Waktu yang Tepat Mempengaruhi Kualitas Gambar Alam Liar

Riza Tarmizi menjadi salah satu dari fotografi alam liar yang terkemuka di Indonesia dan sering mengisi berbagai talk show berkaitan dengan keahliannya. Pada hari Kamis tanggal 7 April lalu ia mengisi sebuah acara bertajuk Wild Life Photography untuk berbagai kiat dan pengalaman. Beliau sudah melakukan berbagai kunjungan di berbagai tempat dan mendapatkan sejumlah foto alam liar yang anggun dan mempesona. Tidak salah jika keahlian yang dimiliki mampu menginspirasi banyak orang untuk jeli mengambil gambar di alam liar.

Kapan Waktu Terbaik Memotret Alam Liar?

Waktu yang tepat untuk mengambil gambar di alam terbuka ternyata memegang peran penting dari hasil jepretan yang terlihat lebih hidup. Kang Eca, panggilan akrabnya, juga berbagi rahasia untuk menentukan waktu yang tepat tersebut. Sehingga siapa saja yang masih belum familiar dengan dunia fotografi bisa menentukan moment terbaik mengambil gambar agar lebih sempurna. Adapun kiat melihat apakah moment atau waktu tersebut tiba bisa dilihat dari beberapa hal berikut:

Memperhatikan musim tempat yang dikunjungi

Menurut pengakuan Kang Eca, Indonesia menyimpan sejuta pesona dari kekayaan alam yang dimiliki, mulai dari tumbuhan hingga satwanya. Uniknya perbedaan musim di Indonesia yang beriklim tropis di setiap daerah ternyata berbeda-beda. Terutama diantara wilayah bagian timur Indonesia dengan bagian barat yang mengalami musim berbeda di bulan yang sama. Sebagai contoh ketika bulan November sampai Februari Indonesia bagian timur mengalami musim kemarau.

Sebaliknya, saat berkunjung di kawasan barat Indonesia di bulan tersebut sudah akan menunjukkan musim penghujan. Musim yang berbeda tanpa disadari akan menghasilkan sebuah foto yang terlihat berbeda pula. Adanya pemahaman ini membuat Kita perlu menentukan waktu yang tepat di musim yang tepat sebelum mengambil gambar. Beliau secara pribadi mengakui bahwa lebih menyukai waktu perpindahan musim dari hujan kepada kemarau atau sebaliknya.

Moment terbaik lainnya adalah mengambil gambar saat musim kemarau yang menghindari kemungkinan diserang hujan saat mengambil gambar. Resikonya saat musim kemarau Kita tidak bisa terlalu dekat sebab hewan-hewan terutama mamalia indra penciumannya lebih tajam. Sebaliknya apabila memilih saat musim penghujan maka bisa mengambil gambar dari jarak yang lebih dekat. Sebagai contoh lain adalah ketika hendak memotret burung Cendrawasih maka dianjurkan di musim kemarau ketika bulu indahnya keluar.

Menentukan waktu saat satwa incaran beraktivitas

Kebanyakan binatang akan memperlihatkan perilaku alaminya keluar beraktivitas di pagi hari untuk mencari makan. Maka sangat dianjurkan untuk memilih mengambil foto satwa liar di jam 5 pagi sampai jam 9 pagi waktu setempat. Ketika satwa keluar dab bergerilya mencari makan akan menemukan berbagai moment yang langka dan berharga. Disinilah kenikmatan dalam mencari moment terbaik saat satwa berperilaku normal bisa dilihat jelas. Keuntungan lain saat mengambil gambar di pagi hari ialah mendapatkan dukungan dari pencahayaan alami, yakni matahari.

Suhu yang rendah di pagi hari dan pencahayaan yang bagus memberikan efek alami yang indah pada foto yang dihasilkan. Jika mengambil gambar saat suhu naik di siang hari maka cahaya alam akan membuat gambar sedikit kabur oleh debu dan angin. Suhu yang rendah ternyata juga menciptakan bayangan satwa incaran menjadi lebih lunak. Berbagai hal yang disebutkan tadi memberikan keuntungan bagi sang fotografer alam liar mencetak gambar yang menarik. Maka temukan waktu yang tepat untuk bisa mendapatkan moment terbaik.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.