10 Fakta Menarik Tentang Bunga Edelweis yang Belum Diketahui Oleh Banyak Orang

Untuk kamu yang memiliki hobi mendaki gunung tentunya sudah tidak asing lagi dengan salah satu bunga yang hidup di daerah pegunungan yaitu Edelweis. Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik yang mampu tumbuh dan besar di ketinggian gunung Indonesia dan memerlukan sinar matahari yang penuh. Bunga cantik ini memang akrab dengan para pendaki dan dapat mengilhami banyak orang melalui keindahan dan keabadian yang ditampilkan. Tak heran jika bunga ini disebut sebagai bunga abadi karena dapat mekar dalam waktu yang cukup lama. Edelweis memiliki kelopak bunga berwarna putih yang dapat mekar di bulan April hingga bulan Agustus setiap tahunnya.

Bunga ini juga bisa kamu temukan di beberapa pegunungan Indonesia seperti Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, Gunung Semeru, Gunung Papandayan, dan lain sebagainya. Bunga Edelweis ini sangat populer di kalangan wisatawan. Bunga ini dikeringkan dan dijual sebagai souvenir sehingga kondisi ini menyebabkan spesies tanaman ini mengalami kelangkaan. Namun saat ini di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mulai membudidayakan Bunga Edelweis ini. Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis Javanica. Berikut ada 10 fakta mengenai Bunga Edelweis yang belum diketahui banyak orang. Diantaranya adalah:

1. Bunga Edelweis saat pertama kali ditemukan oleh Georg Carl Reinwardt yang merupakan seorang naturalis asal Jerman pada tahun 1819. Bunga tersebut pertama kali ditemukan di kawasan lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

2. Edelweis adalah bunga yang dimana serbuk kuningnya akan mekar dan dapat bertahan 1 – 3 hari setelah itu akan rontok dan hanya meninggalkan kelopak bunga nya saja.

3. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dalam keadaan tertentu dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m.

4. Meskipun hidup di pegunungan, namun edelweis mampu bertahan dalam keadaan tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

5. Pada tahun 2003, Pos Indonesia menjadikan Bunga Edelweis sebagai salah satu gambar di perangko.

6. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir Bunga Edelweis dan dimana pada tahun 1988 tercatat 636 batang diambil.

7. Kini terdapat beberapa petugas yang jaga pos pendakian di sejumlah gunung Рgunung Indonesia untuk memeriksa carrier yang di bawa. Jika ada pendaki yang  memetik Bunga Edelweis maka petugas tersebut akan menyita bunga nya.

8. Jika kamu melihat ada Bunga Edelweis yang diperjualbelikan maka Edelweis tersebut adalah hasil budidaya yang secara fisik akan terlihat perbedaannya dengan Edelweis yang tumbuh secara alami.

9. Tak hanya di Indonesia saja, di luar negeri pun terdapat Bunga Edelweis yang disebut dengan Leontopodium Alpinum. Namun memiliki perbedaan dengan Bunga Edelweis yang terdapat di Indonesia.

Leontopodium Alpinum

 

10. Bukan hanya nama bunga, Edelweis pun menjadi judul sebuah lagu yang dinyanyikan pada film The Sound of Music pada 1965.

Share this:

Leave a comment