Benteng None, Meskipun Belum Cukup Terkenal Namun Obyek Wisata Ini Menjadi Incaran Para Wisatawan Asing

Menikmati liburan atau memuaskan keinginan untuk menjelajahi Indonesia dan mengunjungi banyak tempat menarik mungkin akan terasa semakin menyenangkan dan berarti jika meluangkan waktu melihat langsung  obyek wisata budaya di kawasan Timor Tengah Selatan. Sejarah negara Indonesia yang pernah disinggahi bahkan berada di bawah kekuasaan bangsa asing membuatnya memiliki banyak lokasi bernilai sejarah, dan beberapa merupakan tempat bersejarah yang dibuat oleh para pejuang.
Benteng yang Dikenal Dunia
Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang terbentang dari ujung ke ujung, semua pulau bahkan memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya dari kebudayaan masyarakatnya namun juga berbagai peninggalan sejarah dan budaya di masa lampau. Salah satunya di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kupang wisatawan bisa menemukan salah satu obyek wisata budaya yang dikenal hingga mancanegara adalah Benteng None yang berdiri tegak hingga sekarang dan berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Benteng None merupakan salah satu benteng peninggalan Raja Amanuban, dan diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Sebelum mencapai ke lokasi benteng berdiri pengunjung akan menempuh perjalanan sepanjang 19 kilometer dari Kota Soe. Medan perjalanan yang akan dilalui pun tak seratus persen mulus, sebab mendekati lokasi Benteng None maka akan melewati jalan yang masih belum tersentuh aspal sehingga ada baiknya menggunakan jasa guide. Tentukan pula kendaraan yang akan digunakan, apakah sepeda motor, bus, atau jenis kendaraan lain dan memastikannya dalam keadaan mendukung.
Hampir semua pengunjung yang hendak melihat Benteng None merasakan hal serupa, yakni merasa obyek wisata ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat setempat. Namun jangan salah, Benteng None ternyata menjadi salah satu tempat yang diincar oleh wisatawan berbagai negara. Sebelum memasuki kawasan Benteng None, diwajibkan mengisi buku tamu terlebih dahulu sehingga disana dapat menemukan wisatawan dari mana saja yang sudah singgah kemari. Tercatat ada wisatawan mancanegara yang berasal dari Swedia, Taiwan, Inggris, Jepang, Brazil, Australia, dan masih banyak lagi.
Kabar menyenangkan juga datang dari informasi pada buku tamu tersebut, pasalnya pengunjung yang datang tidak hanya orang luar negeri saja namun dapat diketahui bahwa wisatawan dari Jakarta, Bali, dan juga Sulawesi juga banyak yang telah berkunjung ke  kawasan ini. Maka hal ini menjadi sebuah pengalaman langka mendapati obyek wisata yang terlihat diabaikan namun ternyata tidak demikian. Hal ini pun dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang singgah kemari dan berasal dari seluruh penjuru negeri.
Mengenal Benteng None
Benteng None merupakan salah satu benteng yang terbentuk secara alami dari bebatuan dan dikelilingi oleh tebing bebatuan. Benteng bersejarah dan sudah berumur ratusan tahun ini berukuran 80×44 meter dan hingga saat ini dijaga dengan baik. Usia benteng secara pasti hingga saat ini tidak diketahui sebab tidak ada bukti otentik yang menunjukkan kapan benteng dibangun atau selesai dibangun. Namun berdasarkan bukti yang ada diketahui bahwa Benteng None sudah ada hingga sembilan generasi.
Menurut pihak pengelola Benteng None, dulunya pembangunan memilih lokasi tersebut dan termasuk lokasi strategis. Jalan masuk menuju benteng hanya terdapat satu jalan utama sebab di sebelah lain atau sisi lain benteng merupakan tebing atau jurang yang terjal. Posisinya sudah kuat dan mampu melindungi siapa saja yang berada di dalam perlindungan Benteng None. Sama seperti benteng bersejarah pada umumnya, pembangunan benteng ini untuk membangun tempat mengamankan diri saat terjadi perang.

Share this:

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.