Raflessia Arnoldi, Tumbuhan Langka dari Bengkulu yang Dikembangbiakkan di Kebun Raya Bogor

Kekayaan alam Indonesia memang tak bisa diragukan lagi, hal inilah yang membuat banyak orang – orang dari Eropa hingga bangsa lain berlomba – lomba untuk mendudukinya. Tak hanya dikenal sebagai penghasil tambang terbesar, melainkan Indonesia juga dikenal memiliki keanekaragaman hayati hingga binatang yang ada di dalamnya. Hampir semua hutan yang ada di Indonesia memiliki potensi kekayaan flora dan fauna, sayangnya beberapa diantaranya sudah mulai punah karena ulah manusia. Nah, dari sekian banyak kawasan yang menyimpan kekayaan flora atau tumbuhan di dalamnya.

Provinsi Sumatera termasuk sebagai salah satu, banyak tanaman langka yang ada di sana maka tak heran jika kemudian kawasan ini juga dikenal sebagai obyek wisata dan penelitian. Beberapa jenis tumbuhan bahkan tak bisa kamu temukan selain di Provinsi Sumatera ini. Salah satu hutan yang menyimpan kekayaan tersebut adalah yang berada di kawasan Bengkulu. Beberapa diantara pengunjung yang datang tak tanggung – tanggung berasal dari luar negeri yang memang sengaja tengah melakukan penelitian terkait dengan tumbuhan langka tersebut, mereka menyusuri hutan yang ada disana dan melakukan observasi.

2Untuk kamu yang juga tengah dalam penelitian terkait dengan tanaman langka tak ada salahnya untuk datang kesini, berbagai hal baru tentunya akan kamu temukan. Salah satunya adalah tanaman langka yaitu Rafllesia, banyak yang mencoba mengembangkan tanaman ini termasuk diantaranya dibawa ke Kebun Raya Bogor untuk di tanam. Di kota hujan ini jenis Rafflesia Arnoldi merupakan tanaman yang juga ikut dikembangbiakkan. Salah seorang memaparkan bahwa ternyata meskipun bisa tumbuh tetapi ukuran Rafflesia Arnoldi yang ada di Bogor ini tak akan pernah sebesar bunga bangkai yang ada di Sumatera, hal ini mungkin dipengaruhi oleh cuaca dan ketinggian tempat. Sistem penyesuaian diri yang masih sangat kurang ini mempengaruhi tumbuh kembang bunga Rafflesia tersebut.

rafflesia-arnoldii-3Memang hal yang sangat unik mengingat Bogor sendiri bisa dikatakan sebagai daerah yang sangat baik untuk tempat perkembangan berbagai jenis flora, bahkan laboratorium riset terkait dengan tumbuhan terbesar yang ada di Indonesia juga bertempat disini karena cuaca yang sangat mendukung. Sayangnya, meskipun Sumatera merupakan sebagai kawasan yang banyak ditumbuhi oleh tanaman Rafflesia Arnoldi banyak diantara masyarakat yang belum mengenal langkanya bunga tersebut, sehingga sebagian diantaranya tak segan untuk membabat habis. Hal ini jugalah yang menyebabkan banyak tumbuhan mulai punah, padahal jika melihat pada daur hidupnya sendiri bunga yang satu ini hanya bisa dinikmati mekarnya setelah tumbuh sekitar 20 tahun, waktu yang sangat lama tentunya, namun sekali babat membutuhkan jangka waktu yang lama lagi untuk membuatnya kembali mekar.

pintu-masuk-1-kebun-raya-bogor-pangeranovi-blogspotKarena mayoritas penduduk disana menanam kopi, bunga Rafflesia ini menjadi pengganggu karena mengeluarkan aroma yang sangat menyengat seperti bangkai, tak ingin tercemar dengan bunga tersebut banyak kemudian yang lebih senang membabat habis tanaman tersebut. Padahal di Kebun Raya Bogor sendiri saat tanaman ini mulai mekar tingkat pengunjung akan langsung melonjak, mencapai 1000 orang saat weekend, hal ini jauh lebih tinggi dari hari – hari biasa yang hanya mencapai ratusan orang. Wisatawan yang berasal dari Korea sendiri juga senang saat melihat tanaman – tanaman yang ada disini, apalagi saat mereka juga berkesempatan untuk membawa pulang 1 buah tanaman Rafflesia Arnoldi tersebut. Jika warna negara asing saja sangat mengapresiasi kekayaan alam dari Indonesia mengapa kita tak ikut serta melestarikannya?

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.