Tidak Perlu Panik Ketika Pesawat Mengalami Turbulensi, Mengapa?

Pengalaman menggunakan transportasi udara memang selalu menyajikan sebuah pengalaman baru di setiap penerbangannya. Saat pesawat mengudara, hendak lepas landas, atau bahkan mendarat kerap terjadi hal – hal tertentu. Beberapa hal memang perlu dikhawatirkan sebab bisa mengancam keselamatan seluruh penumpang pesawat. Namun sebaliknya, beberapa lagi diantaranya merupakan kondisi yang aman dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan. Memahami berbagai kondisi yang kurang nyaman ternyata sangat bermanfaat untuk tetap tenang selama berada di dalam perut burung besi.

Berkenalan dengan Kondisi Turbulensi

Salah satu kondisi yang sering dikhawatirkan penumpang ialah turbulensi, yakni suatu kondisi yang membuat pesawat menunjukkan badan pesawat bergoyang tidak beraturan. Bagi penumpang yang kurang begitu paham bagaimana kondisi di udara dan secara khusus mengenai dunia penerbangan. Gerakan abnormal selama mengudara tentu memberikan sensasi panik yang bisa dikatakan luar biasa dan merusak atau mengganggu kenyamanan. Turbulensi memang sering sekali terjadi pada pesawat yang mengudara, namun kabar baiknya bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Ada beberapa hal menarik yang perlu dipahami mengenai turbulensi ini supaya tetap tenang jika kondisi ini terjadi. Beberapa hal tersebut antara lain:

1. Tidak mengganggu konsentrasi pilot,
Kita tentunya tahu dan memahami bahwa keselamatan penumpang dengan jumlah ratusan berada di tangan seorang pilot dan asistennya. Kondisi turbulensi atau goyangan pada tubuh pesawat ternyata merupakan kondisi yang lumrah. Kondisi ini tidak mengurangi konsentrasi pilot dalam menjaga keseimbangan pesawat sehingga penumpang tidak perlu cemas.

Bagi pilot dan awak pesawat lainnya, turbulensi memang sebuah gangguan yang tergolong menyebalkan namun bukan masalah besar. Turbulensi terjadi bukan karena ada masalah dengan mesin pesawat, sayapnya, atau bagian pesawat lainnya. Pilot akan mengurangi kecepatan pesawat selama turbulensi berlangsung untuk meredam goyangan. Namun penumpang tidak akan menyadarinya, dan turbulensi pun hanya berlangsung selama beberapa menit saja dan setelahnya pesawat akan mengudara secara normal.

2. Tidak menimbulkan pesawat jatuh,
Turbulensi akan membuat pesawat bergetar dan kadang bergoyang cukup kuat dan dirasakan oleh semua orang di dalamnya. Namun, turbulensi bukanlah tanda bahwa pesawat akan mengalami kecelakaan akibat terjatuh, terbalik, atau sebagainya. Kondisi ini normal dan tidak menjadi faktor penyebab kecelakaan pesawat sehingga tidak perlu membuat tegang. Sebab pilot akan mengatasi masalah ini dan membuat jalan pesawat di udara kembali normal tanpa harus mendarat darurat.

3. Pesawat tidak berubah jalur terbang,
Penumpang biasanya mengasumsikan bahwa ketika turbulensi berlangsung maka pesawat sudah turun dari ketinggian normalnya. Selama beberapa detik terkadang turbulensi terjadi sangat kuat dan membuat ketegangan penumpang naik drastis. Namun tidak perlu dicemaskan sebab guncangan yang terjadi tidak menunjukkan bahwa pesawat berubah jalur atau turun dari ketinggian semua. Pesawat selama turbulensi masih berada pada ketinggian yang sama ketika berada di atas awan. Tidak mengalami penurunan, atau berubah arah menuju ke bandara lain sehingga merupakan kondisi aman.

4. Turbulensi bisa diprediksi sebelumnya,
Kondisi penerbangan yang abnormal ini ternyata bisa dideteksi sebelumnya sehingga berbeda dengan kecelakaan atau pendaratan darurat. Ada banyak pilihan cara untuk bisa mendeteksi apakah penerbangan tersebut akan mengalami turbulensi atau tidak. Deteksi bisa diperhatikan dari kondisi cuaca yang dalam kondisi buruk bisa menimbulkan turbulensi tersebut. Kemudian bisa juga dideteksi dengan memakai radar, atau ketika melewati lokasi tertentu seperti pegunungan dan perbukitan. Beberapa kondisi juga membuat turbulensi tidak bisa dideteksi sebelumnya.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.