Menu Penyetan di Warung Mang Oman, Pedasnya Bikin Ketagihan

Meskipun terbilang cukup sederhana, kedai makanan yang satu ini cukup ramai dikunjungi oleh para pengunjung. Letaknya yang cukup strategis di depan RSUD Dr HM Rabain Muaraenim ini terdapat sebuah kedai yang bernama warung Mang Oman. Letaknya yang berada di bawah pohon yang rindang membuat suasana saat menikmati menu yang disajikan di kedai tersebut sangat nikmat. Pemiliknya sendiri yang bernama Maman Fathurahman atau lebih dikenal dengan nama Mang Oman setiap harinya berjualan di kawasan tersebut dengan didampingi oleh istrinya.

Menu – menu yang ditawarkan di warung nya tersebut pun beragam dan tentunya akan mengguggah selera siapa saja yang ingin menikmatinya. Sebenarnya kedai tersebut sudah berdiri sejak tahun 1980 dan merupakan cabang dari Warung Mang Oman yang berada di Solo. Pada awalnya, kedai tersebut hanya menyajikan menu mulai dari ayam penyet, ikan bakar, dan lain sebagainya. Namun dengan seiring berjalannya waktu, tak hanya menu pokok saja melainkan menu nya bervariasi dan beraneka ragam setiap harinya agar para pelanggannya tak cepat bosan.

Untuk menu andalan yang ada di kedai ini yaitu Aneka penyet mulai dari ayam, bebek, ikan, dan lain – lain. Ada yang spesial dari menu aneka penyet tersebut yaitu pada bumbunya yang terbuat dari cabai dengan tingkatan yang berbeda – beda mulai dari S1, S2, S3 hingga Super Hot. Tingkatan bumbu tersebut disesuaikan dengan pilihan pelanggannya. Disini juga tersedia menu paket hemat yang dimana kamu bisa makan sepuasnya dengan lauk ikan ataupun ayam serta ditambah dengan minum teh atau es jeruk.

Untuk menikmati paket hemat tersebut, kamu cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp. 16 ribu saja. Untuk tingkatan bumbu aneka penyet memiliki 4 tingkatan yang dimana setiap tingkatan memiliki rasa pedas yang berbeda – beda misalnya saja seperti S1 yang tanpa cabe, namun untuk kamu yang suka pedas bisa menikmati tingkatan S2 hingga SH. Tapi untuk tingkatan SH ini hanya terlihat cabe semua. Untuk rahasia dari kelezatan menu yang ditawarkan di kedai ini adalah pada pengolahan bahan dan bumbu cabe nya yang harus diulek dengan menggunakan tangan sendiri. Meskipun saat ini kedai nya masih menyewa dan terlihat sederhana namun sang pemilik berencana kedepannya akan membangun kedai sendiri dan sifatnya permanen.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.