Menyantap Gudeg di Warung Paling Terkenal di Yogyakarta

Salah satu ikon kuliner yang terkenal di Yogyakarta adalah Gudeg, yang merupakan sejenis sayur berbahan nangka muda. Masyarakat Jawa terutama di Yogyakarta menyebut nangka muda sebagai gori yang diolah dengan bumbu manis kemudian dikenal sebagai gudeg. Banyak penjual nasi gudeg yang bisa dijumpai di Yogyakarta terutama di lokasi obyek wisata. Kota Yogyakarta sendiri bahkan dikenal pula dengan sebutan Kota Gudeg yang merupakan menu tradisional khas disana.

Menyantap Gudeg di Warung – warung Populer

Menjadi kuliner khas Yogyakarta, membuat menu satu ini sangat mudah dijumpai terlebih kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai pedagang. Tidak sekedar menjual kerajinan khas namun juga berbagai kuliner baik jajanan hingga menu masakan basah seperti gudeg. Meski penjual gudeg cukup banyak namun masing – masing memberikan cita rasa yang berbeda. Sebab tangan pengolah yang berbeda akan memberikan perbedaan dari segi rasa, tampilan, dan sebagainya dari gudeg tersebut.

Hingga ada beberapa warung makan gudeg yang populer di Yogyakarta dan terkenal akan kelezatan menu khas tersebut. Berikut beberapa warung makan yang cukup populer dengan menu gudegnya:

1. Gudeg Mbah Lindu

Gudeg Mbah Lindu bisa ditemui di depan Hotel Garage Ramayana yang berada di kawasan Jl. Sosrowijayan. Penjualnya, yakni Mbah Lindu, merupakan perempuan sepuh bertubuh mungil yang setiap pagi menjual nasi gudeg. Mbah Lindu kini sudah berusia 96 tahun dan memulai usaha jualan gudeg sejak zaman kolonial Belanda. Gudeg bisa dinikmati dengan bubur atau nasi yang dihargai Rp 15 – 25ribu, dan buka setiap jam 5 – 10 pagi.

2. Gudeg Bu Niek

Gudeg serng dijual di pagi atau malam hari, dan Gudeg Bu Niek menjadi warung gudeg yang cukup terkenal di Yogyakarta. Warung gudeg satu ini bahkan disebut sebagai penjual gudeg termurah dan terenak yang bisa ditemui. Berada di Pasar Kluwih yang berada di daerah Suryoputran, Panembahan, Keraton Yogyakarta. Bu Niek menjual gudegnya dengan sebuah gerobak dan melayani pembeli di pagi hari dengan menu gudeg basah. Disini gudeg disajikan dengan beragam pelengkap dimulai dari harga Rp 7.000 dari gudeg telur, dan Rp 8.000 untuk gudeg suwiran ayam.

3. Gudeg Mercon Bu Tinah

Menu gudeg identik dengan cita rasanya yang manis, padahal tidak semua orang suka menyantap makanan manis. Maka alternatifnya ialah berkunjung ke warung makan gudeg Mercon Bu Tinah yang menjual gudeg super pedas. Bu Tinah mulai berjualan sejak tahun 1992, dan hingga sekarang selalu dipenuhi oleh pembeli. Alasan utamanya menyediakan gudeg pedas ialah untuk mereka yang memang tidak menyukai sayuran manis. Saking pedasnya sampai warung makan ini diberi nama Gudeg Mercon yang rasa pedasnya meledak di mulut.

4. Gudeg Bu Djoyo

Awal mulai menjual gudeg sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda, dan dilakukan oleh nenek dari Bu Djoyo. Dahulu gudeg dijual secara keliling oleh sang nenek sebelum kemudian memutuskan menetap di lokasinya yang sekarang. Setelah sang nenek meninggal warung gudeg kemudian dikelola oleh Bu Djoyo dan menjadi semakin populer. Cita rasa legit menjadi ciri khas warung gudeg ini dan per porsinya dijual seharga Rp 9.000 untuk gudeg telur, dan Rp 10.000 untuk gudeg dengan ayam suwir.

Gudeg memang menjadi salah satu kuliner yang sering dicari para wisatawan, kelezatan daging nangka muda dengan bumbu manis. Kemudian ditambah aneka pelengkap seperti kering tempe, sambal tomat, dan sebagainya membuat cita rasanya sungguh khas nusantara.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.