Bangunan Tua di Kota Lama Semarang Ini Cocok Dijadikan Sebagai Spot Untuk Berfoto

Jalan – jalan ke Kota Semarang memang tak ada bosennya. Kota yang indah ditambah dengan tempat wisata di Semarang yang sangat menarik tentunya membuat semua orang yang datang ke Kota Semarang betah dan ingin berlama – lama di Semarang. Banyak sekali tempat wisata di Semarang yang bisa kamu kunjungi baik itu wisata di kota nya ataupun di luar kota nya yang masih dekat dengan Kota Semarang. Kota Semarang sendiri merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang mendapat julukan sebagai Kota Atlas.

Di Kota Semarang, kamu bisa menemukan sejumlah bangunan – bangunan tua peninggalan zaman Hindia Belanda. Keberadaan bangunan tua tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang. Lokasi wisata tersebut biasa dijadikan sebagai spot foto prewedding ataupun untuk mengisi foto Buku Tahunan Sekolah. Berikut beberapa spot foto yang bisa untuk kamu kunjungi.

1. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Semarang yang dapat kamu pilih. Tempat peribadatan umat Kristen ini banyak menyimpan berbagai nilai wisata sejarah dan sekaligus kamu juga bisa mendapatkan beberapa pengetahuan disini mulai dari arsitektur gereja hingga pembuatannya. Gereja Blenduk ini dibangun pada tahun 1753 dan dibangun oleh masyarakat Belanda yang pada saat itu tinggal di Kota Semarang. Memiliki bentuk yang begitu unik yakni berbentuk heksagonal atau persegi delapan membuat Gereja Blenduk cukup menarik untuk dikunjungi. Gereja Belnduk ini berlokasi di Kota Semarang lebih tepatnya di Jalan Letjen Suprapto No. 32.

2. Gedung Tua Berakar

Lokasinya yang tak jauh dari Gereja Blenduk terdapat salah satu obyek wisata yang memiliki keunikan tersendiri yaitu di setiap sisi tembok bangunan tersebut dihiasi dengan akar – akar pohon dan di beberapa sisi lainnya terdapat tembok yang terkelupas. Lokasinya di sebelah selatan Taman Garuda, sekitar 60 meter dari Gereja Blenduk.

3. Jendela Akar

Di sepanjang jalan Kepodang memang banyak bangunan tua peninggalan zaman kolonial yang berjajar, berimpit, berdesakan, yang membuat kawasan ini menjadi eksotik. Kebanyakan bangunan-bangunan tua itu tidak terawat, meski masih memantulkan keunikan bentuk dan keindahan ornamen-ornamen yang menghiasinya. Malah sebagian di antaranya, dinding-dindingnya mengelupas, ditumbuhi tanaman-tanaman liar, dicengkeram akar – akar yang menjalar. Dulu jalan ini menjadi lokasi jual beli ayam dan sabung ayam. Namun setelah ditertibkan, sekarang menjadi tempat favorit untuk berfoto.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.