Menikmati Secangkir Kopi Biji Salak Unik dari Salatiga

Kamu pasti sudah tahu bahwa Indonesia adalah rumah bagi banyak jenis kopi nikmat yang diekspor ke mancanegara. Mungkin kamu sendiri adalah penikmat kopi yang sudah mencicipi segala jenis minuman yang bikin melek ini, dari yang kelas internasional, sampai dengan kelas kaki lima di pinggir jalan. Tapi sudah pernahkah kamu mencoba kopi dari biji salak?

Sensasi Kopi Biji Salak yang Unik

Biji salak atau dalam bahasa Jawanya disebut dengan kentos, adalah biji dari buah salak yang bentuknya khas, hitam kecoklatan dan keras. Biji buah ini biasanya dibuang begitu saja oleh orang-orang. Alasannya jelas, soalnya sudah tak berguna lagi (kecuali beberapa yang memang suka buat mainan). Tapi buat Laili Musyarofah dari Salatiga, Jawa Tengah, biji salak ternyata bisa menjadi sumber kesuksesannya. Beliau yang awalnya hanya menjadi pedagang soto ayam di rumahnya mendirikan Warung Kebon Salak (WKS), yang menyajikan suguhan kopi nikmat dari biji salak, dan juga kreasi makanan lain yang memanfaatkan biji dari buah yang bentuknya unik dan kulitnya bersisik seperti ular ini.

Kopi dari biji salak yang dijual di Warung Kebon Salak ini rasanya nikmat, dan terlebih lagi, tak memberikan efek samping negatif bagi kesehatan. Ini karena kopi biji salak yang dijual di WKS tak mengandung kafein. Jadi kamu yang punya sakit maag, hipertensi, ataupun penyakit asam urat bisa tenang saja meminumnya. Bahkan kalaupun kamu bukan penggemar kopi sekalipun, bisa jadi kamu akan menyukainya. Banyak pengunjung WKS yang menyatakan bahwa mereka ketagihan dengan rasanya yang mantap.

Pemanfaatan Biji Salak Langsung Dari Kebun

Biji salak yang menjadi bahan dari kopi unik ini diambil langsung dari kebun salak milik Laili dan dari petani salak setempat, sehingga bisa dipastikan kesegarannya. Awalnya, Laili hanya mencoba – coba saja untuk eksperimen, setelah melihat apa saja kegunaan biji salak dari internet. Hasilnya lalu dicoba, dan ternyata disambut dengan antusias. Cara membuat kopi ini pun dituturkan oleh Laili. Cukup jemur dan bersihkan biji salak sampai kering, lalu biji di sangrai sampai warnanya menjadi hitam. Baru kemudian biji yang menghitam ini ditumbuk sampai jadi bubuk yang halus seperti kopi. Inilah yang menjadi bahan minuman lezat kopi biji salak.

Tak hanya kopi saja yang ditawarkan di WKS, lho. Kamu juga bisa mencicipi rasa dari nasi goreng salak, yaitu nasi goreng yang diberi potongan-potongan buah salak nan segar, langsung dipetik dari kebun. Rasanya tak kalah dahsyat, dan bisa kamu nikmati bersama-sama dengan kopi unik ini.

Mensejahterakan Masyarakat

Usaha yang dimulai oleh Laili Musyarofah di tahun 2015 ini sekarang telah berhasil membuatnya menjadi pengusaha Usaha Kecil dan Menengah yang berhasil. Tapi yang lebih istimewa lagi adalah kenyataan bahwa usahanya mampu menaikkan kesejahteraan para petani salak yang ada di desanya. Dengan membeli langsung dari para tetangganya tersebut, maka beliau bisa menjaga agar harga salak tak terlalu jatuh, dan mencegah mereka berurusan dengan tengkulak. Tertarik untuk merasakan nikmatnya kopi biji salak ini? Silahkan datang langsung ke Warung Kebon Salak di Jl. Srikandi, Kelurahan Grogol, Salatiga. Kamu yang tak sempat ke Salatiga bisa membeli bubuk kopi yang sudah dikemas di UMKM Center Semarang.

Harganya sendiri sangat murah, per gelasnya dihargai Rp 5.000,00 saja namun sementara jika kamu membeli yang sudah dikemas maka kamu tinggal membayar Rp 10.000,00 untuk setiap 30 gram (6 gelas). Sedangkan untuk nasi goreng salak sendiri, kamu cukup membayar Rp 7.000,00 per porsi. Ayo, coba sekarang juga!

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.