Bojonegoro Ubah Sumur Minyak Jadi Objek Wisata Menarik

Bojonegoro, jika mendengar salah satu daerah yang berada di Jawa Timur ini, apa yang akan terlintas di benak Anda? Namun sekarang ini Bojonegoro hadir dengan kabar yang berbeda yaitu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan mengubah sumur minyak menjadi sebuah objek wisata yang sangat menarik. Kabar terbaru ini memang benar adanya. Bahkan, pemerintah kabupaten telah meminta Pertamina EP Asset 4 di Cepu provinsi Jawa Tengah untuk segera merencanakan pengembangan lapangan minyak tua yang berada di Kecamatan Kedewan untuk menjadi sebuah objek pariwisata.

Mengapa harus dilakukan oleh Pertamina EP Asset 4 di Cepu? Hal ini dikarenakan Pertamina EP Asset 4 di Cepu adalah pemilik wilayah kuasa pertambangan. Hal ini katakan oleh Asisten Sekda Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yakni Setyo Yuliono, pada hari Senin yang lalu. Setyo Yuliono menyatakan hal tersebut untuk menanggapi hasil kunjungan 30 penambang minyak mentah yang sudah melakukan pembelajaran wisata yang berada di Yogyakarta seperti Museum Merapi, Gunung Merapi serta Gua Pindul.

Prinsip yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten, hal ini harus cepat dilaksanakan, agar realisasi sumur tua menjadi lokasi objek wisata dapat segera dilakukan. Pengembangan lapangan sumur minyak tua yang ada di Bojonegoro ini nantinya akan dilakukan oleh Pertamina EP Asset 4 di Cepu serta bekerja sama dengan UPNV atau Universitas Pembangunan Nasional Veteran yang berada di Yogyakarta. Bagaimana dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro? Tentu saja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sangat mendukung kawasan tersebut dijadikan sebagai sebuah objek wisata. Hal ini dikarenakan, dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh para penambang.

Bagaimana dari sisi penambang? Para penambang sendiri tentu antusias, mereka bahkan merasa siap dikarenakan telah memiliki jeep yang hingga sekarang ini digunakan untuk bekerja harian. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Sri Suryaningsum yakni Kepala Pusat Litbang LPPM UPNV Yogyakarta. Akan tetapi, untuk merealisasikan kawasan lapangan sumur minyak tua yang menjadi peninggalan sejak jaman Belanda yang berada di Kecamatan Kedewan untuk menjadi sebuah objek wisata, ia harus memiliki nota kesepahaman. Nota kesepahaman ini antara Dinas Budaya Pariwisata atau Disbudpar yang berada di Gunung Kidul dengan Dinas Budaya Pariwisata yang berada di Kabupaten Bojonegoro.

Jika nantinya Dinas Budaya Pariwisata Sleman juga sepaham dengan usul ini, hal tersebut dapat menjadi percepatan untuk pengembangan objek pariwisata yang berada di lapangan sumur minyak. Mengapa nota kesepahaman ini begitu di perlukan? Karena, nantinya jika semua pihak sepaham untuk mewujudkan hal tersebut standar operasional serta berbagai teknis dapat mudah di bentuk.

Dari pihak Pertamina EP Asset 4 di Cepu sendiri juga sependapat agar mempercepat pengembangan wisata ini, jadi tidak ada hambatan lagi bukan untuk menjadikan sumur minyak menjadi daerah wisata? Banyak masyarakat yang berharap agar nantinya rencana ini tidak hanya menjadi sekedar rencana, namun dapat menjadi benar – benar wisata nyata.

Dari tim UPN juga mengawal nota kesepahaman juga memberikan dukungan secara penuh. Sebenarnya Bojonegoro tepatnya di Kecamatan Kedewenan juga memiliki potensi wisata yang begitu menarik. Terlebih dengan adanya sungai dengan sebuah tebing yang begitu tinggi. Tebing tersebut juga dapat dikembangkan untuk menjadi sebuah kawasan wisata yang dapat melengkapi penambangan yang berada di sumur minyak tua. Jadi, mari kita dukung agar nantinya rencana yang satu ini dapat terealisasi dengan baik tanpa terhalang masalah apapun.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.