Resto Kunyit Bali

Pernahkah kamu mendengar tradisi Megibung? Kalau belum pernah mendengar simak ulasan berikut ya!
Megibung adalah tradisi makan bersama yang telah eksis dalam budaya Bali sejak ratusan tahun yang silam. Nah, jika kamu ingin merasakan tradisi kuno ini maka kamu bisa datang berkunjung ke Kunyit Bali Restaurant yang merupakan sebuah restaurant yang berlokasi di di depan Hotel Santika Beach Premiere atau lebih tepatnya berada di The Anvaya Beach Resort, Kuta, Bali. Saat ini Kunyit Bali Resto menjadi satu – satunya restoran yang berada di hotel bintang lima yang menghadirkan nuansa Bali kuno di tengah hingar bingar nya Kuta.

Lokasi nya pun sangat mudah untuk dijangkau yaitu dari kawasan Denpasar tinggal cari saja ke Jalan Kartika Plaza. Nah, tak jauh dari Discovery Kartika Plaza atau Waterboom Bali sudah terlihat papan nama berukuran besar yang bertuliskan Resto Kunyit Bali tepatnya di sebelah kiri. Karena lokasinya berada di dalam Hotel Anvaya maka kamu tak perlu khawatir jika membawa kendaraan, karena tersedia area parkir kendaraan yang berada di pinggir Jalan Kartika Plaza. Resto tersebut menghadirkan nuansa Bali Aga yang dimana disebelah kanan dan kirinya dipenuhi tanaman hias dan ornamen – ornamen bernuansa Bali. Saat memasuki resto, langsung terpampang ruang besar dengan delapan tiang besar setinggi sekitar 10 meter.

Agus Satrya Permana selaku Manager Kunyit menuturkan jika nuansa di Resto Kunyit Bali mengadopsi konsep Balai Agung yang meupakan rumah adat di Tenganan. Terlihat dinding di sebelah kanan terpampang ukiran besar yang terbuat dari perunggu dan menggambarkan sekelompok orang yang sedang makan bersama dengan duduk lesehan yang dimana di tengahnya terdapat nasi dengan berbagai lauk yang ditempatkan dengan daun pisang. Cara makan tersebut yang dinamakan Megibung yaitu cara makan adat di Bali pada zaman dahulu. Namun saat ini cara makan Megibung tersebut hanya diterapkan di beberapa acara adat saja.

Mengadopsi budaya kuno yang berada di desa Adat Tenganan membuat resto ini terlihat unik dengan berbagai ornamen yang terpajang di setiap sudut dan karya seni yang berasal dari Desa Adat Tenganan, Karangasem, Bali. Bahkan di satu ruangan VIP Kunyit Resto, kain Gringsing atau kain kuno yang dibuat warga Desa Tenganan, disulap menjadi lapisan lantai. “Ini sebenarnya kain Gringsing asli dari Tengana yang kami olah sehingga menjadi penghias lantai marmer ini,” ujar Satrya.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.