Kawasan Chinatown yang Tahun Depan akan Menyambut Turis di Borobudur

Candi Borobudur yang berada di kawasan Magelang menjadi salah satu obyek wisata yang hingga saat ini tidak pernah sepi pengunjung. Candi yang megah dan berdiri di area yang cukup luas ini memang menjadi candi bercorak Hindu terbesar di dunia. Sebagai candi terbesar maka tak pelak membuatnya menjadi sebuah obyek wisata yang tidak akan disiakan untuk dikunjungi. Belakangan ini juga diketahui bahwa pengunjung candi megah ini juga berasal dari Tionghoa.

Keberadaan turis asal Tionghoa inilah yang kemudian memunculkan gagasan bagi pemerintah untuk mendirikan wilayah Chinatown. Tercatat dalam data Menteri Pariwisata bahwa wisatawan asing yang berkunjung ke Borobudur. Per tahunnya bisa mencapai 250ribu orang dan berasal dari banyak negara, bahkan melintasi benua terjauh dengan Indonesia. Melihat potensi ini maka tidak salah jika ingin terus mengembangkan obyek wisata budaya dan bersejarah ini semaksimal mungkin.

Pembangunan Homestaydi Dekat Area Borobudur

Candi Borobudur memang menjadi landmark bagi wisata di Indonesia dan berhasil menyedot kunjungan wisata dunia. Saat berkunjung kemari akan menjadi pemandangan umum berpapasan dengan turis asing yang tengah mendengarkan pemandu wisata. Beberapa juga asyik menjelajahi setiap goresan arca di dinding candi yang menyimpan cerita yang bersejarah dan melegenda. Semakin banyak wisatawan asing yang datang menjadikan perekonomian masyarakat semakin membaik. Akan ada sekian jenis lapangan pekerjaan menanti untuk dijajal, mulai dari penjual souvenir, makanan, hingga pemandu wisata.

Memaksimalkan proses berkembangnya obyek wisata maka Presiden Joko Widodo memiliki banyak rencana untuk direalisasikan. Beberapa diantaranya adalah pembangunan kawasan Chinatown, membangun homestay dengan sistem pelayanan cluster, dan lain sebagainya. Menurut penuturan Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata, sistem cluster ini didirikan pada lahan seluas 500 hektar. Pembangunan homestay ini juga akan bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat yang akan membangun proyek sejuta rumah.

Rumah ini nantinya akan dilelang kepada masyarakat di sekitar kawasan Borobudur dan sekitarnya untuk dibeli dengan sistem mencicil. Rumah-rumah ini nantinya bisa dicicil sekitar Rp 800ribu per bulan oleh masyarakat dan bisa dijadikan homestay bagi wisatawan. Keuntungan dari pengguna jasa penginapan bergaya homestay cluster ini akan bisa digunakan untuk membayar cicilan tersebut. Memberikan tempat menginap bergaya rumahan yang hangat namun juga modern seperti ini akan menarik minat wisatawan asing datang kembali.

Chinatown Berdekatan dengan Candi

Kemudian masih ada lagi rencana membangun kawasan Cinatown di dekat candi megah ini dan dalam proses pengerjaan. Investor sudah mulai menjalankan proses pembangunan dan rencananya akan bisa dirampungkan tahun 2017 mendatang. Pembangunan kawasan Chinatown ini dilakukan sebagai upaya timbal balik dari peningkatan turis Tionghoa ke Borobudur. Wisatawan asing yang datang ke Indonesia ada sekitar satu juta dan berasal dari Tionghoa saja belum dari negara lain. Sedangkan wisatawan Tionghoa yang datang ke Borobudur sudah menembus angka ratusan ribu.

Bagi turis Tionghoa, Candi Borobudur menjadi obyek wisata yang paling menarik untuk dikunjungi maka tidak heran jika jumlahnya semakin bertambah per tahunnya. Selain membangun kawasan ini pihak pemerintah juga berencana membangun bandara internasional. Keberadaan bandara internasional akan menjadi jembatan paling tepat bagi wisatawan asing mampir ke Candi Borobudur. Rencananya pembangunan bandara ini akan digarap secepatnya sehingga memaksimalkan potensi wisata di Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Menteri Pariwisata pembangunan bandara menjadi rencana paling krusial sehingga pihaknya meminta Peppres untuk tujuan tersebut.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.