Perjalanan Indah dan Menantang ke Danau Maninjau

Danau Maninjau merupakan suatu danau indah yang dijadikan sebagai lokasi wisata di Provinsi Sumatra Barat. Sejak lama keindahan danau ini sudah sangat terkenal, lokasinya pun terletak di ketinggian 461,5 mdpl dan memiliki luas yang cukup besar. Danau Maninjau sendiri tepatnya berada di desa dengan Kecamatan Tanjung Raya di Kabupaten Agam, Sumbar. Terletak di daerah yang cukup tinggi membuat lingkungan sekitar danau memberikan udara yang sejuk. Perihal pemandangan yang disuguhkan pun tentu sudah bisa ditebak betapa hijau dan indahnya.

Danau Maninjau pun dikenal sebagai salah satu danau vulkanik di tanah air, uniknya danau satu ini memiliki luas sekitar 99,5 meter. Berada di danau ini Kita akan melihat hamparan dataran tinggi yang lengkap warna hijau alaminya. Selain pemandangan yang memanjakan mata soal fasilitas wisata di danau ini pun terbilang cukup lengkap. Selain terkenal dari alasan keindahan yang diberikan, Danau Maninjau pun lebih terkenal bagi pecinta olahraga ekstrim. Mengapa demikian?

Perjalanan yang Menantang ke Danau Maninjau

Pada dasarnya ada sekian rute perjalanan yang bisa dipilih untuk bisa singgah dan menyantap keindahan Danau Maninjau. Namun kebanyakan pengunjung lebih memilih jalur yang cukup terkenal dan mempesona karena tantangan yang diberikan. Kita perlu melewati Kelok 44, yang disebut sebagai jalur yang cukup ekstrim dan memacu adrenalin. Kelok 44 merupakan jalanan menurun yang memiliki 44 kelokan yang menikung tajam. Sehingga bagi para pengunjung Danau Maninjau diharapkan menyewa jasa driver orang asli Sumbar yang lebih paham medan.

Semua orang yang pernah melewati Kelok 44 ini mengaku perlu konsentrasi tinggi meski tidak mengemudikan kendaraan itu sendiri. Sesampainya di tikungan muncul ketakutan tersendiri ketika berpapasan dengan pengguna jalan yang berbeda arah. Ditambah lagi jarak antara tikungan satu dengan yang lainnya saling berdekatan. Sehingga tatkala mempersiapkan diri melintasi kelok 44 diharapkan mengkonsumsi sarapan yang mengenyangkan. Supaya tidak mudah mabuk perjalanan dan bisa menikmati ritme perjalanan yang naik-turun tak menentu.

Lintasan untuk Balapan Sepeda

Namun, siapa sangka daya tarik Kelok 44 sendiri ternyata sama mempesonanya dengan Danau Maninjau dan bahkan terkenal hingga seluruh penjuru dunia. Berbagai olahraga kelas dunia dihelat di jalur yang penuh tikungan tajam dan menurun ini. Hampir setiap tahun diadakan balap kelas dunia yang diikuti oleh 35 negara yang menantang jalur Kelok 44 ini. Bagi pelaku olahraga sepeda balap tentunya menikmati tantangan kelas berat yang disuguhkan jalur berkelok di Sumatra Barat ini. Tak disangka jalur ini menjadikannya sebagai tempat yang menarik bagi penggiat olahraga yang menantang adrenalin.

Panorama Sepanjang Kelok 44

Kelok 44 ini sebenarnya tidak hanya dikenal akan tikungannya yang lumayan banyak dan berbahaya namun juga dari segi keindahan. Perlu diakui bahwa daerah di kawasan Agam, Sumatra Barat, sejak dulu terkenal dengan keindahan panoramanya. Melintasi kelok 44 tidak hanya berbahaya namun juga memanjakan mata yang haus akan panorama alami yang indah. Danau Maninjau terlihat jelas berwarna biru cerah berkilauan ketikan melintasi Kelok 44. Barisan pagar yang berada di sepanjang tepi jalan seolah mempertegas keindahan daerah perbukitan yang mengapit danau tersebut.

Selain mendapatkan mual dan pusing setiap kali sampai di tikungan, Kita pun terbius oleh nuansa alam yang kental di sepanjang jalur ini. Bersaing dengan jalur ekstrim di daerah Maumere di Flores, Labuan Bajo di Flores juga. Kelok 44 patut dicoba sambil menikmati perpaduan alami di sepanjang jalan yang menikung tajam.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.