Menyantap Soto dengan Rasa yang Unik di Kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta

Ada beberapa macam pilihan jenis kuliner yang bisa kita santap ketika berkunjung ke berbagai daerah di tanah air, uniknya adalah terdapat beberapa perbedaan yang signifikan. Kuliner yang di sebut  – sebut namanya sama oleh beberapa daerah juga memiliki bahan dasar dan bumbu yang berbeda pula. Bahkan ada juga yang cara pengolahannya sudah sangat berbeda sehingga cita rasanya pun menjadi khas daerah tersebut. Hal serupa terjadi juga pada kuliner soto (makanan yang berkuah), soto merupakan kuliner nusantara yang paling disukai banyak kalangan.

Rasanya yang begitu gurih dan kuahnya yang melimpah, itu memberikan sensasi segar pada saat kuah soto tersebut masuk ke tenggorokan dan memang memberikan rasa candu/ketagihan. Bagi pecinta kuliner berkuah macam ini maka kabar baiknya ada di berbagai daerah yang memiliki kuliner ini secara khas. Menyantap soto dengan rasa yang sangat unik, Kita bisa mengunjungi ke Yogyakarta. Namun soto yang disantap adalah merupakan soto yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur yakni dengan datang ke Soto Sulung Madura di kawasan Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Letak Rumah Makan

Seandainya kita baru pertama kali datang ke Yogyakarta, Kita tidak usah khawatir akan tersesat jika kita ingin mencari rumah makan dengan kuliner utama Soto Madura ini. Tempat tersebut berada di kawasan Stasiun Tugu yang berseberangan atau tepat di belakang Jl. Malioboro yang sangat terkenal. Sampai ke tempat ini Kita bisa jalan kaki jika kebetulan menginap di hotel dekat Malioboro. Bisa pula naik becak, maupun naik kendaraan umum dan turun di Jl. Malioboro. Banyak fasilitas transportasi di Yogyakarta yang memudahkan mobilitas, mulai transportasi modern hingga yang tradisional.

Sejarah Berdirinya

Warung Soto Sulung Madura ini sudah berdiri sejak tahun 1968 an, dan didirikan oleh orang asli tanah Madura yang bernama Malik Marjuddin. Beliau sekarang sudah almarhum dan pengelolaan warung makan sekarang diteruskan oleh anaknya. Sekarang warung Soto Sulung Madura dikelola oleh anak pertama almarhum, yakni Muhammad Ridwan. Awal mulanya warung soto ini dibangun di depan gedung BI (Bank Indonesia), yang Kita kenal sebagai kawasan Kilometer 0 Yogyakarta dekat alun – alun. Kemudian oleh suatu alasan, Muhammad Ridwan memindahkan lokasinya ke Stasiun Tugu.

Daya Tarik Soto Sulung Madura

Kemampuannya mempertahankan cita rasa olahan soto seperti yang ditekuni sang ayah mampu membuat warung makan yang selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan. Warung soto ini bisa dikunjungi setiap hari dan buka di jam 9 pagi hingga jam 8 malam. Pilihan menunya ada dua, yakni:

1. Soto Daging, dan
2. Soto Campur (berisi potongan daging dan jeroan).

Ketika memesan satu porsi, maka Kita akan mendapatkan semangkuk soto dengan irisan daging, kemudian usus, dan juga potongan telur rebus. Keunikan mulai terasa ketika pesanan datang, sebab penampakan soto disini sudah lain dari biasanya.

Soto Sulung Madura memiliki ciri khas berupa penyajian soto yang hanya kuah bening dari kaldu daging yang rasanya segar. Berbeda dengan warung makan yang menjual soto lain, dimana seporsi soto akan disajikan dengan nasi dan bihun. Jika makan soto disini Kita akan menikmati soto tanpa nasi maupun bihun sehingga tampilannya sudah cukup unik.

Meski hanya mengandalkan kuah kaldu dari daging dan tulang sapi, namun soal rasa jangan terlalu khawatir. Sebab kuah soto ini memberikan sensasi yang bisa memanjakan lidah kita ketika pertama kali menyeruputnya. Hal ini karena kuah kaldu yang sangat gurih semakin mantap dengan adanya perpaduan berbagai macam – macam rempah rahasia. Tampilannya yang sederhana menjadikannya menyimpan rasa yang mengejutkan di lidah penikmatnya. Maka tidak mengherankan jika sejak berdiri di era 60-an masih tetap mempertahankan eksistensinya hingga sekarang.

Share this:

Leave a comment