Yuk Nikmati Kelezatan Bakso Unik di Kedai Bakso Osing

Kuliner bakso bisa di bilang adalah kuliner sejuta umat karena hampir di setiap daerah kamu bisa menemukan kuliner yang satu ini mulai dari tukang bakso keliling, mangkal di kaki lima, di halaman rumah, hingga menjajakannya dalam bentuk resto atau cafe. Pada umumnya bakso terbuat dari daging sapi dengan cita rasa yang khas namun ada beberapa warung bakso yang menyuguhkan bakso dengan sensasi yang berbeda salah satunya adalah Kedai Bakso Osing. Disini kamu bisa menemukan bakso dengan berbagai varian mulai dari original bening, original gurih hingga basko pedas. Namun yang menjadi primadona di kedai bakso ini adalah Bakso Kebo – Keboan yang memiliki warna hitam.

Bakso Kebo – Keboan sangat cocok untuk kamu yang menyukai rasa pedas, jika kurang pedas dan ingin yang lebih menantang lagi maka kamu bisa memilih kuah lombok lithik yang berwarna merah. Bakso Kebo – Keboan memiliki warna yang unik yaitu berwarna hitam yang dihasilkan dari arang bambu Jepang sehingga cukup aman untuk dikonsumsi. Di dalam bakso tersebut diisi dengan cabai yang dicampur dengan cacahan urat daging sapi. Makin nikmat disantap dengan kuah pedas, tapi kalau tidak ingin kuah pedas maka bisa diganti dengan kuah original. Selain bakso Kebo – Keboan ada juga Bakso Slodok yang wajib untuk dicoba. Bakso Slodok ini merupakan bakso yang memiliki  ukuran jumbo dan sangat terasa dagingnya. Apalagi daging sapi yang masih menempel di iga membuat Bakso Slodok menjadi lezat dan nikmat.

 

Setiap harinya kedai ini mampu menghabiskan 25 kg daging dan 16 kg cabai rawit, namun saat akhir pekan tiba maka jumlahnya akan bertambah. Untuk para pelanggan yang tidak suka dengan bakso pedas maka bisa memilih menu bakso dengan rasa original atau isi keju. Di kedai ini terdapat sekitar sembilan varian bakso dengan harga yang cukup terjangkau mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 30 ribu rupiah per porsinya. Kedai Bakso Osing terletak di Jalan Ahmad Yani No. 30, Jajag, Banyuwangi, Jawa Timur. Sang pemilik menuturkan jika bakso  yang dijual terinspirasi dari nama – nama tradisi kebo – keboan yang ada di Alasmalang. Pada tradisi ini, orang – orang di dandani seperti kerbau dan tubuhnya dilumuri dengan lumpur yang berwarna hitam. Tak hanya makan bakso saja, tapi para pelanggannya juga dikenalkan dengan tradisi dan budaya di Banyuwangi.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.