Warnai Kunjungan Wisata ke Solo dengan Mampir ke Museum Keris Oktober Mendatang

Mendekati akhir tahun 2016 akan ada destinasi wisata baru di kota Solo, yakni Museum Keris yang rencananya akan diresmikan di bulan Oktober mendatang. Museum Keris merupakan sebuah museum yang menyimpan koleksi senjata tradisional masyarakat Indonesia. Pembangunan museum ini bahkan menelan anggaran sekitar Rp 20 milyar dengan segala fasilitas dan koleksi yang berasal dari banyak daerah di tanah air. Diharapkan dengan adanya museum ini ada destinasi wisata edukasi baru yang menawarkan pengalaman berbeda.

Museum yang Diharapkan Mendongkrak Kunjungan Wisata

Sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Surakarta, yakni Eny Tyasni Suzana. Bahwa memang rencananya peresmian dan mulai dibuka untuk umum museum satu ini akan dilakukan pada bulan Oktober. Harapan pemkot dengan adanya peresmian museum khas dan unik ini mampu meningkatkan dunia pariwisata di kota Solo dan sekitarnya. Sebab Solo sendiri sebenarnya kaya akan tempat wisata yang menarik dan beberapa masih belum di eksplore oleh wisatawan.

Museum biasanya lebih mudah menarik wisatawan asing yang tertarik untuk melihat dan mempelajari kebudayaan negara yang dikunjungi. Meskipun pembangunan dan rencana pembukaan Museum Keris sebenarnya juga menyasar wisatawan domestik. Sebab tidak sedikit generasi penerus bangsa yang kurang memahami apa saja peninggalan budaya dan sejarah bangsanya. Terlebih senjata tradisional seperti keris yang kini semakin langka pembuat atau pawangnya. Maka dengan kehadiran museum ini setidaknya mampu menjadi oase untuk menemukan apa saja senjata tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia.

Pembangunan dan pengembangan Museum Keris hingga hari ini masih berlangsung, dan direncanakan adanya animasi istimewa di dalamnya. Proses pembangunan lanjutan masih menunggu kedatangan hasil revisi dari Detail Engineering Design atau DED. Revisi ini diperlukan untuk segera rampung dan ditargetkan selesai akhir bulan ini. Sehingga proses pembangunan bisa segera dilanjutkan sehingga bisa dirampungkan tepat waktu dan dibuka sesuai rencana awal. Dalam revisi kali ini juga berhubungan dengan penyediaan fasilitas pemutaran film di dalam museum.

Jadwal proyek pembangunan museum ini akan dirampungkan dan diusahakan selesai di bulan Juni, setelahnya bisa segera digarap. Pembangunan tersebut akan memakan waktu sekitar tiga bulan sehingga di bulan September sudah selesai. Tentunya bisa sesuai dengan rencana bahwa Museum Keris sudah bisa dikunjungi wisatawan di bulan Oktober. Proyek penyediaan film pendek yang akan diputar di dalam museum menelan anggaran Rp 1,8 milyar. Revisi yang berlangsung tidak hanya memuat bagaimana membangun lokasi pemutaran film namun juga penggarapan alur cerita film tersebut.

Harapan besar mendasari semangat pembangunan Museum Keris, mengingat wisatawan selama ini masih terpusat di beberapa obyek wisata. Seperti minat wisatawan asing yang hanya menyambangi keindahan Pura Mangkunegaran atau berkunjung ke Pasar Triwindu Ngarsopati di kawasan Keraton. Sementara bagi pengunjung domestik kebanyakan juga membanjiri Taman Satwa Taru Jurug, Taman Balekambang, dan beberapa lagi yang lainnya memilih datang ke Keraton Surakarta Hadiningrat.

Melalui pembukaan Museum Keris akan memberikan warna baru bagi wisatawan sebab pilihan lokasi wisatanya semakin beragam. Museum ini bisa dikunjungi bersama keluarga untuk mendapatkan edukasi seputar kebudayaan dan sejarah. Selama beberapa tahun jumlah kunjungan wisata memang mengalami peningkatan dan cukup lumayan. Seperti kunjungan wisata asing yang pada periode Januari-Februari di tahun 2015 hanya 2.600 orang. Sementara pada tahun ini, kunjungan wisatawan asing mencapai 4.455 orang yang tentunya membanggakan.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.