Berburu Binatang Peliharaan di Pasar Berastagi, Medan

Ketika ingin berkunjung ke kawasan Tanah Karo, Sumatera Utara tepatnya di Pasar Berastagi maka kamu akan menemukan berbagai binatang peliharaan seperti kelinci, marmut dan anjing. Memiliki bulu berwarna putih yang bersih, mata merah yang mungil serta gerak – gerik kelinci dapat mencuri perhatian anak – anak hingga orang dewasa yang sedang berkunjung ke kawasan tersebut. Selain kelinci ada juga marmut lucu yang sedang berlari di roda yang berputar dan seekor anjing yang menggonggong dengan suara meminta perhatian. Di kota yang satu ini, untuk kawasan yang menjual hewan peliharaan terbilang langka.

Oleh karena itu wisatawan yang datang berkunjung kesini terbilang banyak hingga berkerumun untuk memilih atau hanya sekedar melihat hewan peliharaan tersebut.  Selain terbilang sehat, hewan – hewan tersebut terbilang gemuk, lincah serta jinak. Dapat dikeluarkan dari kandang dan di elus – elus jika pembeli tertarik ingin membeli. Seekor marmut dijual dengan paket kandang dan tempat makan serta mainan rodanyanya, perpaket yaitu Rp 120 ribu. Pembelinya pun sudah mendapatkan bonus makanannya berupa wortel sekitar setengah kilo untuk seekor kelinci serta 1 plastik serutan kayu untuk marmut.

Ada seorang pembeli bernama Riri mengatakan jika ia akan membeli sepasang kelinci berwarna putih dan cokelat yang memiliki ukuran kecil yang ingin ia bawa ke Medan. Menurut bocah umur 9 tahun tersebut jika kelinci yang ia beli merupakan kelinci yang imut dan jinak serta jika digendong tidak melompat atau kabur apalagi ketika saat diberi makan wortel kelihatan sekali lahap memakannya. Untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Pasar Berastagi maka para wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi atau Bus pariwisata karena mengingat jalanan yang dilewati pun cukup bagus dan lebar. Disana juga terdapat beberapa transportasi umum yang melayani trayek Medan-Berastagi-Kabanjahe seperti Bus Borneo, Sumatera Transport (Sutra) dan Bus Sinabung.

Bus – bus tersebut sudah sangat familiar bagi para traveller asal Kota Medan , penggiat alam Berastagi, dan pedagang dari Karo yang turun dari Gunung untuk menuju ke Kota. Memiliki jarak  tempuh sekitar 76 km perjalanan dari Medan ke Kabanjahe via Berastagi ini dilayani oleh beberapa provider angkutan menggunakan armada bus mitsubishi colt diesel dengan ciri khas yang hanya berbeda warnanya saja. Kalau bus Borneo ditandai dengan warna kombinasi merah, kuning, hijau yang mencolok dan stiker di tiap sudutnya. Biasanya para wisatawan diantar langsung di depan pasar Berastagi. Perjalanan tersebut memakan waktu tempuh sekitar 1,5 jam saja ketika menggunakan transportasi tersebut.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.