Kalahkan Rekor Menaklukkan Ombak Sungai di Palalawan Riau

Berselancar di atas ombak ternyata tidak hanya bisa dilakukan di laut lepas namun juga di sungai dengan ombak yang memungkinkan. Indonesia sendiri memiliki sungai dengan ombak yang mendukung untuk kegiatan surfing. Sungai yang dimaksud ialah Sungai Kampar yang terdapat di Pelalawan di Provinsi Kepulauan Riau. Sungai Kampar menawarkan Ombak Bono yang cukup menantang jiwa peselancar untuk menaklukkannya. Bahkan tiga peselancar yang berasal dari Australia tertarik memecahkan rekor untuk menaklukkan ombak di sungai.

Menjajal Ombak Bono di Sungai Kampar

Selama ini peselancar dari negeri tetangga lebih tertarik menikmati deburan ombak di lautan seperti Pantai Kuta dan Pantai di daerah Banyuwangi. Namun dengan adanya suguhan ombak kencang dan berirama di Sungai Kampar memberikan dorongan minat peselancar untuk menjajalnya. Ketertarikan pun muncul dari tiga orang peselancar profesional asal Benua Australia. Ketiga peselancar ini ingin menjajal sendiri bagaimana tantangan deburan ombak sungai yang cukup menantang di Sungai Kampar.

Tidak ingin jalan setengah-setengah, ketiga peselancar ini pun berniat memecahkan rekor dunia dari Guinnes World Record. Dalam catatan rekor berselancar terpanjang sebelumnya dipegang oleh peselancar yang menaklukkan ombak di Seven River Inggris. Rekor yang sudah tercatat tersebut berjarak 12,32 kilometer sehingga ketiga peselancar dari Australia memiliki target berselancar hingga 20 kilometer. Sehingga mampu mengalahkan rekor lama tersebut dan menjadi peselancar yang berprestasi dan dikenang sejarah.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau, yakni Bapak Fahmizal pada Kamis tanggal 10 Maret kemarin mengungkapkan. Bahwa ketiga peselancar dari Australia tersebut sejak tanggal 9 Maret mulai menjajal ganasnya ombak Bono di Sungai Kampar. Ketiganya juga berencana untuk menaklukkan gulungan ombak Bono tersebut hingga tanggal 12 Maret mendatang. Kegigihan ketiga peselancar ini ternyata berdampak cukup baik bagi sektor pariwisata di Kepulauan Riau.

Tujuan mereka memecahkan rekor mendapatkan sambutan baik dari wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan dari Australia sendiri. Pengunjung asal tiga negara tetangga tersebut pada awalnya mengunjungi Riau untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total pada Rabu, 9 Maret lalu. Kemudian dengan adanya kabar ada peselancar yang ingin mencapai rekor dunia mengalahkan ombak Bono. Pada akhirnya para pengunjung memutuskan memperpanjang masa kunjungan dengan menambah sewa kamar hingga tanggal 13 Maret depan.

Kelebihan Ombak Bono Dibandingkan Sungai Berombak Lainnya

Euphoria yang ditunjukkan oleh wisatawan menyambut keinginan peselancar dari Australia tentunya tidaklah berlebihan. Sebab perlu diketahui bahwa di dunia hanya terdapat lima sungai saja yang memiliki deburan ombak menantang. Salah satu kelima sungai tersebut diisi oleh Sungai Kampar yang berada di Teluk Meranti, Riau. Sungai Kampar ternyata juga memiliki perbedaan khas dari kekuatan, lama waktu, dan gulungan ombak yang dihasilkan. Ciri khas ini ternyata menjadi salah satu faktor yang membuat keinginan menaklukkan rekor dunia sebelumnya pun semakin sulit.

Ombak Bono yang bisa dinikmati di kawasan Pelalawan Riau ini terkenal dengan gelombang ombak yang tercatat memiliki tujuh level. Disebut juga dengan istilah Seven Ghost, dan bahkan ketika hujan turun maka kekuatan ombaknya bisa lebih. Hal inilah yang menjadikan Sungai Kampar terdengar cukup pas dan menantang untuk mengukir rekor dunia dalam dunia peselancar sungai. Adanya daya tarik turis akan kekuatan alam ini menyadarkan bangsa bahwa ada potensi wisata yang berasal dari kekuatan alam. Maka Menteri Pariwisata, Arief Yahya, pun berencana untuk melakukan pengembangan kepada obyek wisata yang memiliki kekuatan alam lainnya.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.