Sejarah dan Letak Geografis Pulau Karimunjawa

Pulau Karimun Jawa merupakan Kepulauan yang ada di laut Jawa terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Karimun Jawa memiliki luas daratan sekitar 1.500 ha dengan perairan yang seluas 110.000 ha. Pulau ini kini telah dikembangkan sebagai pesona wisata berupa Taman Laut dengan banyak diminati oleh para wisatawan, baik berasal dari lokal ataupun dari mancanegara.

Sejarah Pulau Karimun Jawa

Menurut legenda masyarakat sekitar yang beredar, Karimun Jawa ini ditemukan pertama kali oleh Sunan Muria. Adapun awalnya, dikisahkan bahwa Sunan Muria prihatin dengan kenakalan putranya yang bernama Amir Hasan. Karena maksud mendidik, maka Sunan Muria pun memerintahkan putranya pergi menuju suatu pulau yang terlihat dan nampak seperti “kremun-kremun” (yang artinya kabur), supaya sang anak pun bisa memperdalam ilmu agamanya. Oleh karena terlihat seperti “kremun-kremun” inilah pulau ini dinamakan juga sebagai Pulau Karimun.

Letak Geografis Pulau Karimun Jawa

Pulau Karimun Jawa berlokasi tepatnya di Laut Jawa, bagian utara Jepara, provinsi Jawa Tengah. Di Kepulauan ini terdapat sebanyak 27 pulau yang terdiri atas pulau berpenghuni dan pulau yang tak berpenghuni. Pulau yang berpenghuni sendiri terdiri dari Genting, Parang, Kemujan, Karimun Jawa, dan Nyamuk. Sedangkan pulau yang tak berpenghuninya sendiri terdiri dari Cemara Kecil, Menjangan Besar, Cemara Besar, Menjangan Kecil, Geleyang, Bengkoang, Burung, Kembar, Krakal Kecil, Krakal Besar, Katang, Mrican, Sintok, Cendikian, Kumbang, Mencawakan, Cilik, Gundul, Tengah, Seruni, Gundul, Tambangan, dan Sintok.

Penduduk di Karimun Jawa

Pulau Karimun Jawa memiliki penduduk sekitar 10 juta jiwa lebih yang terdapat di 5 pulau berpenghuni. Adapun 3 suku utama penghuni pulau ini yaitu suku Jawa, dengan mata pencaharian bertani serta memproduksi peralatan rumah tangga, Suku Madura berprofesi menjadi pelayan namun bisa memproduksi ikan kering, dan Suku Bugis yaitu pelaut andal tentunya berprofesi menjadi nelayan. Untuk pendidikan sendiri, di pulau ini sudah bisa menjangkau hingga tingkat SLTA. Di samping mempunyai 10 SD, pulau ini mempunyai 1 SLTP, MTS dan juga satu SMK Negeri dengan jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan dan Budidaya Rumput Laut sebagai sekolah gratis. Di tambah lagi dengan 1 Madrasah Aliyah yang terdapat di Penghujan.

Jalur Transportasi Menuju Karimun Jawa

Transportasi menuju Karimun Jawa paling umum menggunakan kapal yang berasal dari Jepara dan Semarang. Berasal di Pelabuhan Tanjung Emas, kota Semarang, yakni Kapal Kartini I biasanya berangkat tiap hari Sabtu jam 9 pagi menuju Karimun Jawa. Lalu kembali Minggu siang dari Karimun Jawa dengan lama penyeberangan sekitar 2-3 jam. Sementara di Jepara sendiri mulai dari Pantai Kartini, yakni pelabuhan di Jepara ada Kapal Muria berangkat sekali dalam 2 hari, dengan lapa penyeberangan kurang lebih selama 6 jam pelayaran dengan kapal ekonomi ini.

Adapun jadwal kapal yang berasal di Pelabuhan Jepara sendiri umumnya berangkap pada hari selasa-sabtu pukul 9 pagi serta dari Pulau Karimun ke Jepara pada hari rabu, lalu jumat dan Minggu pada pukul 8 pagi. Jika terdapat gelombang tinggi, pihak perhubungan yang ada di pelabuhan pun tak bisa memberikan izin untuk berlayar, serta jadwal keberangkatan dari kapal tersebut pun berubah sesuai dengan perubahan cuaca yang terjadi. Pelabuhan Jepara pun biasanya dapat membawa motor maupun mobil yang bisa diseberangkan menuju Karimun Jawa. Sementara untuk jalur udara sendiri bisa ditempuh lewat perjalanan dari Bandara Semarang Ahmad Yani ke Bandara di Pulau Kemujan Dewa Daru memakai pesawat sewa tipe CASA 212 disediakan PT. Wisata Laut Nusa Permai. Adapun waktu tempuh kira-kira sekitar 30 menitan menuju pulau Karimun Jawa.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.