Suasana di Dalam Taman Agrowisata Lada Bangka Belitung

Bingung mencari destinasi wisata bersama keluarga, mungkin datang ke Kota Laskar Pelangi yakni di Bangka Belitung bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kamu ketika liburan tiba. Bangka Belitung selama ini dikenal sebagai pulau cantik yang menawarkan obyek wisata pantainya. Apalagi setelah film Laskar Pelangi sukses menjadikan wisatawan di kota satu ini mengalami peningkatan. Sejalan dengan perkembangan ke arah positif tersebut kemudian mulai ada beberapa destinasi wisata baru.

Salah satunya ialah agrowisata yang bisa diperoleh jika mampir ke Agrowisata Lada yang dikelola oleh pihak BP3L. BP3L merupakan Badan Pengelola, Pengembang, dan Pemasaran Lada di wilayah Desa Cambai, tepatnya di Kabupaten Bangka Tengah. Perkebunan rempah lada ini terhampar sepanjang 6,5 hektar tanah dengan pemandangan yang didominasi warna hijau. Di taman agrowisata ini Kita dapat lebih dekat dengan usaha pembudidayaan rempah lada yang sering Kita konsumsi.

Singgah ke Agrowisata Lada Bangka Tengah

Agrowisata lada hingga sekarang memang hanya bisa dijumpai di pulau Bangka Belitung, sebab belum ada di daerah lain. Apabila ingin menikmati liburan edukatif yang tidak jauh dari alam maka datang kesini menjadi upaya yang tepat. Disini Kita bisa menemukan dan mengenal berbagai varietas tanaman lada, sebut saja:

• Varietas Lada Petaling II,
• Varietas Merapin, dan
• Varietas Natar baik I maupun II.

Setiap varietas ditempatkan secara seragam, sehingga menempati area tertentu yang sengaja di pisah untuk mempermudah pengunjung memahami perbedaannya.

Suasana di Dalam Taman Agrowisata Lada

Taman agrowisata ini terletak di daerah pegunungan yang menawarkan iklim sangat sejuk sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Kawasan taman ini pun terjaga kealamiannya, tidak hanya pemandangan kebun lada saja yang pohonnya sudah meninggi. Namun juga oleh pemandangan daerah yang topografinya berbukit – bukit. Kondisinya yang masih terjaga dengan baik menjadi salah satu tempat tinggal atau habitat bagi beberapa spesies burung. Setibanya di kawasan taman agrowisata Kita pun akan mendapatkan sambutan kicauan burung yang langka di daerah perkotaan.

Pepohonan tanaman lada yang dimiliki cukup banyak, luasnya lahan membuat pemandangan dipenuhi oleh tanaman lada. Sepanjang jalan mengelilingi taman agrowisata ini, Kita akan menjumpai untaian lada yang sudah berwarna merah maupun menghitam. Tentunya menjadi suatu pemandangan yang tidak akan bisa dijumpai di tempat lain kecuali datang ke taman agrowisata lada milik Bangka Belitung ini. Selain itu para pengunjung pun bisa dengan mudah melihat sendiri proses panen, pengolahan, hingga menjadi butiran lada yang Kita sering temui di dapur.

Pengunjung yang singgah disini ternyata bukan hanya mereka yang hendak berwisata saja namun juga para peneliti. Nyaris setiap harinya ada seorang atau sekelompok peneliti yang ingin mengetahui bagaimana tanaman lada dan sifat serta keunggulannya. Peneliti ini sering berasal dari negara lain, misal Jerman, Belanda, Malaysia, dan juga Jepang. Biasanya negara-negara tersebut menjadi importir rempah lada untuk kebutuhan masyarakat di negaranya.

Sifat pengelola taman agrowisata yang terbuka membuat taman ini sering dikunjungi oleh tamu penting dengan tujuan yang berbeda – beda. Kedepannya pihak pengelola taman lada ini ingin melakukan perbaikan infrastruktur untuk kemudahan akses pengunjung. Pengelola juga mengungkapkan ingin menjadikan tanaman lada sebagai ikon kota Bangka Belitung. Seperti Kota Malang yang memiliki agrowisata buah apel, Pulau Bali dengan agrowisata buah salaknya. Mencapai target tersebut tentunya membutuhkan waktu dan proses yang tidak pendek, dan pengelola terus mengupayakan pengembangan maksimal.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.