Hal – Hal yang Menjadi Permasalahan Untuk Mendaki Bagi Pendaki Wanita

Akhir – akhir ini aktivitas mendaki gunung sudah sangat digemari oleh kebanyakan orang mulai dar laki – laki dan perempuan, anak – anak hingga orangtua. Berbeda dengan pendaki laki – laki yang tak perlu ribet membawa barang, justru pendaki wanita terkesan lebih ribet jika ingin mendaki gunung. Mau tahu apa saja yang dijadikan sebagai permasalahan oleh para pendaki wanita? Berikut permasalahannya.

1. Izin Orang Tua
Tak hanya harus menaklukan medan terjal saja namun pendaki wanita harus mengalami perdebatan ringan oleh orangtuanya saat meminta izin untuk mendaki gunung. Bahkan tak jarang jika harus merengek demi dapat izin dari orangtua mereka, apalagi jika di Indonesia saat ini banyak gunung yang sedang aktif maka secara otomatis orangtua akan khawatir dalam kondisi tersebut.

2. Mencari Teman Pendakian
Nah, setelah mendapatkan izin dari orangtua hal berikutnya yang akan dihadapi adalah mencari teman untuk diajak mendaki. Karena tak gampang jika mencari teman yang memiliki hobi yang sama.

3. Buang Air Kecil
Tak terlalu sulit jika ingin buang air kecil bagi pendaki pria karena akan sangat mudah menemukan lokasi untuk buang air kecil. Lain halnya dengan pendaki wanita yang harus mencari lokasi khusus untuk buang air kecil serta membawa tisu basah untuk tetap menjaga kebersihan.

4. Datang Bulan
Mendaki saat menstruasi sungguh tidak menyenangkan karena harus sering – sering mengganti pembalut apalagi saat mengganti pembalut tersebut maka si wanita tersebut harus mencari tempat yang benar – benar aman. Selain harus sering mengganti pembalut, kondisi lainnya yang kurang menyenangkan adalah kondisi perut yang kurang kram sehingga kurang nyaman untuk beraktivitas.

5. Menjaga Kebersihan
Meskipun terlihat cuek namun peralatan kebersihan adalah hal yang wajib di bawa saat melakukan pendakian gunung karena menjaga kebersihan wajah merupakan keharusan untuk para wanita. Untuk menjaga kebersihan wajahnya biasanya para pendaki wanita membawa pembersih dan pelembab wajah.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.