Gunung Gede Kembali Membuka Jalur Pendakian Mereka dengan Tambahan Sarana Prasarana Baru

Banyak hal yang membuat seseorang senang traveling ekstrim, mulai dari sensasinya hingga pengalaman yang belum tentu bisa dilakukan oleh orang lain. Jenis travelling extreme ini sendiri bervariasi mulai dari panjat tebing hingga mereka yang suka hiking. Indonesia merupakan negara yang dibekali dengan beberapa kekayaan, diantaranya adalah kawasan dengan banyaknya gunung, tak hanya yang mati kebanyakan diantaranya adalah gunung yang masih aktif, karena tak memungkiri bahwa sebenarnya negara ini masuk dalam jajaran ring of fire atau cincin api. Sehingga gunung-gunung yang di lewati di dalamnya memang tergolong masih aktif.

Kebanyakan diantara gunung aktif tersebutlah yang menarik untuk dijelajahi karena ia tawarkan pemandangan yang lebih hidup. Apakah kamu juga termasuk yang senang melakukan pendakian. Dari sekian banyak nama gunung yang ada di Indonesia memang ada beberapa yang wajib untuk dicoba sensasinya, seperti Mahameru yang menjadi puncak tertinggi di pulau Jawa, Bromo yang terkenal akan lautan pasirnya, rasakan sensasi menapakinya seperti berada dalam gurun sahara. Gunung Rinjani yang ada di kawasan Lombok, puncak yang dijuluki terindah di Asia Tenggara. Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah Gunung Gede.

Nama yang tentunya sudah tak begitu asing bagi kamu yang tinggal di kawasan Jawa Barat bukan obyek wisata yang satu ini memang dikenal sebagai kawasan ramai untuk pendakian, bahkan hampir di setiap saat khususnya adalah akhir pekan hingga waktu liburan akan banyak pemuda yang menjajal menapaki hingga bagian puncak, daerah yang ada di sekitarnya juga termasuk kawasan wisata gunung gede pangrango sehingga selalu ramai dengan beberapa traveler. Hanya saja dalam beberapa waktu ini ia ditutup karena memang situasi tak memungkinkan untuk di daki.

Tak memungkiri bahwa ada suatu saat dimana gunung merasa ‘kurang sehat’ apalagi untuk kategori gunung yang masih aktif, mereka nantinya akan mengeluarkan lahar panas jika jangka waktunya tiba. Namun untuk gunung gede ini sendiri penutupan dilakukan karena kondisi cuaca yang kurang baik, masih sering hujan dengan intensitas yang tinggi sehingga membahayakan bagi pendaki, karena kawasan atau jalur dakian juga bukan medan yang mudah untuk dilalui. Penyebab lainnya adalah perbaikan dari segi sarana prasarana dan ekosistem yang ada di dalamnya agar kembali seperti sedia kala.

Namun pada tanggal 1 April lalu kawasan wisata yang satu ini kembali lagi di buka, karena selain kondisi gunung yang aman cuaca juga mulai cerah kembali. Terlihat beberapa wisatawan yang sudah mulai datang untuk menjajal trek menuju ke bagian puncak tersebut. Untuk mencapai bagian puncak gunung tersebut sebenarnya wisatawan bisa mencoba 3 jalur dakian yang ditawarkan, diantaranya adalah jalur gunung putri, cibodas dan selabintana. Beda jalur tentunya berbeda pula tingkat kepuasan karena kamu akan melalui keindahan alam yang berbeda.

Pihak nya sendiri sebenarnya sudah mempersiapkan setidaknya 600 kuota pendakian tiap harinya, pada saat-saat tertentu ia memang langsung penuh, namun juga ada saat kosong. Sebelumnya gung ini ditutup pada awal tahun lalu, tepatnya adalah 1 Januari, pemerintah memang sengaja tak membukanya karena ini memulihkan ekosistem yang ada, kondisi alam yang dan cuaca yang kurang aman juga perbaikan beberapa fasilitas untuk lebih memanjakan wisatawan sendiri. Setelah pembukaan di awal bulan ini diharapkan wisatawan yang datang kan semakin puas dengan beberapa tawaran fasilitas yang lebih memadai dan baru.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.