ada Surabi Kang Dipo, Cibay, Captains Seafood, Hotel Santika Bandung dan masih banyak lagi. Hal tersebut diungkapkan oleh Dey Jelita selaku Humas Bandung Culinary Night.
Selain banyak stand makanan yang ditawarkan, pengunjung juga akan disuguhi beragam aksi yang menarik. Aksi menarik tersebut diantaranya adakah wushu, barongsai, zumba hingga musik akustik. Bandung Culinary Night sering disebut dengan Braga Culinary Night yang merupakan salah satu kegiatan yang diadakan di Jalan Dipatiukur tepatnya di pertigaan Panatayuda, Bandung. Acara tersebut diadakan sebagai salah satu kegiatan yang diadakan dua minggu sekali yakni setiap hari Sabtu malam. Selain minuman serta makanan berat, berbagai jajanan juga ditawarkan dalam kegiatan ini. Braga atau Bandung Culinary Night mulai diselenggarakan sejak tanggal 11 Januari 2014.
Beragam stand penyedia makanan dan minuman tersebut tertata rapi di pinggir jalan Braga. Banyak warga yang menghabiskan malam minggu dengan berjalan kaki menelusuri jalan Braga dengan santai. Dalam perkembangannya kegiatan ini kemudian diadakan diberbagai tempat lain di Kota Bandung, diantaranya di Jalan Cibadak, di Kecamatan Lengkong, serta di kecamatan Ujung Beruang.
Dalam setiap kegiatan ini Jalan Braga akan ditutup untuk umum dimulai dari sore hingga malam hari. Jalan Braga yang memiliki panjang sekitar 500 meter dibagi menjadi 3 zona kawasan makanan, yakni zona harga murah, zona harga sedang serta zona harga mahal. Pada zona harga murah diisi dengan makanan seperti nasi goreng, gorengan serta jajanan kecil lainnya yang memiliki harga murah, zona harga sedang yakni diisi dengan berbagai macam makanan seperti shusi dan semacamnya, serta pada zona harga mahal diisi dengan makanan seperti steak dan semacamnya.
Tiga zona tersebut membuat kegiatan ini dapat diikuti oleh semua kalangan masyarakat, masyarakat lokal maupun wisatawan lokal serta wisatawan mancanegara. Selain diikuti oleh kafe, restoran dan hotel, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa penggiat bisnis kuliner di bandung serta para pemiliki toko yang berada di Jalan Braga maupun yang berada di sekitar jalan tersebut.
Nah, demikian informasi mengenai Bandung Culinary Night, semoga liburan Anda akan lebih mengasikan saat menghabiskan liburan di Kota Bandung. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi satu wahana baru bagi warga kota Bandung dalam menghabiskan waktunya di Sabtu malam. Diharapkan pula kegiatan ini dapat menghidupkan lagi kawasan Jalan Braga dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Bandung.

Traveling ke pulau Longos di Flores

Anda tentu tahu bahwa Flores, Nusa Tenggara Timur /NTT sanag terkenal akan taman Nasional Komodo, dimana binatang unik dan langka tersebut tinggal dan bertahan hidup di tempat tersebut.
Bahkan hingga tahun 2013 lalu, tepatnya pada bulan September di kabupaten Manggarai Barat atau lebih tepatnya di pantai Pede, sengaja digunakan untuk puncak perayaan Sail Komodo.
Penyebaran komodo sendiri ternyata tidak hanya di kabupaten Manggarai Barat saja, akan tetapi juga di wilayah utara dan juga selatan dari kabupaten tersebut.
Di bagian utara kabupaten tersebut terdapat berbagai macam pulau dan salah satunya adalah pulau Longos. Pulau ini terletak di 2 desa, yaitu Desa Nanga kantor Barat, kecamatan Masang Pacar dan desa Mange, Longos Timur kecamatan Boleng. Disini pada komodo juga hidup dan berkembang biak.
Luas pulau ini dari ujung barat hingga ujung timur hanya 9 km, berbentuk bulat, dan di pulau ini terdapat ribuan kalong atau kelelawar dan juga sarang burung Wotong.
Tahun 2015 syang lalu tim ekspedisi yang terdiri dari Lembanga Komodo survival program /KSP dan juga balai besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, sengaja melakukan penjelajahan ke beberapa pulau di daerah utara dengan memasang beberapa kamera trep atau kamera tersembunyi dan juga video tersembunyi untuk memantau para komodo di tempat tersebut.
Tim berangkat dari pelabuhan Philemon ke arah utara melewati beberapa pulau kecil dan juga perkampungan nelayan. Tim pertama tiba di kampung Boleng untuk meminta izin pada ketua daerah setempat. Tim kemudian memasang berbagai macam kamera tersembunyi dan juga video tersembunyi di beberapa tempat seperti seperti Tanjung madu, pasir Panjang, dll, namun tidak menemukan jejak komodo. Begitu juga ketika tim ekspedisi ini pergi ke dataran Nanga Kantor, di tempat ini juga tidak menemukan jejak komodo.
Ketika tim ekspedisi menuju ke pulau Longos dan berbicara dengan penduduk setempat tentang keberadaan komodo, para penduduk mengatakan bahwa komodo tersebut pernah menggigit hewan ternak masyarakat setempat. Untuk itu Tim mulai menyusuri pulau dari ujung ke ujung dengan meletakkan kamera dan video. Dari hasil pemantauan kamera dan juga video, di pulau tersebut memang terdapat komodo dan juga banyak sekali sarang burung Wotong.
Pulau longos dan pulau sejuta Kalong
Di pulau ini selalin dihuni oleh Komodo juga dihuni oleh jutaan kalong, yang tepatnya berada di sebuah tanjung dekat dengan Kampung Baru. Kalong-Kalong ini menjadi makanan komodo selain hewan ternak dan juga hewan liar lainnya. Warga kampung tersebut memang sering melihat Komodo dan bahkan warga juga pernah dengan sengaja memasang perangkap untuk melihat keberadaan binatang tersebut. Warga sengaja menggantungkan 1 ekor kambing di salah satu pohon yang ada di sekitar kampung, dan tidak berapa lama kemudian binatang itu muncul dan memakannya, binatang ini memang hidup seperti di kawasan Taman Nasional Komodo.
Menyebarkan Komodo di Flores
Pada bagian utara Komodo terdapat di Labuan Bajo hingga Maumere, selain itu komodo juga ada di Pulau Longos. Komodo juga ada di Watu payung, Kecamatan Sambirampas, Manggarai Timur, antara Kabupaten Ngada dan juga Manggarai Timur.
Binatang ini juga ternyata ada di pulau Ontoloe, di 17 kawasan pulau Riung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada dan juga berada di Cagar Alam Wolotado.
Di bagian selatan Komodo terdapat di kawasan Mbeliling dan juga Nanga Bere, kecamatan Lembor Selatan.

Kampung Linggang Melapeh dan Surga Tersembunyi

Anda yang pernah mengunjungi danau Aco tentu setuju jika danau ini disebut sebagai surga yang tersmbunyi.Danau ini terletak di kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan Timur, atau lebih tepatnya berada di puncak kampung dan jauh dari pemukiman warga.
Mengunjungi tempat tersebut maka para pengunjung harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari gerbang kampung kea rah atas, dari sini jalanan akan berkelok-kelok dan disertai tikungan tajam.
Setelah sampai di gerbang danau maka para pengunjung dapat menikmati pemandangan pohon nan hijau terhampar. Letak danau sedikit menjorok ke arah bawah, untuk itu para pengunjung harus menapaki tangga ke bawah yang cukup panjang , untuk sampau ke danau yang dimaksud.
Ketika menapai tangga ke bawah para pengunjung akan disuguhi jajaran tanaman dengan daun yang berwarna merah, seolah-olah member batas pada tangga tersebut. Sampai di anak tangga paling bawah, Anda akan disuguhi pemandangan dana nan elok yang dikelilingi oleh hutan yang hijau dan lebat.
Danau Ace memang tidak besar, hanya berdiameter 100 m, namun siapapun yang mengunjungi danau tersebut pasti akan merasa betah. Berdiam diri di bawah pohon yang rindang dan mendengarkan riak air yang berada di hadapan, pastinya membawa kesejukan dan ketenangan tersendiri. Tapi tahukah Anda bahwa danau ini menyimpan sebuah kisah pilu?
Paran, seraong wakil ketua Kelompok Sadar Wisata di daerah Kalimantan Timur menuturkan tentang asal muasal danau Acu tersebut. Dahulu danau tersebut adalah sebuah pemukiman penduduk, yang hidup dengan rukun dan memiliki mata pencaharian berladang, dan memiliki rumah singgah di ladang tersebut. Di puncak kampung tersebut tinggal sepasang suami istri yang rukun. Pada suatu hari ketika sang suami pulang berladang, dia mendapati istrinya sedang melakukan ritual Belian Bawo atau tari penyembuh.
Seketika itu juga sang suami marah, dan menghampiri istrinya yang sedang menari dengan membawa ekor lutung yang dikeringkan. Kemudian sang suami memukul tambur dengan ekor lutung sekeras-kerasnya. Menurut orang hal itu terlihat aneh, dan tidak terjadi apa-apa, itu sebabnya orang hanya tertawa melihatnya.
Namun apa yang terjadi, seketika itu terjadilah bencana di puncak kampung Linggang Melapeh tersebut. Datang angin rebut dan hujan deras yang kemudian memporakporandakan kampung tersebut.
Ketika kejadian tersebut, sang suami kemudian melarikan diri ke pondoknya yang ada di ladang dan kemudian menjadi batu. Sedangkan istrinya hilang lenyap tenggelam di danau, itu berasal dari mata air tersebut, hingga akhirnya terbentuk sebuah danau. Danau tersebut diambil dari nama istri yang tenggelam tersebut, Oso atau Aco.
Danau ini dibuka pada tahun 2012 silam, pada awalnya danau ini bukan sebuah objek wisata, namun dengan semakin banyaknya pengunjung yang mengunjungi kawasan ini. Maka pemerintah dan desa setempat kemudian membaut kawasan tersebut menjadi kawasan wisata. Dengan tarif karcis sebesar Rp 1.000 per orang, para pengunjung dapat masuk ke tempat ini, ujar Paran. Pada hari biasa jumlah pengunjung rata-rata sekitar 30 orang, pada akhir pekan biasanya mengalami peningkatan dan ketika hari besar tiba, pengunjungnya bisa mencapai ratusan.
Di tempat ini para pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan alamnya saja, akan tetapi para pengunjung juga dapat menikmati berbagai macam fasilitas air, seperti perahu bebek dan juga perahu karet. Biaya sewanya pun tidak terlalu mahal. Hanya sekitar Rp. 10.000 hingga Rp 20.000 per kapal.
Danau Aco adalah salah satu kebanggaan dari kampung Linggang Melaweh, karena ini adalah satu-satunya kampung yang terdaftar mempunyai tempat wisata. Masih kata Paran, jika di Yogyakarta ada banyak sekali kampung wisata namun di Kutai Barat ini hanya ada 1 tempat wisata yang mempunyai SK tempat wisata.

Wisman Membludak, Guide di Dieng Akan Ditambah

Bagi Anda yang gemar berpetualang pasti tahu daerah Dieng, daerah ini sangat terkenal akan objek wisatanya, dieng dan berbagai kawasan lainnya yang ada di sekelilingnya. Saat ini pemerintah kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tengah berupaya untuk menambah jumlah pemandu wisata atau yang disebut juga dengan guide untuk memandu di kawasan wisata ini.
Seperti diketahui bersama Dieng adalah salah satu tempat wisata menarik, dimana para wisatawan dapat merasakan sendiri berada di atas awan dengan pemandangan yang luar biasa menarik. Saat ini yang paling banyak mengunjungi kawasan wisata Dieng adalah Wisatawan Mancanegara atau disingkan dengan wisman. Belakangan ini memang banyak sekali wisatawan asing yang mengunjungi daerah Jawa Tengah tersebut, dengan adanya kondisi seperti ini, pemerintah setempat beruaha menambah guide atau pemandu wisata untuk memandu para wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan ini.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Dwi Suryanto, saat ini pemandu wisata yang sudah mempunyai sertifikasi hanya ada sekitar 60 orang. Mungkin beberapa waktu yang lalu hal ini dirasa cukup, mengingat meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke daerah ini, jumlah tersebut dirasa kurang. Dengan demikian pihak pemerintah setempat sedang berusaha untuk menambah pemandu wisata untuk dapat memandu wisata di daerah setempat dengan baik.
Masih menurut Dwi Suryanto, para guide atau pemandu wisata yang telah mendapatkan sertifikasi tersebut mempunyai keahlian 4 macam bahasa. Mungkin hal tersebut dirasa cukup beberapa waktu yang lalu, namun melihat perkembangan pariwisata Dieng yang kian lama mengalami peningkatan maka hal tersebut dirasa kurang. Itu sebabnya pihaknya sedang merencanakan untuk menambah guide atau pemandu wisata untuk kepentingan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Dwi juga mengungkapkan saat ini hanya ada 3 macam bahasa asing yang dapat digunakan untuk menemani para wisatawan asing tersebut, adapun bahasa yang dimaksud adalah bahasa Inggris, bahasa Perancis dan yang terakhir adalah bahasa Belanda.
Dalam rangka untuk lebih mempopulerkan objek wisata yang ada di daerah Pemkab Banjarnegara, pemerintah setempat mengatakan telah melakukan berbagai macam promosi. Promosi yang telah dilakukan tersebut melalui biro perjalanan wisata atau tour and travel, berbagai macam sekolah dan juga melakukan promosi ke berbagai macma media masa.
Untuk membantu mempopulerkan objek wisata yang ada di daerah ini Pandawa Alif Fauzi yang merupakan Ketua Paguyuban Wisata Dieng mengatakan, bahwa dirinya tengah melakukan berbagai macam inovasi, seperti menemukan berbagai macam objek wisata yang baru, dan memunculkannya. Saat ini ada berbagai macam objek wisata yang terbilang potensial, objek wisata ini akan terus dikaji dan terus dipersiapkan hingga akhirnya siap untuk dipresentasikan.
Saat ini ada beberapa objek wisata yang akan dipromosikan seperti Gunung Pangonan, Bukit Skoter yang awalnya pernah digunakan sebagai tempat menara selular, dan penemuan beberapa candi baru.
Masih dituturkan oleh Alif, pada bagian atas Gunung Pangonan terdapat padang savanna sudah mulai dibuka, begitu juga ketika seseorang berada di puncak bukit Skoter dapat melihat Dieng, seperti bukit Sikunir, dll juga sudah dibuka.
Alif juga menuturkan bahwa berbagai macam objek wisata tersebut sengaja dimunculkan agar para wisawan dapat memilih objek wisata mana yang hendak dikunjungi. Beliau juga mengatakan bahwa semua objek wisata yang ada di Dieng ini tergolong komplit, termasuk bukit Skoter, dimana para wisatawan dapat melihat Sunset dan juga Sunrice.
Wisata dieng sendiri adalah salah satu dari 4 objek wisata yang akan dipromosikan ke tingkat Internasional selain Candi Borobudur, Karimunjawa dan juga museum Purbakala saringan.
Pihak pemerintah juga tengah mengkaji ulang semua potensi yang ada di daerah ini, hingga tahun 2017 mendatang, hal ini perlu dilakukan untuk proses penataan objek wisata secara besar-besaran.

Garuda Buka Rute Penerbangan Biak-Naribe Juni Nanti

PT. Garuda terus membuka berbagai macan jalur penerbangan, guna mempermudah akses ke berbagai daerah. Pada bulan Juni 2016 ini rencananya PT. Garuda akan membuka rute penerbangan antara Biak ke Naribe, ada banyak sekali manfaat yang akan didapat dari dibukanya rute ini. Seperti untuk akses transportasi dan juga akses pariwisata.
Pembukaan berbagai macam jalur pariwisata ini ada kaitannya dengan program dan rencana Garuda yang bertajuk “Wonderful Indonesia Travel Pass”. Dimana dalam hal ini Garuda akan memberikan akses untuk pergi ke berbagai daerah tujuan wisata yang ada di Indonesia, seperti wisata underwater pass, heritage pass, dan adventure pass. Rencana penerbangan perdana antara Biak ke Naribe ini ditargetkan akan dimulai pada bulan Juni 2016, hal tersebut diutarakan oleh General Manager Garuda Indonesia Biak Gunar Angkasa yang saat itu berada di Biak, pada kamis 25 Februari 2016 kemarin.
Untuk memfasilitasi jalur penerbangan antara Biak-Naribe ini pihak Garuda tengah menyiapkan pesawat dengan jenis ATR. Jenis pesawat ini akan menampung penumpang antara 48 hingga 78 orang, hal itu tergantung jenis pesawat yang akan disiapkan.
Masih menurut Biak Gunar Angkasa, diharapkan dengan dibukanya jalur penerbangan antara Biak-Naribe akan memperlancar berbagai macam kebutuhan transportasi untuk masyarakat yang berada di wilayah timur Indonesia. Karena seperti diketahui bersama hingga saat ini hanya ada beberapa maskapai yang dapat membantu jalur transportasi yang ada di wilayah timur Indonesia.
Masih menurut Manager Garuda Indonesia, dengan dioperasikannya jalur penerbangan antara Biak –Naribe dengan menggunakan pesawat ATR dari Garuda Indonesia pastinya akan sangat membantu percepatan berbagai macam pembangunan yang ada di daerah setempat seperti pembangunan berbagai macam objek-objek pariwisata dan juga berbagai macam pembangunan lainnya. Salah satunya adalah dengan dibangunnya berbagai macam objek wisata yang ada di daerah setempat. Tidak banyak yang mengetahui bahwa di daerah timur Indonesia ini ada banyak sekali objek-objek wisata alam yang luar biasa menarik untuk dikunjungi, seperti spot-spot menyelam, dengan keindahan bahwa lautnya yang masih alami. Hal-hal seperti ini secara tidak langsung akan membuka dan membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.
Berkaitan dengan masalah pembukaan jalur antara Biak- Serui, saat ini pihak Garuda masih menunggu proses perluasan fasilitas Bandara Serui, karena saat ini fasilitas bandara tersebut masih belum dapat digunakan untuk jenis pesawat ATR dari Garuda Indonesia.
Masih menurut Gunar, para penumpang yang berada di daerah Serui ini tidak akan dibedakan, atau akan dilayani sama dengan penumpang lainnya yang berada di bandara Frans Kaisiepo.
Gunar juga menuturkan diharapkan rute penerbangan yang akan dibuka Juni nanti diharapkan lancar tidak ada halangan apapun dan berjalan sesuai dengan rencanya yang diinginkan oleh pihak Garuda Indonesia.
Hingga saat ini Garuda Indonesia masih melayani rute penerbangan dengan tujuan Biak-Jayapura dan juga Biak-Jakarta melalui Makasar. Aktivitas layanan penerbangan tersebut masih berjalan dengan lancar, begitupun dengan jadwal beberangkatan tidak ada perubahan, dan masih menggunakan pesawat dengan jenis Boing 737 NG.
Rute penerbangan antara Biak – Naribe berdasarkan data yang ada pada pelayanan jasa angkutan penerbangan di Bandara Frans Kaisiepo di Biak, saat ini yang melayani rute tersebut hanya ada 1 yaitu perusahaan swasta Susi Air, dimana frekuensi penerbangan yang dilakukan juga 3 kali dalam seminggu. Dengan dibukanya rute penerbangan antara Biak-Naribe dari Garuda Indonesia ini diharapkan akan dapat membantu dan membuka berbagai macam akses di kedua tempat tersebut.

Pemandangan Istimewa di Kawasan Tanah Gayo

Kawasan Aceh Tengah memiliki sebuah wilayah yang secara administratif terpisah namun memiliki kesamaan satu sama lainnya. Wilayah yang dimaksud adalah Dataran Tinggi Gayo atau biasa disebut juga sebagai Tanah Gayo. Kabupaten yang terpisah di kawasan Tanah Gayo adalah Aceh Tengah, Gayo Lues, dan juga Bener Meriah. Banyak orang merasakan kesamaan yang kental antara tiga kabupaten ini sebab kebudayaan yang serupa. Bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya pun tidak berbeda jauh bahkan cenderung sama.

Continue reading

Wisata Alam Unik di Air Terjun Sampuran Sumatra Utara

Berencana menghabiskan liburan di Medan, sebaiknya menyempatkan waktu berkunjung ke Air Terjun Sampuran yang terdapat di Deli Serdang. Berkunjung ke air terjun indah ini bisa membantu melepaskan lelah dan ketegangan sebab lokasinya masih belum terlalu dikenal dan ramai. Tentunya akan memberikan kesan tersendiri mampu menjelajahi sebuah obyek wisata alam yang menarik namun terjaga kealamiannya. Jika merasa obyek wisata yang seperti ini pasti perlu menempuh medan yang sulit, maka datang ke Air Terjun Sampuran menyuguhkan pengalaman berbeda.

Continue reading

Kopiah Maukeutop Buah Tangan Bernilai Sejarah Dari Aceh Barat

Ketika berkunjung ke Aceh, jangan lupa untuk mampir ke Aceh Barat yang memiliki ikon Kopiah Maukeutop. Kopiah Maukeutop adalah salah satu pelengkap dalam pemakaian pakaian adat dan menjadi kopiah para raja. Meskipun menjadi busana pelengkap sang raja hingga sekarang kopiah ini masih bisa ditemukan. Para wisatawan bisa membelinya untuk dijadikan buah tangan sebab memiliki nilai sejarah sekaligus budaya lokal masyarakat Aceh barat.

Continue reading