Saking Jernihnya Air Sungai di Kawasan Ini Bahkan Sampai Ada Pengunjung yang Rela Untuk Menginap

Sulawesi Selatan memang memiliki banyak destinasi wisata yang cukup mengagumkan. Berbagai macam tempat wisata bisa kamu kunjungi ketika sedang berlibur di Sulawesi Selatan seperti diantaranya adalah Pantai Losari, Kupu – Kupu Bantimurung, Kawasan Malino dan masih banyak lagi. Namun untuk kamu yang menginginkan obyek wisata di Sulawesi Selatan yang menyuguhkan keindahan alam yang mempesona dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan maka ada baiknya kamu berkunjung ke lokasi wisata alam yang ada di Maros. Maros memiliki beberapa obyek wisata alam yang cocok kamu kunjungi saat hari libur tiba seperti wisata alam Bantimurung, Hutan Bambu yang ada di Simbang, Karts di Leang – Leang, dan beberapa lokasi wisata alam lainnya yang tak kalah indahnya.

Ada salah satu obyek wisata di Maros yang wajib untuk dikunjungi yaitu Bisseang Labboro yang berasal dari Bahasa Makassar dan jika diartikan berarti Perahu Karam. Lokasinya berada sekitar 20 kilometer di sebelah timur Kota Maros dan bisa menggunakan petepete untuk sampai ke lokasi dengan biaya sekitar Rp. 10 ribu dari Maros. Bisseang Labboro berada di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusarung tepatnya di Desa Pattunuang Kecamatan Bantimurung. Kawasan wisata ini masih sangat sepi pengunjung karena lokasi nya yang belum terkenal. Meskipun sepi pengunjung, namun keindahan alamnya masih sangat alami. Di dalam areal hutan tersebut terdapat sungai yang terbentang dengan air yang begitu jernih. Air tersebut mengalir dan melintasi tumpukan batu sehingga wisatawan yang berkunjung bisa menikmati kesegarannya dengan mandi.

Kawasan Camp

Bahkan ada beberapa pengunjung yang rela untuk menginap semalam di bawah tenda yang sudah disediakan untuk menikmati keindahan alamnya. Tenda tersebut di pasang di bantaran sungai. Pada sungai yang airnya bisa langsung diminum itu, juga terdapat sebuah telaga kecil yang menjadi tempat favorit para pengunjung untuk mandi dan berendam menikmati suasana alam yang tenang. Disana juga terdapat dua batu yang mirip dengan perahu yang berada tepat di tengah sungai. Bongkahan batu besar yang ditopang dengan batu kecil di bagian depan perahu tersebut merupakan perahu milik nenek moyang asli warga setempat.

Warga meyakini, suatu saat batu besar tersebut akan bergeser dan menandakan akan terjadi musibah besar yang akan menimpa wilayah tersebut. Goa yang ada di gunung karst yang menjulang, kerap dijadikan tempat menginap oleh pendaki gunung. Hanya saja, sejumlah coretan – coretan dengam cat yang terdapat di dinding goa tersebut.

Share this:

Leave a comment