Ekspedisi Susur Sungai Mendo dan Prasasti Kapur di Kabupaten Bangka.

Bayangkan, kamu menyusuri sungai di lingkungan pedalaman layaknya film – film Hollywood (meski tanpa bahaya yang biasa ada di film seperti itu), dan menikmati alam terbuka, aktivitas penduduk yang masih asli, dan menikmati wisata air yang menyegarkan. Selamat datang di ekspedisi Susur Sungai Mendo dan Prasasti Kapur di Kabupaten Bangka.

Menelusuri Sungai yang Alami

Perjalanan dimulai dari rumah adat Datuk Emron Pangkapi yang berada di Jalan Balai Pangkalpinang. Dari sini, peserta bakalan diajak untuk menuju tempat Sungai Mendo berada, yaitu Desa Mendo yang ada di Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka. Kalau kamu mengikuti ekspedisi untuk Susur Sungai Mendo, maka ketika kamu tiba di dermaga, kamu dan rombongan bakalan disambut oleh Tarian Kedidi, tarian penyambutan tamu oleh warga desa. Berasa bagai orang penting, deh. Di sinilah, kamu akan diajak untuk menaiki perahu motor yang sudah tersedia, dan perjalananmu menyusuri sungai akan dimulai, dari Desa Mendo sampai Desa Kota Kapur. Total perjalanan direncanakan adalah 2 jam.

Hal paling istimewa yang akan kamu lihat ketika menyusuri sungai ini adalah vegetasi di sekeliling sungai yang masih sangat alami. Tanaman yang bakalan paling sering kamu lihat adalah tanaman yang disebut dengan Rasau. Tanaman ini adalah tanaman Pandan Berduri yang hidup secara alami di kawasan perairan daerah tropis, dan sangat berguna untuk bahan pembuatan karya tangan seperti tikar dan bakul. Selama kurang lebih satu jam, kamu akan dikelilingi tanaman tersebut. Semakin jauh perahu menyusuri sungai, vegetasi pun semakin bervariasi. Jalur perahumu akan dihadang pohon Nipah yang dedaunan dan juga buahnya menjuntai dari kanan dan kiri, membuat perjalanan jadi tambah seru. Kemudian dilanjutkan dengan tanaman bakau yang ukurannya sebesar raksasa saking tuanya.

Tidak hanya tumbuhan saja, lho. Burung – burung air juga akan kamu jumpai sedang mencari makan di sungai, menemanimu dengan suara mereka yang khas. Bahkan penduduk setempat juga akan kamu lihat, sedang mencari udang galah di tepian sungai.

Wisata Sejarah dan Kuliner di Kota Kapur

Begitu 2 jam berlalu, kamu pun akan sampai di Dermaga Kota Kapur, di mana kamu akan dituntun kepala desa untuk mengunjungi situs bersejarah penting yang ada di sana, yaitu situs Kerajaan Sriwijaya. Sehabis puas mempelajari sejarah Sriwijaya, isi perutmu dengan makan siang menikmati udang galah gemuk, lempah kuning lele, serta minuman dari aren, yaitu Legen. Kemudian, kalau kondisi air tidak sedang surut, kamu bisa melanjutkan perjalananmu menuju muara Sungai Mendo, mengeksplorasi Pulau Antu dan Pulau Medang. Pulau kecil di Selat Bangka ini adalah pulau kosong yang kerap kali digunakan untuk tempat liburan bagi warga sekitar, atau sekedar tempat buat leha – leha bagi nelayan.

Kedua pulau ini sendiri punya karakter unik, di mana Pulau Medang adalah pulau yang penuh tanaman hutan hujan tropis dan pasir yang putih, sementara Pulau Antu adalah pulau berpasir putih, berbatu besar, dan sedikit pepohonan. Keduanya sama indahnya, dan bakal membuat liburanmu makin mengasyikkan.

Mengembangkan Wisata Bahari

Itinerary tersebut merupakan perjalanan yang dirancang untuk mengembangkan potensi wisata di Bangka Belitung. Mengarungi sungai merupakan salah satu cara supaya wisatawan mau menginap beberapa hari di sini, dan tak sekedar datang terus pulang seperti biasanya. Kalau rencana ini sudah jalan, bukan tak mungkin ketika lain kali kamu ke sini lagi, perjalanan akan lebih seru, dengan adanya cinderamata khas dari daerah Bangka untuk kamu bawa pulang.

Share this:

Leave a comment