Melihat Kota Lama Semarang Kembali Hidup dalam Beberapa Waktu Mendatang

Daerah Jawa Tengah memang sangat terkenal dengan budayanya yang masih sangat kental, khususnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hanya saja tak sebatas disana melainkan juga merembet lagi hingga ke kita Semarang. Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda terkait dengan kota yang satu ini?, lawang sewu atau mungkin bangunan-bangunan tua yang masih bisa dengan mudah dijumpai di sepanjang jalanan tersebut. Tak memungkiri bahwa selain dikenal sebagai kota pelajar, ia juga memiliki daya tarik dari destinasi-destinasi wisata yang ada di sekitarnya, mulai dari pantai, bangunan tua hingga kuliner.

Sekali-kali tak ada salahnya bagi Anda untuk datang kesini, menghabiskan waktu liburan bersama dengan keluarga atau mungkin teman, pastinya tak cukup hanya dengan satu hari jika kamu ingin menjelajahi seluruh isi Semarang. Anda bisa menjelajahinya mulai dari bagian utara hingga selatan, dari pesisir pantai mencapai barisan kota tua. Tak kalah dengan Jakarta ternyata Semarang juga memiliki kawasan yang dinamakan sebagai kota tua, bahkan wilayahnya sangat luas.

Kebanyakan diantara pelancong memang lebih tertarik untuk menjelajah ke kawasan tersebut karena kaya akan nilai budaya, nah bagi kamu yang menyukai fotografi pastinya juga akan mendapatkan lebih banyak jepretan gambar menarik disini. Melihat dari potensi wisata yang ada tersebut, Gubernur Jawa Tengah yaitu Ganjar Pranowo ternyata sudah mulai mencoba merevitalisasi kota tersebut, tak hanya agar tampil lebih fresh melainkan diharapkan juga bisa menarik lebih banyak perhatian pengunjung.

Jika membandingkan dengan kita tua yang ada di Jakarta. Tak memungkiri bahwa sebenarnya kota tua atau yang lebih dikenal sebagai kota lama di daerah Semarang ini kalah jauh. Ia mungkin hanya menarik perhatian dari pelancong yang ada di kawasan sekitar Semarang saja, namun belum sampai keluar provinsi. Wisata heritage yang ada disini masih kurang ‘hidup’. Itulah mengapa tujuan utama dari pembangunan kota yang ada disini sebenarnya lebih menekankan pada unsur-unsur yang dapat menarik perhatian pelancong.

Gubernur Jawa Tengah itu sendiri menegaskan bahwa sebenarnya ada cukup banyak bangunan lama nan kaya akan nilai sejarah yang bisa dikunjungi seperti Gereja Bledug dan juga Stasiun Semarang Tawang, hanya saja dilihat animo masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata tersebut masih sangat minim. Untuk itulah dinas pariwisata dalam beberapa bulan ke depan ini nampaknya akan semakin sibuk dengan beberapa revitalisasi untuk membuat kota tua tersebut nampak lebih hidup dari sebelumnya.

Anda sendiri tinggal menunggu tanggal jadinya untuk berkunjung, sebenarnya tak semua bagian akan mengalami revitalisasi. Perubahan ini akan dilakukan pada beberapa bagian saja seperti menata ulang agar nampak baru, kemudian juga perubahan secara fisik dan untuk menarik lebih banyak minat dari wisatawan nantinya akan dilakukan beberapa strategi seperti event yang akan marah dilakukan, program berkelanjutan hingga lebih banyak yang mengenal Semarang dan kota lama mereka.

Beliau juga menjelaskan bahwa kebanyakan diantara gedung atau bangunan tua yang ada di sini semuanya mubadzir, tak digunakan sebagai kawasan wisata justru hanya diisi oleh makhluk halus. Tanpa adanya perubahan kembali tentunya dalam beberapa tahun kedepan ia akan rubuh dengan sendirinya dimakan usia. Padahal saat bisa diubah sekarang juga nilainya cukup tinggi bagi pemasukan daerah karena ia dapat mendatangkan pelancong. Manfaat juga bisa dirasakan oleh warga sekitar sebagai mata pencarian yang baru.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.