Menilik Surga yang Masih Tersembunyi di Way Kanan

Indonesia yang kaya akan tempat indah yang terbentuk secara alami sepertinya menyimpan lebih banyak tempat yang berpotensi menjadi tempat wisata favorit. Kabupaten Way Kanan yang terdapat di Provinsi Lampung menjadi daerah yang memiliki obyek wisata belum tergarap. Kabupaten Way Kanan sendiri masuk ke dalam wilayah paling utara di Lampung. Kabupaten ini juga menjadi kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur.
Kabupaten yang mayoritas penduduknya adalah petani ini memang memiliki banyak lokasi menarik dan belum tersentuh. Beberapa obyek wisata menarik bahkan terlihat belum tergarap dengan baik sehingga tidak begitu dikenal oleh wisatawan. Jenis obyek wisatanya pun beragam, mulai dari perkampungan tua yang sarat akan nilai budaya dan belum tergarap dengan baik. Ditambah lagi potensi pariwisata alam yang memiliki sentuhan keindahan khas dan tidak akan dijumpai di tempat lain.
Menilik Surga yang Masih Tersembunyi
Apabila memiliki waktu libur ada baiknya mampir ke kabupaten Way Kanan untuk menyingkap keindahan Curup Gangsa. Curup Gangsa sendiri disebut sebagai surga yang tersembunyi dengan apik karena terletak di pedalaman Provinsi Lampung. Lokasinya yang memang terpencil menjadikan keindahannya hingga sekarang tersimpan dengan sangat rapi. Mendengar keberadaan obyek wisata alam yang masih perawan tentu memberikan daya tarik tersendiri untuk bisa menyambanginya secara langsung.
Sepanjang perjalanan sebelum sampai ke lokasi tujuan, para pengunjung akan mendapati medan yang cukup terjal dan melelahkan. Perjalanan yang dilakukan akan melewati banyak area perkebunan sehingga berjumpa dengan pepohonan lada, kopi, dan tanaman khas perkebunan lainnya. Pengunjung pun akan dimanjakan dengan kondisi perjalanan yang juga sangat indah. Beberapa kali akan melihat keberadaan perkampungan dengan warga yang jumlahnya tidak seberapa. Melintasi perkampungan kecil pengunjung akan penasaran bagaimana kehidupan warga dengan lokasi yang jauh dari sentuhan modernitas perkotaan.
Perjalanan panjang akan memakan waktu sekitar 4 jam jika ditempuh dari Kota Bandar Lampung, sebelum sampai di Desa Baradatu. Kemudian perjalanan masih berlanjut hingga beberapa jam lagi untuk sampai di Kabupaten Way Kanan. Setelahnya jarak untuk sampai di lokasi Curup Gangsa pun semakin dekat, untuk melihat langsung surga alami ini. Meskipun jauh dari kota Bandar Lampung ternyata sesampainya di Baradatu perjalanan semakin mudah dan lancar. Sebab jalan menuju obyek wisata ini tergolong cukup baik meskipun belum terlihat semaksimal obyek wisata indah yang lebih dulu terkenal.
Aliran air terjun di Curup Gangsa sendiri berasal dari aliran Sungai Way Tangkas dengan air bening yang mengalir cukup deras. Keberadaan air terjun ini kemudian diteruskan menuju ke area persawahan warga di sekitar kampung Way Kanan. Seperti kebanyakan air terjun alami lainnya suguhan bebatuan yang tertutup lumut dan aliran sungai masih terjaga dengan baik. Pemandangan di sekitar Curup pun tak kalah mempesonanya sehingga semakin memancarkan keindahan Curup Gangsa. Keinginan untuk menikmati keindahan air terjun lebih dekat membuat pengunjung perlu melewati 67 buah anak tangga.
Curup Gangsa memiliki tinggi air terjun sekitar 50 meter dengan lebar sekitar 20 meter, beberapa pengunjung seolah berada di dekat Air Terjun Niagara. Ketinggian demikian menjadikan pemandangan air terjun nampak begitu sempurna dibandingkan obyek wisata air terjun di daerah lainnya. Bebatuan pun bertebaran tidak tertata dan terbangun secara alami di sepanjang area dasar air terjun. Kealamian Curup Gangsa menjadikan airnya dipenuhi ikan yang oleh warga sekitar sering dipancing sebagai kebutuhan konsumsi.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.