Chinatown di Borobudur, yang Penting Menguntungkan Masyarakat

Siapa sih orang Indonesia yang tak kenal dengan Borobudur? Candi Budha yang paling besar di dunia ini merupakan tempat tujuan wisata bagi banyak turis setiap tahunnya, baik itu turis lokal ataupun orang dari luar negeri. Kamu sendiri juga mungkin sudah pernah ke sini, dan melihat sendiri megahnya warisan leluhur kita ini. Nah sebentar lagi kawasan di sekitar Borobudur bakalan semakin dikembangkan. Pemerintah berencana mengadakan adanya bandara berkelas internasional, dan juga sistem homestay cluster yang bakal jadi tempat menginap buat para wisatawan.

Tapi hal – hal di atas bisa dibilang masih rencana. Kalau membicarakan tentang rencana yang kemungkinan besar bakal dilaksanakan, yang akan dibangun adalah Pecinan alias Chinatown yang ada dekat dengan Borobudur.

Pembangunan Chinatown Masih Ditinjau

Gubernur Jawa Tengah, yaitu Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pembangunan Pecinan ini sendiri masih dikaji. Tapi menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari Kabupaten Magelang, yaitu Edy Susanto Chinatown memang bakalan dibuat, tapi di Kota Magelang itu sendiri. Harapannya supaya turis asing yang mengunjungi Borobudur makin meningkat. Dikatakan oleh Gubernur Ganjar lagi, pembangunan dari Chinatown tak bakalan mengusik kawasan yang sudah ditetapkan di Candi Borobudur. Seperti di zona 1 alias Candi Borobudur itu sendiri, karena merupakan milik dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, jelas tak akan dipakai. Kemudian di zona 2 adalah milik PT Taman Wisata Candi. Zona 3 merupakan milik dari Pemerintah Daerah. Jadi pembangunan direncanakan dibuat di luar semua zona tersebut. Investor sendiri sudah menanamkan modalnya di Chinatown ini, dan kemungkinan di tahun 2017 bakal beres semuanya.

Mengintegrasikan dengan Masyarakat

Tapi harapan paling besar dari masyarakat yang ada di sekitar Borobudur adalah supaya pembangunan Chinatown ini nantinya juga bakal menguntungkan bagi warga setempat. Seperti urusan untuk pengembangan misalnya, pemerintah diharapkan akan menggandeng juga orang – orang setempat sehingga hasilnya lebih sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pendiri dari Desa Bahasa Ngargodondo, yaitu Hani Sutrisno, mengatakan bahwa di dalam Pecinan tersebut sebaiknya diisi dengan berbagai fasilitas yang akan membantu pariwisata, seperti homestay, kampus untuk pendidikan bahasa, dan juga cluster. Jadi tidak hanya rumah dan hotel saja yang ada. Satu lagi yang paling penting, yaitu pengelolaannya harus melibatkan masyarakat setempat.

Chinatown Bisa Menarik Pengunjung

Terlepas dari jadi tidaknya Pecinan ini nantinya dibangun, memang nggak bisa dipungkiri kalau adanya tempat yang satu ini bakal membuat perekonomian di kawasan dekat Borobudur meningkat. Apalagi sekarang ini semakin banyak turis asal Tionghoa yang datang ke Borobudur, maupun turis Indonesia keturunan. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mencontohkan bahwa Indonesia harus berkaca ke Angkor Wat yang ada di Kamboja. Di sana, turis setiap tahunnya bisa mencapai 2,5 juta orang, padahal turis yang masuk ke Indonesia saja di bawah itu, yaitu 1 juta orang. Lalu yang berkunjung ke Borobudur jelas tak sebanyak itu, karena hanya sekitar 250.000 orang per tahun. Nah, kalau ada Chinatown, daya tarik Borobudur maupun Kota Magelang sendiri juga bakal lebih meningkat, kan?

Kalau seandainya Chinatown alias Pecinan jadi dibuat, maka di dalamnya akan jadi kesempatan besar untuk turis – turis domestik dan luar agar bisa belajar kebudayaan Indonesia sekaligus Tionghoa yang sudah berintegrasi di negara ini selama ratusan tahun. Selain itu, wisata kuliner, cinderamata, budaya, penginapan, dan hiburan lain juga menjadi potensi yang sangat menarik. Doakan saja, ya, bahwa ketika pembangunan Chinatown ini jadi, masyarakat setempat akan diuntungkan, dan Candi Borobudur sendiri semakin dihormati.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.