Sawah Lunto Akan Memiliki Air Mancur Atraktif Seperti di Purwakarta

Beberapa hari yang lalu, Ali Yusuf selaku Walikota Sawah Lunto di Sumatera Barat melakukan kunjungan di berbagai obyek wsisata di Purwakarta, Jawa Barat. Kunjungan pun dilakukan di Air Mancur Sri Baduga, Museum Diorama Purwakarta, berwisata kuliner Sate Maranggi, dan sebagainya. Kunjungan wisata ini tentunya dilakukan tidak sekedar melepaskan penat Pak Walikota secara pribadi. Namun lebih kepada studi untuk membangun obyek wisata yang daya tariknya mendekati atau melebihi yang ada di Purwakarta.

Tertarik dengan Air Mancur Sri Baduga

Bapak Ali Yusuf setelah beberapa kunjungan ke obyek wisata yang dilakukan mengungkapkan tertarik dengan Air Mancur Sri Baduga. Memang ketika mengunjungi air mancur tersebut, menikmati sajian air mancur yang indah dan merupakan air mancur terbesar di kawasan Asia Tenggara. Mengambil inspirasi dari keindahan dan atraksi air mancur di Purwakarta tersebut. Bapak Walikota memiliki inisiatif untuk membangun obyek wisata air mancur dengan atraksi yang serupa.

Beliau menuturkan bahwa di Sawah Lunto juga terdapat danau yang cukup besar yakni Danau Kandi yang terbentuk akibat penggalian tambang. Bekas penggalian tersebut membentuk sebuah danau yang nampak alami dan jika dikelola dan dikembangkan. Memiliki potensi besar untuk mengundang para wisatawan singgah di Sawah Lunto. Melihat pengunjung per tahun di Air Mancur Sri Baduga yang cukup tinggi, maka mengubah Danau Kandi menjadi air mancur atraktif. Menjadi media tepat untuk meningkatkan kunjungan wisata ke danau tersebut.

Pengembangan yang dilakukan pemerintah daerah Sawah Lunto memang sudah berjalan beberapa tahun terakhir di sektor pariwisata. Meski pengembangan belum seratus persen selesai namun sudah menunjukkan peningkatan kunjungan wisata. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk lebih menarik kunjungan wisata bahkan hingga kepada turis asing. Mengambil inspirasi dari sistem penataan obyek wisata oleh Walikota Purwakarta, yakni Dedi Mulyadi. Dimana obyek wisata air mancur disajikan gratis setiap malam minggu sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat sekaligus wisatawan.

Walikota Sawah Lunto juga memiliki impian untuk menumbangkan paradigma masyarakat, bahwa tanah bekas penggalian tambang. Dianggap sebagai tanah yang tidak subur dan berpotensi besar merusak lingkungan di sekitarnya. Melihat adanya kemungkinan mengubah Danau Kandi menjadi destinasi wisata dari keberadaan Air Mancur Sri Baduga. Maka paradigma negatif tersebut dapat diubah dengan pengelolaan lahan bekas pertambangan secara tepat.

Pembangunan air mancur di Danau Kandi sendiri rencananya akan dibangun secara bertahap hingga seratus persen selesai. Pembangunan pun dilakukan dengan memanfaatkan dana APBD 2016 dan diharapkan akan rampung pada 2018 mendatang. Pengembangan obyek wisata penting dilakukan untuk mengajak warga sekitar menyaksikan keindahan obyek yang digubah penampilan dan fasilitasnya. Ketika warga sekitar berkunjung secara rutin maka akan mengajak masyarakat untuk berniaga di sekitar obyek wisata.

Keberadaan pedagang dan penyedia fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan fasilitas lainnya pun lambat laun. Akan mendorong wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke Danau Kandi yang fasilitas liburannya sudah lengkap dan memanjakan. Jika pengembangan dilakukan secara berkala dan terus disempurnakan maka bisa menarik wisatawan mancanegara. Melihat obyek wisata di daerah lain yang sukses dan belajar dari mereka menjadi media pembelajaran yang memiliki makna mendalam.

Tidak hanya paham bagaimana pentingnya pengembangan dan perbaikan sarana serta pra sarana menuju obyek wisata saja. Namun paham pula bagaimana mengelola obyek wisata agar memiliki daya tarik agar dikunjungi dan di pedulikan warga sekitar.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.