Rasakan Kesegaran Mandi di Air yang Jernih dan Dangkal Batu Mandi

Bagi penggemar kunjungan wisata alam yang masih sepi dan asri bisa berkunjung ke daerah Sumatra Utara, tepatnya di Bukit Lawang – Sumatera Utara yang menjadi salah satu provinsi di tanah air yang banyak menyajikan obyek wisata alam. Wisatawan yang hendak mencari sensasi kesegaran alam selama liburan atau memang gemar traveling bisa berkunjung ke provinsi ini. Apalagi ada obyek wisata yang masih terlindung, artinya masih belum terlalu dipadati wisatawan yakni Batu Mandi.

Wisata Alam yang Sepi di Batu Mandi

Sesuai dengan namanya yakni Batu Mandi yang merupakan sebuah obyek wisata sungai yang jernih dan mengalir deras. Keunikan mulai nampak dari bebatuan yang berserakan sepanjang aliran sungai, tak hanya di pinggiran sungai saja. Bebatuan alam ini juga memenuhi bagian dalam sungai sehingga semakin terjamin jernih dan segarnya. Itulah mengapa kemudian tempat satu ini diberi nama Batu Mandi karena sungai yang dijadikan tempat mandi dipenuhi bebatuan alam. Pengunjung yang tinggal di perkotaan sudah tentu akan menyukai sensasi yang disajikan Batu Mandi.

Batu Mandi terletak di desa Bukit Lawang, Bohorok, Sumatra Utara dan menjadi destinasi favorit wisatawan yang tidak suka keramaian. Meski menawarkan pemandangan indah dan kesegaran air sungai yang sangat memanjakan. Pengunjung tempat ini masih terbatas, sebab masih kalah populer dengan Sungai Bohorok. Meski begitu fasilitas yang tersedia mampu menjadikan kunjungan terasa menyenangkan sekaligus tepat melepaskan penat berlebihan. Lokasinya kalah pamor karena memang letaknya yang berada di puncak tertinggi aliran Sungai Bohorok.

Karena letak ini pula yang menjadikan aliran sungai Batu Mandi jauh lebih jernih dan lebih segar dibandingkan anak sungai lainnya. Berbicara mengenai fasilitas pun tidak mengecewakan sebab di sekitarnya sudah banyak penginapan yang bisa disewa. Kebanyakan pengunjung Batu Mandi bahkan memilih menginap di kawasan Batu Mandi yang memudahkan akses. Menuju ke Batu Mandi maupun Sungai Bohorok sehingga dianggap sebagai titik strategis. Namun bagi yang lebih memilih ketenangan penginapan di sekitar Batu Mandi yang sepi menjadi pilihan terbaik.

Pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan dan suara aliran sungai yang menentramkan hati sembari duduk di bawah payung semen. Sekitar lokasi memang sengaja dibuat bangku dan atap berbentuk payung yang terbuat dari material semen. Lokasi ini sering dijadikan pilihan para pengunjung yang tetap ingin kering namun menikmati suasana sekitarnya. Wisatawan juga bisa menikmati bekal makanannya di bawah payung semen tersebut bersama keluarga dan rekan yang sama – sama berkunjung.

Menjadi obyek wisata yang belum ramai membuat Batu Mandi masih belum ada penjual makanan ringan maupun makanan berat. Sehingga bagi siapa saja yang ingin merasakan sensasi unik Batu Mandi sebaiknya memang membawa bekal sendiri. Nilai lebihnya adalah lingkungan sekitar yang masih bersih nyaris tidak ada sampah yang berserakan seperti obyek wisata yang selalu penuh pengunjung lainnya. Kabar baiknya lagi bagi wisatawan yang hendak berkunjung tidak akan dikenai biaya masuk maupun biaya parkir.

Namun belakangan diketahui ada beberapa pemuda dari Bukit Lawang yang membuat pintu palang sebagai pintu masuk ke Batu Mandi. Kemudian ada biaya masuk dan biaya parkir yang sebenarnya ilegal sebab tidak dikelola oleh pemerintah setempat. Menurut Bapak Hendrik selaku Polisi Hutan TNGL, sudah melakukan teguran supaya tidak meneruskan penarikan biaya ilegal tersebut. Namun tetap saja hingga saat ini kadang praktek penarikan uang masih ada.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.