Souvenir Aceh Indah dan Mempesona

Kapal Pesiar Artania bendera Bermuda ini kembali merapat ke pelabuhan CT3 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk kedua kalinya. Kali ini Kapal pesiar Artania membawa 700 penumpang dan 500 awak kapal. Sesampai kapal pesiar ini sampai disambut oleh tarian tradisional Aceh yaitu tari Guel dan diberikan pengalungan bunga kepada kapten kapal pesiar Artania oleh Waka BPKS Irwan Faizal. Penumpang kapal pesiar Artania ini berasal dari berbagai Negara dan mereka sangat Antusias dalam membeli berbagai macam souvenir khas Aceh.

Souvenir Khas Aceh

Salah penjual souvenir di daerah CT3 banyak sekali wisatawan membeli souvenir dengan menggunakan Dollar. Salah satu souvenir yang mereka dinikmati adalah souvenir ukiran khas Aceh, karena sangat unik bagi mereka. Dinas Kebudayaan Aceh dan pariwisata Aceh juga mengatakan bahwa kunjungan wisatawan dari kapal pesiar Artania ini merupakan hal yang bagus sebagai bentuk promosi wisata Aceh. Diharapkan dengan begini semakin banyak wisatawan mancanegara datang untuk menikmati keindahan daerah Aceh. Pemerintah daerah Aceh juga melibatkan banyak pengusaha lokal untuk mempromosikan berbagai souvenir sebagai kerajinan kebanggaan Aceh.

Industri wisata harus dibarengi dengan souvenir bernilai seni, agar mendapatkan nilai yang setimpal sehingga wisatawan tidak kecewa jika datang berkunjung. Selain itu kunjungan kapal pesiar di Sabang setiap tahunnya terus meningkat, maka tidak heran jika promosi wisata sedang gencar-gencarnya dilakukan. Pada tahun 2016 ini akan datang 16 kapal pesiar yang akan merapat ke Sabang. Diharapkan dengan begini perekonomian di Sabang, Aceh akan semakin meningkat dan nama Sabang akan semakin populer. Kapal Pesiar Artania ini singgah dalam 8 jam dan kembali berlayar menuju ke Madagascar.

Mengapa kedatangan kapal pesiar Artania ini begitu penting? Karena kapal pesiar ini bukan sembarang kapal. Kapal ini dibuat oleh galangan Helsinki, Finlandia 1984. Kapal ini mulanya bernama Royal Princess karena saat diluncurkan namanya diberikan demikian oleh Princess Diana atau Lady Diana. Pada tahun 2011 kapal mewah ini berganti nama menjadi MV Artemis, karena beda kepemilikan begitu juga dengan sekarang. Sebelum awal 2014 kapal pesiar mewah ini mendarat ke Sabang untuk pertama kalinya dengan membawa 1000 turis mancanegara sekitar pukul 10.00 pagi waktu Indonesia bagian barat. Sesampai di Sabang para turis tidak hanya berbelanja souvenir kerajinan Aceh melainkan juga menikmati keindahan Aceh, dengan menyewa motor atau naik becak serta berkeliling dan tidak lupa untuk menikmati kopi khas asli Aceh.

Souvenir yang terkenal dari kota Sabang ini adalah selain ukiran khas Aceh, ada juga kerajinan tas tradisional khas Aceh yang dibandrol dengan berbagai harga tergantung dari kualitas, kesulitan serta ukuran tasnya. Terdapat juga kerajinan tangan, kerajinan dari bahan kulit, kaos, dan masih banyak yang lain. Jika menikmati kopi asli khas Aceh jangan lupa juga menyantap mie sedap. Karena mereka bagaikan pasangan, tidak dapat dipisahkan karena satu paket. Namun rasanya juga nikmat apalagi menikmati sambil melihat panorama keindahan Sabang. Jadi tidak salah jika Kapal Pesiar Artania ini sampai dua kali mengunjungi Sabang.

Sabang terdapat Pulau Weh dimana memiliki keindahan Bahari yang sangat eksotis dan juga menyejukkan hati. Pasir putih dengan laut biru bersih menjadi daya tarik orang untuk mengunjungi Pulau Weh ini, untuk akomodasi dan penginapan semua tersedia dari range 150.000 rupiah sampai 750.000 rupiah. Biarpun para Turis dari kapal pesiar Artania hanya menikmati 8 jam, mereka sudah cukup puas merasakan Indahnya Sabang.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.