Berkunjung ke Negeri di Atas Awan ala Bantul

Begitu mendengar lokasi wisata Kebun Buah Mangunan mungkin bagi sebagian orang menyangka jika lokasi tersebut merupakan agrowisata yang isinya beraneka ragam buah – buahan. Namun tak hanya berisi buah – buahan saja, nyatanya disini terdapat panorama yang sangat menakjubkan yaitu “Negeri di Atas Awan” ala Bantul. Lokasi wisatanya terdapat di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Di kawasan tersebut, kamu akan melihat hamparan kabut yang menyelimuti bentang perbukitan dan lembah Sungai Oyo yang akan membuat kamu benar – benar merasakan sensasi diatas awan saat berada di gardu pandang Mangunan. 

Untuk melihat keindahan alam tersebut dibutuhkan usaha yang ekstra yaitu berangkat saat pagi buta atau sekitar Subuh. Jarak tempuhnya sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Jalur untuk sampai ke kawasan tersebut pun cukup mudah yaitu melewati Jalan Imogiri Timur atau Imogiri Barat. Di sepanjang perjalanan kamu harap – harap cemas berkecamuk di benak karena fenomena ini tak selalu muncul setiap hari hanya pada saat cuaca tertentu saja. Ada salah satu pengunjung menuturkan jika berkunjung kesana beruntung apabila cuacanya sedang bagus karena kamu dapat melihat kabut awan namun jika tidak sedang mendukung cuacanya maka hanya perbukitan saja yang terlihat.

Para Pemburu
Disaat pagi tiba, banyak rombongan pasangan muda – mudi yang berboncengan motor menuju ke arah perbukitan Mangunan. Tujuan mereka semuanya sama yaitu ingin berburu fenomena ” negeri di atas awan “. Saat tiba di pintu masuk Kebun Buah Mangunan, kamu harus mengeluarkan uang sebesar Rp 12 ribu untuk membayar tiket masuk. Untuk mencapai gardu pandang ada dua alternatif jalan yang bisa dilewati. Pertama, kamu bisa tetap menaiki kendaraan hingga ke area parkir yang berada di atas dan yang Kedua dengan berjalan kaki dan memarkirkan kendaraan di dekat pintu masuk. Jika kamu memilih alternatif yang kedua maka dipastikan perut sudah terisi karena jarak tempuhnya lumayan jauh dan jalurnya pun naik turun.

Kebanyakan wisatawan memilih cara termudah yakni tetap membawa kendaraan hingga area parkir paling akhir. Area parkir paling ujung itu ternyata sudah di penuhi oleh ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat pagi itu justru ada beberapa kendaraan roda empat tampak bernomor polisi luar Yogyakarta. Rasa was – was yang sebelumnya berkecamuk buyar saat beberapa meter tiba dari lokasi gardu pandang.
Ketika kaki mulai menginjakkan kaki di anak tangga yang mulai menurun, hamparan awan kabut yang menyelimuti perbukitan dan lembah sungai Oyo langsung menyambut.

Berjubel
Setibanya di gardu pandang maka setidaknya ada ratusan wisatawan yang berjubel memadati area tersebut. Pemandangan nya pun sangat luar biasa seperti benar – benar berada di atas awan dan sekilas mirip di Sikunir, Wonosobo. Hamparan kabut memang menjadi salah satu magnet yang ada di lokasi ini karena mulai pukul 05.00 sudah muncul dan semakin lama semakin pekat lalu menghiang sekitar pukul 07.30. Faktor cuacanya pun berpengaruh pada kabutnya, karena semakin bagus cuacanya maka kabutnya akan semakin tebal.

Hampir semua wisatawan asyik berfoto pagi itu
Tak sedikit wisatawan yang datang ke lokasi tersebut mengabadikan momen – momen indah dengan melakukan selfie. Namun tak sedikit juga wisatawan yang mengabaikan keselamatan ketika sedang berfoto. Ada beberapa wisatawan yang nekat memanjat, duduk hingga bergelantungan di pagar pembatas gardu pandang hanya untuk berfoto. Bahkan yang lebih bahayanya ada aksi wisatawan yang lebih nekat lagi yakni melompati pagar pembatas dan asyik berfoto di tebing belakang pagar padahal tepat di belakang pagar itu adalah tebing curam yang tertutup kabut. Aksi menantang maut para pemburu selfie ini seolah mengacuhkan papan larangan bertuliskan “Dilarang Melewati Pagar Pembatas” yang di pasang pengelola Kebun Buah Mangunan.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.