Kawasan Sejarah di Jakarta Berikut Ini Bisa Dijadikan Sebagai Tujuan Wisata Akhir Pekan Loh!

Jakarta memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Beraneka ragam wisata seperti wisata kuliner, wisata hiburan, wisata belanja, wisata sejarah, dan lain sebagainya bisa kamu temukan di kota ini. Namun bagi kamu yang bingung akhir pekan kali ini mau kemana, maka tak ada salahnya berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Jakarta berikut ini:

1. Kota Tua, Jakarta Barat

Tentu sudah tak asing lagi dong dengan destinasi wisata yang satu ini? Bisa dikatakan, Kota Tua merupakan salah satu ikon wisata di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat akhir pekan tiba. Lokasinya berada di Tamansari, Jakarta Barat. Pada awalnya kawasan ini merupakan pusat pemerintahan Batavia dengan sebutan Kota Lama Benedenstad. Disini kamu bisa berkunjung ke beberapa gedung peninggalan Belanda yang kini di fungsikan menjadi museum, antara lain Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bahari, dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

2. Weltevreden, Jakarta Pusat

Wilayah Kawasan Weltervreden merujuk pada seluruh kawasan di Jakarta Pusat saat ini yang pusatnya ada di Menteng. Pusat pemerintahan Batavia yang sebelumnya terletak di Kota Tua dipindah ke wilayah ini karena tata kota yang buruk dan merebaknya wabah di kota lama. Kamu bisa mengunjungi beberapa penginggalan yang saat ini masih bisa ditengok. Seperti Gedung Kesenian Jakarta, Museum Kebangkitan Nasional, Rumah Raden Saleh, dan masih banyak lagi.

3. Jatinegara, Jakarta Timur

Jatinegara merupakan gerbang Benteng Belanda Meester Cornelis yang berfungsi sebagai akses ke arah Buitenzorg atau kini dikenal dengan nama Kota Bogor. Di kawasan ini kamu bisa menemukan beberapa peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi seperti Pasar Lama Jatinegara (Pasar Mester), Stasiun Kereta Api Jatinegara, Rumah Langgam China, dan Kelenteng.

4. Kampung Tugu, Jakarta Utara

Kampung Tugu merupakan salah satu tempat singgah Bangsa Portugis dan menjadi pemukiman tawanan perang keturunan bangsa Portugis dari Malaka yang disentralisasi oleh Hindia Belanda. Sebagian besar  masyarakat di kawasan ini masih menjaga tradisi masa lalu seperti tradisi Rebo – Rebo yang diadakan setiap tanggal 1 Januari. Tradisi Rebo – Rebo ini di lakukan dengan memainkan keroncong tugu dari rumah ke rumah dan makan di rumah terakhir.

5. Blok M, Jakarta Selatan

Bermula dari keinginan Belanda untuk menghasilkan pusat pertumbuhan di selatan kota. Kawasan ini pun dirancang menjadi kota satelit pada tahun 1940. Kawasan ini disiapkan oleh Hindia Belanda sebagai kawasan pemukiman baru dengan nama Kebayoran Ilir. Jalan Melawai di Blok M duhulu merupakan kawasan anak gaul Jakarta di era ’80-’90 an.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.