Sate dan jajanan bakar di kios kaki lima

Kelezatan Makanan Kaki Lima Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang adalah kawasan bersejarah yang dikenal dengan deretan bangunan kolonial, Gereja Blenduk, dan Taman Srigunting. Namun, daya tarik kawasan ini tidak berhenti pada arsitekturnya. Menjelang sore, sudut-sudut jalan mulai dipenuhi pedagang makanan kaki lima yang menawarkan aroma sate bakar, gorengan hangat, dan minuman tradisional yang menggoda selera.

Bagi wisatawan, menjelajah Kota Lama Semarang sambil mencicipi jajanan jalanan adalah cara paling menyenangkan untuk mengenal kota. Harganya ramah di kantong, porsinya fleksibel, dan hampir semuanya bisa dinikmati sambil berjalan menyusuri trotoar. Berikut panduan kuliner kaki lima yang layak masuk daftar kunjungan Anda.

Baca Juga: Kuliner Jalanan yang Mendunia dari Semarang

Suasana kawasan Kota Lama Semarang
Suasana kawasan Kota Lama Semarang pada siang hari.

Jajanan Klasik yang Tak Lekang oleh Waktu

Sate kambing

Salah satu jajanan yang paling mudah ditemukan di Kota Lama adalah sate kambing. Daging kambing muda dipotong kecil, ditusuk, lalu dibakar di atas arang hingga aromanya keluar. Sate disajikan dengan kecap, irisan bawang merah, tomat, dan lontong atau nasi. Rasanya gurih dengan sedikit manis dari kecap, sementara bagian yang sedikit berlemak memberi tekstur juicy. Harga satu porsi umumnya berkisar Rp20.000 sampai Rp35.000. Jika tidak menyukai lemak berlebih, Anda bisa meminta bagian has atau paha.

Klepon

Di antara deretan jajanan pasar, klepon selalu punya tempat. Bulatan hijau dari tepung ketan ini berisi gula merah yang meleleh saat digigit, lalu ditaburi kelapa parut. Rasanya manis, gurih, dan sedikit hangat dari uap ketan yang baru matang. Klepon biasanya dijual bersama getuk, cenil, dan jajanan pasar lain dengan harga Rp2.000 sampai Rp5.000 per biji.

Klepon berbalut kelapa parut
Klepon berbalut kelapa parut, jajanan pasar yang mudah ditemukan di sekitar Kota Lama.

Es dawet

Cuaca Semarang yang cukup panas membuat es dawet menjadi pilihan yang tepat. Dawet dari tepung beras dan ketan disajikan dengan santan, gula jawa, dan es serut. Perpaduan manis dan gurihnya menyegarkan, terutama jika diminum setelah berjalan kaki mengelilingi kawasan. Harga satu gelas es dawet biasanya Rp5.000 sampai Rp10.000.

Warisan Kuliner di Jantung Kota Tua

Nasi goreng babat

Nasi goreng babat adalah salah satu hidangan yang paling erat dengan Semarang. Babat sapi direbus hingga empuk, lalu ditumis bersama bumbu dan disajikan dengan nasi goreng, acar, serta kerupuk. Rasanya gurih dengan sedikit manis, dan tekstur babat yang lembut membuat hidangan ini berbeda dari nasi goreng biasa. Banyak warung di sekitar Kota Lama yang baru buka pada malam hari, jadi jangan heran jika menjelang tengah malam kawasan ini masih ramai.

Lumpia Semarang

Lumpia atau lunpia Semarang punya ciri khas pada isiannya, yaitu rebung atau bambu muda, telur, dan daging ayam atau udang. Kulitnya tipis dan renyah setelah digoreng. Ada juga versi basah yang tidak digoreng dan disajikan dengan saus, sehingga rasanya lebih segar. Harga satu porsi lumpia berkisar Rp10.000 sampai Rp25.000, tergantung isian dan ukurannya.

Tahu gimbal

Tahu gimbal terdiri dari tahu pong goreng dan gimbal, yaitu bakwan sayur, yang disiram bumbu kacang atau petis. Tambahan cabai rawit membuat rasanya makin pedas dan menggugah selera. Makanan ini cocok disantap sore hari sambil duduk di pinggir jalan. Harganya pun bersahabat, sekitar Rp8.000 sampai Rp15.000 per porsi.

Ragam Rasa di Setiap Sudut Kota Lama

Kopi joss dan angkringan

Saat malam tiba, angkringan di sekitar Kota Lama mulai ramai. Salah satu minuman yang populer adalah kopi joss, yaitu kopi hitam yang disajikan dengan arang membara di dalam gelas. Aroma smoky dan rasa pahitnya khas, cocok dinikmati sambil duduk di tikar bersama teman. Harga satu gelas kopi joss umumnya Rp5.000 sampai Rp10.000.

Wingko babat

Wingko babat terbuat dari kelapa muda, tepung ketan, dan gula, lalu dipanggang hingga berwarna kecokelatan. Teksturnya kenyal dengan aroma kelapa yang kuat. Camilan ini cocok disantap hangat-hangat atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Harga per potong atau per bungkus kecil berkisar Rp5.000 sampai Rp10.000.

Soto ayam dan sego kucing

Soto ayam Semarang memiliki kuah bening kekuningan yang kaya rempah, disajikan dengan soun, tauge, telur, ayam suwir, dan taburan koya. Sementara itu, sego kucing adalah nasi dalam porsi kecil dengan lauk sederhana seperti tempe, tahu, dan sambal yang biasa disajikan di angkringan. Keduanya pas dinikmati kapan saja, terutama saat perut mulai lapar di tengah perjalanan. Harga satu porsinya sekitar Rp5.000 sampai Rp15.000.

Sajian Lokal yang Menggoyang Lidah

Bandeng presto

Bandeng presto adalah olahan bandeng yang dimasak dengan panci presto sehingga durinya menjadi lunak dan bisa dimakan. Bumbu rempahnya meresap hingga ke daging, membuat rasanya gurih dan tidak amis. Hidangan ini bisa disantap sebagai lauk atau dibeli sebagai oleh-oleh. Harga satu ekor bandeng presto berkisar Rp25.000 sampai Rp50.000, tergantung ukuran.

Es puter dan es campur

Untuk penutup, es puter tradisional yang dibuat dari santan, kelapa, dan nangka bisa menjadi pilihan. Es krim ala Indonesia ini disajikan dalam cone atau wadah sederhana dan rasanya lembut. Es campur dengan buah, cincau, dan sirup juga menyegarkan di tengah teriknya kota. Harga keduanya berkisar Rp5.000 sampai Rp15.000 per porsi.

Petualangan Kuliner Murah Meriah

Salah satu kelebihan kuliner kaki lima di Kota Lama adalah harganya. Dengan budget sekitar Rp50.000, Anda sudah bisa mencicipi tiga sampai empat jenis jajanan. Pedagang gerobak dan warung tenda biasanya menawarkan porsi kecil dengan harga yang lebih murah, sehingga Anda bisa mencoba banyak rasa tanpa harus menghabiskan banyak uang. Sebagian pedagang belum menerima pembayaran non-tunai, jadi sebaiknya siapkan uang tunai secukupnya.

Baca Juga: Wisata Kuliner Unik di Karanganyar Solo

Tips Menjelajah Kuliner Kota Lama

  • Datang pada sore hingga malam hari, saat pedagang kaki lima mulai berjualan dan suasana kawasan lebih hidup.
  • Bawa uang tunai pecahan kecil agar lebih mudah bertransaksi.
  • Pilih pedagang yang ramai dan makanannya baru matang.
  • Coba porsi kecil dari beberapa pedagang agar bisa mencicipi lebih banyak jenis.
  • Bawa air minum sendiri dan jaga kebersihan tangan sebelum makan.
  • Tanyakan harga terlebih dahulu, terutama untuk hidangan yang dijual per ons atau per ekor.

Kesimpulan

Kota Lama Semarang bukan hanya tentang bangunan tua dan foto arsitektur. Di sela-sela gedung bersejarah, makanan kaki lima menawarkan pengalaman kuliner yang autentik, terjangkau, dan penuh cerita. Dari sate kambing hingga klepon, dari nasi goreng babat hingga es dawet, setiap suapan menghubungkan Anda dengan tradisi warga kota. Jadi, saat berkunjung ke Semarang, sisihkan waktu untuk berjalan kaki, berhenti di gerobak pedagang, dan menikmati kelezatan makanan kaki lima Kota Lama Semarang.

Foto sampul oleh Quang Hoang, foto klepon oleh Rizky Rahmat Hidayat, dan foto Kota Lama oleh Valenina Qatrunada di Unsplash.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Scroll to Top