Durian dan Kolesterol, Tak Semuanya Salah Buah Ini

Durian memang buah yang selalu mengundang kontroversi bagi banyak orang. Di satu sisi, buah ini dipuja banyak orang Indonesia lantaran lezatnya, dan di satu sisi, dibenci lantaran banyak yang nggak suka dengan baunya. Tapi ada satu lagi alasan kenapa orang-orang pada menghindari buah yang satu ini, yaitu karena durian dianggap jadi biang keladi segala macam masalah kesehatan seperti lemak, kolesterol, dll.

Jangan Jadikan Kambing Hitam

Menurut peneliti sekaligus ketua dari Yayasan Durian Nusantara, Moh. Reza Tirtawinata, durian pada dasarnya bukanlah sumber dari lemak yang berbahaya. Memang, harus diakui bahwa buah ini sendiri mempunyai kandungan zat-zat yang kurang baik dikonsumsi, namun hanya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Moderasi adalah kuncinya. Zat-zat yang terkandung pada buah durian sendiri tidaklah berbahaya jika dimakan dalam jumlah yang wajar. Apalagi, lemak-lemak yang berbahaya sendiri sebenarnya lebih banyak didapatkan dari daging merah yang dihasilkan hewan berkaki empat, anehnya stereotip negatif justru lebih kuat berfokus membuat durian jadi sumber segala efek-efek buruk ke tubuh, dan bukan yang lainnya.

Padahal, efek buruk yang dialami orang-orang terjadi karena banyak hal yang tidak sepenuhnya bisa disalahkan ke durian, yaitu:

1. Durian bukan untuk konsumsi berjumlah besar
Durian memang bisa menambah kadar dari kolesterol di dalam tubuh jika dimakan dalam jumlah yang banyak. Namun ini terjadi kalau memang di dalam tubuh kamu sendiri sudah ada kolesterol jahat. Akibatnya dari naiknya kolesterol yang memang sudah parah ini adalah kepalamu yang bakal tambah pusing ketika makan durian.

2. Kondisi badan memang lagi tidak fit
Banyak orang yang juga makan durian di saat kondisi mereka sendiri memang lagi tidak sehat sepenuhnya. Bisa jadi, ketika sedang makan durian ini, kamu lagi masuk angin, pilek, capek, dan lain-lain yang bikin kondisi badan turun.

3. Sebelumnya makan makanan yang nggak sehat
Sebelum kamu makan durian, perutmu sudah dijejali lebih dahulu dengan makanan berkolesterol dan lemak tinggi macam sate kambing, minuman yang beralkohol, dan makanan serta minuman lain sejenis itu. Akibatnya sudah jelas, kamu pun bakal sempoyongan karena kolesterol yang tambah naik.

Durian Merah, Lebih Menyehatkan

Durian sendiri sebenarnya memiliki varietas yang menyehatkan, lho. Salah satunya yang sudah diakui memberikan efek yang positif bagi badan adalah durian merah.

Durian merah ini berasal dari Kalimantan, dan sudah sejak dahulu digunakan sebagai obat untuk para kaum bangsawan. Bahkan raja-raja zaman dahulu memakan durian merah ini untuk meningkatkan kesehatan. Kadar alkohol yang ada di dalam durian merah ini juga yang paling sedikit, sehingga paling aman kalau dimakan oleh anak-anak.

Cara Mengurangi Efek Negatif

Okelah, katakan saja bahwa kita tetap ingin makan durian tanpa harus khawatir kolesterol, meskipun sebelumnya sudah makan makanan yang berlemak, ataupun dalam kondisi badan kurang sehat. Apa yang mesti dilakukan?

Dikatakan lagi oleh Reza, efek ini bisa dinetralkan dengan buah manggis. Kalau sudah makan durian, maka konsumsilah 3 buah manggis. Minum juga air yang dituangkan pada kulit durian. Ini karena lilin pada kulit durian akan membuat bau dan leher yang kaku karena makan durian jadi netral kembali.

Tentu saja, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah selalu menjaga makan dan kondisi badanmu sendiri, apalagi ketika akan memakan durian, sehingga kamu bisa menikmatinya tanpa harus khawatir dengan efek sampingnya yang negatif. Durian tidaklah selalu jadi sumber penyakit, kamu sendiri yang harus menjaga kondisimu.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.