Panorama Keindahan Gunung Rinjani dari Desa Sembalun

Tempat – tempat wisata di Lombok saat ini telah menjadi salah satu tempat wisata di Indonesia yang sedang naik daun baik di kalangan wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara. Banyak sekali tempat wisata di Lombok yang indah dan menakjubkan seperti pantai – pantai Lombok yang eksotis dan masih terjaga keasriannya. Selain pantai, ada juga daerah yang cocok dijadikan sebagai tempat wisata yaitu kawasan kaki Gunung Rinjani tepatnya di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Terdapat enam desa berada di kaki Gunung Rinjani yang menyuguhkan udara sejuk di ketinggian 800 – 1.250 mdpl. Lokasinya berada 40 kilometer utara Selong, ibu kota Lombok Timur, atau 90 kilometer dari Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat.

Jika melewati rute Sembalun – Mataram maka akan menempuh perjalanan selama 2,5 jam melalui Desa Aikmel , Lombok Timur dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Jika melewati rute lain yaitu Mataram – Sembalun bisa melewati Kecamatan Tanjung, Lombok Utara dengan berjarak 113 kilometer. Desa – desa yang berada di kecamatan tersebut merupakan jalur pendakian bagi para pendaki untuk sampai ke puncak Gunung Rinjani. Untuk suhu di desa tersebut mencapai 7 derajat sampai 12 derajat celsius pada musim kemarau dan 20 derajat celcius di musim hujan. Beberapa kilometer memasuki Desa Aikmel, udara terasa sejuk disertai jalan aspal ber – hotmix yang mulai menanjak. Deretan rumah penduduk dan cicit burung bersahutan adalah musik penghibur dalam perjalanan. Mata pun seakan mendapatkan ”tempat bernaung” oleh aura kehijauan beragam jenis tanaman di hamparan sawah, kebun, dan kawasan hutan.

Dari rimbun pepohonan, sesekali tampak Gunung Rinjani berdiri tegar, seakan ”mengintip” lalu lalang pengguna jalan. Medan jalan berkelok serta tikungan tajam dan terjal menguji adrenalin para pengemudi kendaraan bermotor menuju Sembalun. Tiba di Pusuk (puncak) berketinggian 1.250 meter, tampak dari kejauhan permukiman penduduk Desa Sembalun Bumbung. Lokasi ini menjadi spot foto serta tempat nongkrong anak muda dan pelancong sambil menikmati kopi dan jagung bakar, lalu naik bukit sambil menyaksikan monyet. Sore hari, Pusuk biasanya berkabut sehingga serasa berada di daratan Eropa. Samalas Bisa juga berfoto ria berlatar belakang gugusan perbukitan Sembalun dan sekitarnya yang rata – rata dibungkus lumut hijau. Bukit – bukit itu adalah hasil letusan dahsyat Gunung Rinjani tua, dalam naskah kuno/babad Lombok disebut Gunung Samalas, yang meletus tiga tahap pada 1257.

Letusan abu vulkanik itu melahirkan tanah subur bagi penduduk Sembalun sebagai lahan pertanian dan hortikultura, seperti budidaya bunga, kubis, cabe, kol, sawi, dan kentang. Penduduk juga tetap melestarikan kebiasaan leluhur menanam padi/beras merah. Ketika musim tanam – petik tiba, area tanam komoditas itu menjadi sasaran kunjungan wisatawan.Pengunjung ramai ke Pusuk, Sembalun, dan sekitarnya pada Sabtu, Minggu, dan hari libur sekolah. Selain menikmati udara sejuk – segar, mereka juga menginap. Tarif sewa penginapan standar Rp 250.000 per malam, penginapan plus air hangat Rp 350.000, dan yang sederhana Rp 150.000. Biar percaya, datanglah ke Sembalun yang saat ini masih memberikan kesejukan

Share this:

Leave a comment