Sate Jamur, Kuliner Banyuwangi yang Menggugah Selera

Banyuwangi merupakan sebuah daerah di Jawa Timur yang memang sering kali dilintasi oleh banyak orang karena memang menjadi salah satu akses untuk bisa dapat ke Bali. Melalui sebuah pelabuhan yang akan menghubungkan pulau Jawa dan Pulau Bali. Tetapi saat ini Banyuwangi tidak hanya menjadi sebuah tempat singgah saja melainkan juga sudah menjadi tempat wisata yang memang banyak dikunjungi wisatawan mulai dari dalam negeri sampai dengan wisatawan luar negeri. Hal ini dikarenakan Banyuwangi menyimpang banyak sekali tempat wisata alam yang sangat indah.

Terlepas dari semua tempat wisata tersebut, di Banyuwangi juga terdapat banyak sekali wisata kuliner yang bisa menyulap lidah kita dan membuat kita ingin terus kembali ke Banyuwangi untuk menikmati segala kuliner yang ada. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Sate Jamur yang membuat banyak orang rela mengantri untuk bisa menikmati kudapan yang satu ini.

Antrian yang panjang

Banyak sekali memang makanan yang ada di Banyuwangi, akan tetapi ada sebuah warung makan yang memang akan membuat banyak orang kembali lagi ke tempat makan ini hanya karena alasan makanan yang sangat nikmat. Sate Jamur Nikmat merupakan sebuah tempat makan yang ada di Kecamatan Rojogampi, Banyuwangi. Tepatnya warung makan ini berada di pinggir jalan Petung Licing.

Banyak orang yang rela masuk dalam daftar antri demi dapat menikmati kenikmatan sate ini secara langsung, bukan masalah besar untuk mereka mengantri panjang demi makanan ini. Warung maka ini dimiliki oleh Imam Syafii yang memang saat ini sedang sibuk sekali menyiapkan segala yang akan dijual. Ia telah berjualan sate ini selama kurang lebih 4 tahun belakangan dan warungnya tidak pernah sepi pengunjung.

Jamur yang digunakan dalam barang dagangannya ini merupakan jamur tiram yang memang ia dapatkan langsung dari saudaranya sehingga ia tidak pernah kehabisan barang baku untuk dimasak. Saat ditanya mengenai mengapa menjual sate jamur ia menjawab bahwa selama ini hanya ada sate ayam dan kambing saja sehingga ia ingin membuat yang berbeda.

Menu makan murah

Sate ini memang dibuat sendiri oleh Imam dan juga dibantu oleh 8 orang pekerja yang akan membantu dalam melilitkan sate ini menjadi satu dan juga membuat bumbu kacang. Sate ini memang sangat menyerupai sate daging karena bentuknya memang dibentuk seperti daging pada umumnya.

Hal lain yang mungkin membuat warung ini selalu laku adalah karena harganya yang murah, dengan hanya membayar 10 ribu kita bisa mendapatkan satu porsi sate ini dan juga dengan 10 tusuk sate dan juga potongan lontong. Tidak heran jika banyak orang yang memesan dalam porsi yang banyak karena rasanya 10 tusuk tidak cukup.

Stok yang banyak

Setiap harinya warung ini buka sejak pukul 5 sore sampai dengan 11 malam yang membuat Imam harus membuat stok yang banyak. Setiap harinya Imam mampu menjual 800 – 1000 tusuk sate jamur yang ia buat sendiri.

Untuk itu setiap hari Imam memerlukan sekitar 15 – 18 kilogram jamur tiram untuk bisa dimasak menjadi sate yang terkenal ini. Selain itu untuk memasak sate ini, sebelumnya jamur harus di kukus terlebih dahulu lalu baru dililitkan pada tusuk sate dan dilumuri bumbu kacang untuk membuat sate ada rasa. Setelah itu sate hanya perlu dibakar dan jadilah sate jamur tiram.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.